Selasa 19 April 2022, 09:29 WIB

RS Pondok Indah Raih Integrasi Sistem Informasi dan Keamanan Data

Mediaindonesia.com | Teknologi
RS Pondok Indah Raih Integrasi Sistem Informasi dan Keamanan Data

DOK Pribadi.
EMRAM merupakan sistem yang mengukur kematangan digital (digital maturity) rumah sakit di seluruh dunia.

 

RUMAH Sakit Pondok Indah Group bertransformasi secara digital dengan berbagai upaya optimisasi, efisiensi, dan integrasi yang berkesinambungan sebagai bentuk komitmen dalam menghadirkan layanan kesehatan terbaik dengan mengutamakan mutu, keselamatan, dan kenyamanan bagi pasien. Penerapan teknologi dan sistem informasi digital di tiga rumah sakit di bawah naungan RS Pondok Indah, yakni RS Pondok Indah di Pondok Indah, RS Pondok Indah di Puri Indah, dan RS Pondok Indah di Bintaro Jaya sejalan dengan upaya pemerintah mendorong digitalisasi dalam industri kesehatan menuju Strategi Transformasi Kesehatan Digital 2024.

Untuk menyempurnakan sistem dan teknologi di seluruh unit layanan, RS Pondok Indah Group melakukan kolaborasi antara seluruh jajaran teknologi informasi (TI) serta tim operasional yang menjalankan di lapangan, manajemen, hingga tenaga medis. Melalui transformasi digital yang komprehensif tersebut, ketiga rumah sakit di bawah naungan RS Pondok Indah Group menjadi rumah sakit pertama di Indonesia yang berhasil meraih validasi Healthcare Information and Management Systems Society (HIMSS) Electronic Medical Record Adoption Model (EMRAM) Tingkat 6.

EMRAM merupakan sistem yang mengukur kematangan digital (digital maturity) rumah sakit di seluruh dunia dengan tingkat 0 sebagai tahap terendah dan tingkat 7 sebagai tahap tertinggi. Pencapaian EMRAM tingkat 6 mencerminkan bahwa RS Pondok Indah Group sudah menerapkan pencatatan data pasien yang paperless dan memanfaatkan sistem informasi teknologi pintar untuk meningkatkan kualitas, keamanan, dan efisiensi perawatan pasien. 

Chief Executive Officer (CEO) RS Pondok Indah Group dr. Yanwar Hadiyanto, MARS mengatakan validasi HIMSS EMRAM tingkat 6 merupakan bentuk pencapaian atas komitmen pihaknya dalam meningkatkan kepuasan pasien melalui penyempurnaan kualitas layanan secara berkesinambungan. "Dalam proses transformasi digital, RS Pondok Indah Group mengintegrasikan layanan penunjang seperti laboratorium, farmasi, dan radiologi dengan rekam medis pasien, mengintegrasikan berbagai macam software dan ratusan alat medis, dan mengimplementasikan IT security untuk memastikan 95%-100% dokumentasi medis dilakukan secara digital dan terstruktur serta didukung oleh clinical decision support yang telah tersistemasi," ujar Yanwar dalam keterangan tertulis, Selasa (19/4).

Dukungan data berbasis bukti di setiap tahapan layanan memungkinkan RS Pondok Indah Group mengoptimalkan ekosistem kerja digital. Penyediaan akses data dan informasi penting pada saat diperlukan akan membantu dokter membuat keputusan terkait rencana perawatan pasien berdasarkan riwayat medisnya, meminimalisasi risiko kesalahan dalam perawatan pasien, serta menjaga kerahasiaan dan keamanan data pasien. 

Nina Windu Kirana selaku Chief of Financial and Technology Officer RS Pondok Indah Group mengungkapkan adopsi dan inovasi teknologi juga diterapkan dalam penggunaan rekam medis elektronik (RME). Ini bertujuan meningkatkan keselamatan pasien dan kualitas layanan dengan memberi kemudahan bagi dokter serta tenaga medis dalam upaya mengurangi kesalahan perawatan, input berganda (multiple entry), menyederhanakan alur pemeriksaan, serta memanfaatkan penggunaan data agar perawatan pasien lebih optimal.

Salah satu penerapan digitalisasi yang dilakukan RS Pondok Indah Group yang juga berperan penting dalam pencapaian EMRAM tingkat 6 yaitu closed loop administration, yaitu validasi secara digital dalam proses pemberian obat, darah, dan ASI perah (ASIP) bagi pasien rawat inap dan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dengan pindai kode QR. Dengan teknologi tersebut, aspek enam tepat pemberian obat yang meliputi tepat pasien, tepat obat, tepat dosis, tepat waktu, tepat cara, dan tepat dokumentasi dapat dilakukan dengan lebih akurat. 

Selain itu, dengan clinical decision support, sistem akan secara aktif memberikan notifikasi/alert bagi pasien dengan kondisi tertentu, semisal alergi obat, risiko kontraindikasi antarobat, atau kondisi kehamilan saat dokter meresepkan obat-obatan tertentu. Notifikasi ini akan bermanfaat bagi tenaga medis dalam mengambil keputusan medis lanjutan. Teknologi ini telah diterapkan di klinik rawat jalan, rawat inap, emergency, serta ICU.

Upaya optimisasi juga dilakukan di area IT security. Selain membuat dan menerapkan prevention system terhadap data pusat, tim IT Security di RS Pondok Indah Group membuat kebijakan mobile device management yang ketat sebagai pencegahan penyalahgunaan data. Di IT infrastructure, RS Pondok Indah dilengkapi dengan sistem khusus yang tidak bergantung pada jaringan dan listrik sehingga perawatan pasien dapat terus berjalan, tiap unit layanan dapat tetap beroperasi, serta dapat terus mengakses data pasien, meskipun terjadi gangguan pada listrik atau jaringan.

Wakil Presiden Analitik & Pemimpin Advisor Global Asia Pasifik HIMSS Andrew Pearce menjelaskan dengan validasi ini, RS Pondok Indah Group menunjukkan komitmen berkelanjutan untuk meningkatkan keselamatan pasien dan mutu pelayanan kesehatan secara menyeluruh, melalui penggunaan dan penerapan RME secara efektif. Di RS Pondok Indah Group, proses closed loop administration sudah diterapkan dan dilaksanakan dengan baik, khususnya untuk pengelolaan produk darah, ASIP, dan obat-obatan. Capaian pemindaian kode QR pasien juga sudah sangat tinggi dan setara dengan rumah sakit internasional.

Hingga saat ini, hanya tiga rumah sakit di bawah naungan RS Pondok Indah Group yang berhasil meraih validasi HIMSS EMRAM di Indonesia. Di Asia Tenggara, secara keseluruhan ada tujuh rumah sakit yang saat ini aktif tervalidasi HIMSS EMRAM tingkat 6 dan 7. Selain RS Pondok Indah Group, dua rumah sakit lain berlokasi di Singapura dan dua lain di Thailand. 

Baca juga: Tiga Astronaut Tiongkok Pulang setelah Enam Bulan di Luar Angkasa

"Validasi HIMSS EMRAM tahap 6 ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus melakukan transformasi digital yang berkesinambungan guna meningkatkan mutu, keamanan, keselamatan, dan kepuasan pasien kami. Ke depan kami berharap dapat terus memberikan layanan kesehatan terdepan serta tetap menjadi pilihan masyarakat Indonesia," tutup dr. Yanwar. (OL-14)

Baca Juga

Dok. Kemenkominfo

Menkominfo : Indonesia tak Ketinggalan Kembangkan Metaverse

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 18 Mei 2022, 22:42 WIB
“Pada tahun 2026 mendatang, diprediksi bahwa seperempat penduduk dunia akan menghabiskan paling tidak satu jam per hari di...
Dok. Fotile

Dukung Gaya Hidup Sehat, Fotile Luncurkan Konsep Dapur Sehat Berteknologi Tinggi

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 18 Mei 2022, 21:37 WIB
Direktur Fotile Electrical Appliance Indonesia Sun Ling menjelaskan, inovasi yang diluncurkan pihaknya berdasarkan dari riset yang...
DOK/MySkill

Myskill, Startup Edutech Rintisan Alumni ITB Dapat Pendanaan East Venture

👤Bayu Anggoro 🕔Rabu 18 Mei 2022, 20:50 WIB
Dana dari East Venture akan mempercepat misinya dalam mendukung para pencari kerja di Indonesia untuk menggapai karir impian...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya