Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SEMUA prestasi yang diraih pihaknya merupakan hasil kerja bersama untuk dapat terus memberikan kontribusi dalam industri beton di negeri ini.
Demikian dikatakan Direktur Utama PT WIKA Pracetak Gedung (WPG) Dwi Purnomo. "Terima kasih atas apresiasi penghargaan ini. Turut bangga Wijaya Karya Pracetak Gedung bisa membuktikan komitmennya di tengah sekian banyaknya kompetitor, kita bisa terus bersaing dan tumbuh," kata dia, Jumat (25/2).
Hal itu dikatakan Dwi setelah WPG menerima penghargaan sebagai Best Building Material Technology Applicator, dalam ajang Indonesia Property & Bank Award XVI dan My Home Award V.
Acara tersebut diselenggarakan oleh Indonesia Property & Bank Award XVI dan Indonesia Myhome Award V di Ciputra Artpreneur Theater, Gedung Ciputra World 1, Jakarta, Kamis (24/2).
Sementara itu, salah satu juri lomba, Roy HM Sembel menjelaskan pemenang award dipilih dari berbagai seleksi yang sulit. “Sulitnya mengolah data, mengumpulkan kriteria, menentukan pemenangnya, akhirnya terpilihlah para penerima award yang saat ini kita berikan,” kata dia.
“Ada tiga 'si' yang menjadi kriteria pemenang award, yaitu inovasi, kontribusi, dan prestasi. Dari ketiga inilah kami menentukan kriteria pemenang award,” tambah Roy.
WPG merupakan anak perusahaan dari PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) yang berdiri pada 23 Desember 2016 dan bergerak dalam industri beton pracetak gedung. Di anak perusahaan ini, WEGE memiliki komposisi saham sebesar 51%, dan sisanya sebesar 49% dimiliki oleh PT Wijaya Karya Beton Tbk.
Banyak produksi yang dikeluarkan WPG, di antaranya hollow core slab, half/full slab, balok pracetak, kolom pracetak, struktural komponen rumah pracetak, dan fasad pracetak yang telah diaplikasikan di berbagai proyek seperti Gedung Dinas Pendidikan DKI Jakarta, IKEA Garden City, Gedung Parkir Amethyst Kemayoran, Rusun Mahasiswa Universitas PGRI Semarang, dan Gedung Teknik Universitas Udayana. (J-2)
Pemerintah bersiap melakukan intervensi strategis di sektor tekstil nasional menyusul kolapsnya PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), salah satu pemain terbesar industri tekstil.
CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan pemerintah tengah mengkaji pembentukan badan usaha milik negara (BUMN) di sektor tekstil.
ANGGOTA Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Asep Wahyuwijaya menilai, inisiatif pemerintah untuk mendirikan BUMN tekstil merupakan langkah yang tepat dan strategis.
Kritik Prabowo itu khususnya ditujukan pada direksi dan komisaris perusahaan pelat merah yang mencatatkan kerugian namun tetap meminta tantiem atau bonus.
Fokus utama kajian dari Anisha adalah penegasan posisi BUMN sebagai entitas hukum terpisah (separate legal entity) yang tetap mengemban mandat konstitusional demi kemakmuran rakyat.
PRESIDEN Prabowo Subianto memberikan kritik keras kepada jajaran direksi badan usaha milik negara (BUMN) lantaran terlalu lama menerapkan praktik pengelolaan yang merugikan negara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved