Kamis 10 Februari 2022, 18:02 WIB

Pelaku Bisnis Platform E-Niaga Harus Waspada Serangan Siber

mediaindonesia.com | Teknologi
Pelaku Bisnis Platform E-Niaga Harus Waspada Serangan Siber

Ist
Director Head of Fortinet Indonesia, Edwin Lim (kanan) saat menjelaskan tentang risiko serangan siber terhadap platform e-commerce.

 

E-NIAGA atau e-commerce telah turut membantu banyak bisnis di Indonesia menjadi lebih tangguh di tengah krisis pandemi.

Menurut studi Bank Dunia, sekitar 80% pelaku usaha di Indonesia mampu mempertahankan operasinya sepanjang tahun 2020 dengan bantuan platform digital.

Selain itu, responden mengatakan bahwa mereka dapat bangkit kembali ke tingkat pra-pandemi jauh lebih cepat dibandingkan dengan pelaku usaha lain yang tidak menggunakan teknologi digital.

Namun, sementara e-niaga telah berkembang menjadi solusi masuk untuk banyak bisnis ancaman keamanan siber terhadap platfom ini juga meningkat secara signifikan dan berpotensi mengekspos informasi sensitif pelanggan.
 
Menurut Edwin Lim, Director Head of Fortinet Indonesia, dengan begitu banyak yang dipertaruhkan, bisnis dalam ruang e-commerce harus mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan keamanan siber mereka dan melindungi data konsumen.

"Untuk memastikan komunikasi yang aman dan memungkinkan pengalaman konsumen yang lebih aman, platform e-commerce dapat memanfaatkan solusi seperti Hypertext Transfer Protocol Secure (HTTPS) dan perangkat lunak anti-malware," kata Edwin dalam keterangan pers, Kamis (10/2).

Baca juga: Lawan Kejahatan Siber, Binance Bergabung di Alinasi NCFTA

Mereka juga dapat meningkatkan keamanan jaringan dengan menggunakan server yang aman dan mengatur firewall.
 
“Gateway pembayaran yang aman juga penting untuk keberhasilan platform e-commerce dan membantu melindungi kartu kredit dan informasi keuangan klien lainnya dari peretas," katanya.

Gateway bekerja dengan mengenkripsi informasi kartu kredit, sehingga tidak mungkin dibaca tanpa kunci dekripsi,” tutur Edwin.

Seiring berkembangnya ekonomi digital di Asia Tenggara, pelaku ancaman juga menggunakan kawasan ini sebagai landasan peluncuran untuk aktivitas siber yang berbahaya.

Misalnya pada Maret 2020, pelanggaran data yang melibatkan platform e-commerce terkemuka di Indonesia telah membahayakan data lebih dari 15 juta pengguna, membocorkan catatan yang mencakup nama, alamat email, dan kata sandi.
 
“Industri ritel selalu menjadi lahan subur untuk mengumpulkan informasi konsumen. Dengan volume data pribadi dan informasi keuangan yang ditambahkan, disimpan, dan diakses di platform e-commerce, penjahat siber mengeksploitasi berbagai vektor serangan untuk menonaktifkan sistem dan menyusup ke jaringan untuk mencuri data konsumen.” paparnya
 
Edwin menyarankan, saat mendaftar di platform e-niaga, konsumen harus memastikan bahwa mereka hanya melakukan transaksi dengan pedagang digital yang mengambil langkah proaktif untuk melindungi informasi pribadi pelanggan.

Konsumen juga harus menuntut transparansi dalam hal bagaimana data pribadi mereka akan dikumpulkan dan digunakan, dan berapa lama akan disimpan dalam sistem.
 
“Sangat penting untuk memastikan bahwa konsumen mengetahui taktik yang digunakan penjahat dunia maya untuk mendapatkan akses ke informasi mereka," ujarnya.

"Mereka juga harus diingatkan untuk waspada terhadap situs web palsu dan berbelanja hanya di perusahaan e-commerce yang bereputasi dan kredibel," jelas Edwin.

"FortiGuard Labs telah mengamati semakin banyak penipuan yang melibatkan situs web palsu yang tampaknya merupakan platform e-niaga yang sah. Konsumen dihimbau untuk berhati-hati saat melakukan pembelian online untuk memastikan bahwa mereka tidak menjadi korban situs penipuan ini,” imbuhnya.
 
"Fortinet sendiri pernah mengamankan platform e-niaga terkemuka di Turki, melindungi lebih dari 200.000 bagian depan toko yang terdaftar dan 22 juta pengguna dari serangan internal dan eksternal baik yang diketahui maupun yang tidak diketahui," jelas Edwin.
 
“Untuk membantu perusahaan e-commerce dalam melindungi data pelanggan, Fortinet menyediakan solusi keamanan ritel terintegrasi yang dijalin ke dalam Fortinet Security Fabric," katanya.

"Sebagai platform keamanan siber berperforma tinggi dengan ekosistem yang mencakup permukaan serangan digital yang diperluas, solusi keamanan Fortinet dapat memecahkan infrastruktur jaringan utama dan masalah keamanan, dan menawarkan visibilitas menyeluruh secara real-time dengan memanfaatkan otomatisasi, intelijen ancaman proaktif, dan firewall berkinerja tinggi,” tutup Edwin. (RO/OL-09)

Baca Juga

MI/HO

IOH dan Google Cloud Lanjutkan Kerja Sama Strategis Kembangkan Inovasi Solusi Digital

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 03 Juli 2022, 14:45 WIB
Kerja sama Indosat Business dan Google Cloud juga telah digunakan oleh beberapa universitas ternama termasuk UIN...
Ist

Pentingnya Paham XDR untuk Antisipasi Ancaman Siber yang Berkembang

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 03 Juli 2022, 14:39 WIB
Trelix menjelaskan mengenai manfaatan Extended Detection and Response (XDR) dalam memerangi ancaman-ancaman siber yang kian...
ANTARA/Rahmad

Internet Anda Lemot? Ini Kiat untuk Mengatasinya

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 03 Juli 2022, 14:15 WIB
Cara mengatasi WiFi lemot yang cukup efektif yaitu dengan me-restart atau menyalakan ulang perangkat modem atau router...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya