Kamis 09 September 2021, 16:12 WIB

Mahasiswa UGM Kembangkan Alat Deteksi Glaukoma Berbasis Kecerdasan Buatan

Agus Utantoro | Teknologi
Mahasiswa UGM Kembangkan Alat Deteksi Glaukoma Berbasis Kecerdasan Buatan

Antara/Hendra Nurdiyansyah.
Warga mengikuti pemeriksaan glaukoma di Puskesmas Gondokusuman I, DI Yogyakarta.

 

GLAUKOMA merupakan penyakit akibat saraf mata yang rusak yang disebebkan meningkatnya tekanan pada bola mata. Tekanan bola mata ini terjadi akibat gangguan pada sistem aliran cairan mata. Penderita glaukoma mengalami gangguan penglihatan, nyeri pada mata, hingga sakit kepala bahkan kebutaan.

Menurut Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan pada 2007, sebanyak 45 orang dari 1.000 penduduk Indonesia menderita glaukoma. Data aplikasi rumah sakit online (SIRS Online), penderita glaukoma yang mendapat layanan rawat jalan di rumah sakit sepanjang 2015-2017 menunjukkan angka kenaikan. 

Karena itu masih banyak yang belum mendapat layanan akibat keterbatasan jumlah dokter mata dan tingginya kasus glaukoma. Kondisi ini mengundang keprihatinan di kalangan mahasiswa Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

Empat mahasiswa UGM Athar Rosyad Partadireja (Teknik Biomedis, 2020), Ajie Kurniawan Saputra (Teknik Elektro, 2018), Muhammad Nur Fahmi (Kedokteran, 2018), dan Synvi Alfajrine Loeba Bistomy (Teknik Biomedis, 
2019), tergerak untuk mengembangkan alat yang dapat memudahkan tenaga kesehatan untuk mengumpulkan data glaukoma dengan lebih mudah dan cepat. Di bawah bimbingan Dr. Indah Soesanti, S.T., M.T., alat tersebut 
diberi nama Aksakirana, yang berasal dari kata aksa yang berarti mata dan kirana yang berarti cahaya. Alat ciptaan mereka ini berbasis kecerdasan buatan atau AI (artificial intellegent) yang digunakan untuk memudahkan tenaga kesehatan mendiagnosis glaukoma.

Menurut Athar, Aksakirana terdiri dari empat komponen utama, yakni perangkat keras berupa handheld, aplikasi seluler dan web Aksakirana, serta pembelajaran mesin. Handheld Aksakirana, jelasnya, merupakan aksesori kamera ponsel yang berbentuk seperti teropong genggam yang dilengkapi oleh lensa indirect ophthalmoscopy sebesar 20D. Aplikasi seluler Aksakirana, lanjutnya, berfungsi sebagai medium pengunggahan foto ke server guna diproses oleh pembelajaran mesin Aksakirana sehingga diperoleh hasil diagnosis serta tingkat keparahannya.

Dikatakan aplikasi web Aksakirana sendiri memiliki fungsi serupa dengan aplikasi selulernya. "Hanya, fitur ini juga dapat diakses melalui perangkat komputer serta memuat fitur-fitur seperti pengunduhan gambar yang diberi takarir informasi hasil diagnosis dan pengunduhan dataset glaukoma yang dapat digunakan dalam penelitian glaukoma. Selain itu, dokter mata juga berhak memverifikasi hasil diagnosis glaukoma dan menerima donasi dari para filantropi," kata Athar,Kamis (9/9).

Pengguna Aksakirana, imbuhnya,  dapat menggunakan handheld untuk menangkap gambar retina pasien dengan kamera ponsel. Selanjutnya, gambar tersebut akan diunggah melalui aplikasi seluler atau web Aksakirana untuk diproses oleh pembelajaran mesin. 

"Pengguna akan mendapatkan hasil prediksi diagnosis glaukoma beserta tingkat keparahannya. Hasil prediksi ini selanjutnya dapat diverikasi oleh para dokter mata dan disimpan ke dalam server Aksakirana guna meningkatkan akurasi pembelajaran mesin Aksakirana seiring banyaknya dataset yang digunakan," paparnya.

Baca juga: Mahasiswa UGM Ciptakan Robot Pengukur Kemiringan Lantai

Athar berharap Aksakirana dapat digunakan oleh masyarakat Indonesia, khususnya tenaga kesehatan, supaya proses skrining penyakit glaukoma dapat berjalan secara cepat dan masif. Selain itu, kehadiran biobank sebagai penyimpanan data citra fundus retina di pusat mahadata atau big data yang telah lulus kelayakan nanti dapat dibuka untuk keperluan penelitian. (OL-14)

Baca Juga

DOK Pribadi.

Dmax Defo Teknologi Blockchain Hapus Perantara dalam Transaksi Valas

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 15:10 WIB
Ada beberapa masalah yang dihadapi para pelaku pasar seperti waktu penyelesaian yang lama karena melalui perantara, biaya transaksi yang...
AFP/Lionel Bonaventure

Banyak Korban Pinjol Ilegal, #JokowiBerantasPinjolIlegal Menggema di Twitter 

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 00:13 WIB
Kegerahan dan pemintaan netizen ini terlihat dari tagar #JokowiBerantasPinjolIlegal dan keyword Bantai Pinjaman Online Ilegal menjadi...
Dok. Ralali.com

Platform RXPO Ralali.com Sukses Gelar Pameran WHEALTH 2021 Secara Virtual   

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Jumat 15 Oktober 2021, 23:50 WIB
Platform e-commerce Ralali.com berikan solusi melalui pameran B2B virtual yang dapat membantu pelaku bisnis memasarkan produknya secara,...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Risma Marah dan Gaya Kepemimpinan Lokal

ika melihat cara Risma marah di Gorontalo, hal itu tidak terlalu pas dengan norma, etika, dan kebiasaan di masyarakat.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya