Selasa 31 Agustus 2021, 15:33 WIB

Teknologi Pemetaan Laut Dalam Jadi Tantangan Pembangunan di Indonesia

Siswantini Suryandari | Teknologi
Teknologi Pemetaan Laut Dalam Jadi Tantangan Pembangunan di Indonesia

ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman
Pekerja memeriksa gulungan kabel optik sebelum ditanam di bawah laut Jakarta Surabaya

 

LUAS wilayah Indonesia dengan bentang laut dalam menjadi tantangan dalam pembangunan. Untuk menghubungkan daerah antarpulau perlu didukung teknologi pemetaan laut dalam.

"Peran teknologi pemetaan laut dalam adalah sangat penting dalam upaya untuk menjawab berbagai isu-isu baik global maupun nasional yang saat ini memerlukan penyelesaian," kata Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Hammam Riza saat menjadi pembicara kunci di acara webinar Peran teknologi pemetaan bawah laut dan eksistensi landas kontinen Indonesia, yang diselenggarakan oleh Kedeputian Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam melalui Balai Teknologi Survei Kelautan, BPPT, Selasa (31/8).

Persoalan yang sama juga terjadi pada Indonesia terdapat kelangkaan data batimetri nasional.

"Saat ini, Batimetri Nasional (BATNAS) masih sebatas hasil inversi data gravity anomaly hasil pengolahan data altimetri dengan menambahkan data pemeruman (sounding) yang dilakukan oleh beberapa instansi seperti BIG, BPPT, PUSHIDROSAL, LIPI, P3GL, NGDC, BODC, dan lembaga lainnya dengan survei singlebeam echosounder maupun multibeamechosounder," terang Hammam.

Resolusi spasial data BATNAS adalah 6arc-second (180 m) dengan menggunakan datum MSL.Karena itu, survei batimetri secara nasional menjadi sangat penting untuk dilakukan.

"Saya yakin, para narasumber yang akan berbicara pada webinar ini akan mengelaborasi lebih detail pentingnya survei batimetri nasional ini, kepentingan nasional akan data batimetri dan kemudian mendorong terwujudnya ekosistem riset bersama semua stakeholder untuk pemenuhan data batimetri nasional ini," imbuhnya.

Peta kedalaman laut (batimetri) adalah salah satu hasil utama dari survei hidrografi. Yaitu suatu survei yang mempelajari dan menggambarkan bentuk fisik bagian permukaan bumi yang dilingkupi air, termasuk daratan yang berbatasan dengan perairan.

Permukaan bumi yang dilingkupi air mencakup permukaan dan kolom air, juga dasar perairan. Serta perubahan parameter tersebut terhadap waktu. Data batimetri sangat diperlukan dalam berbagai aplikasi pemanfaatan.

Dalam pengembangan dermaga baru ataupun pemeliharaan dermaga yang telah ada, ketersediaan dan pemeliharaan data batimetri menjadi sangat penting. Sebagai contoh, suatu dermaga dirancang dengan kondisi batimetri tertentu, berdasarkan jenis kapal yang dilayani, maupun untuk mengidentifikasi gangguan (hazard) di alur pelabuhan.

Berbagai peralatan teknologi pemetaan untuk survei batimetri telah digunakan untuk berbagai kegiatan program nasional baik yang dilaksanakan oleh pemerintah maupun swasta. "Termasuk untuk keperluan Batimetri Nasional, ekstensi Landas Kontinen Indonesia maupun berbagai keperluan untuk utilitas bawah laut seperti pipa bawah laut dan kabel serat optik untuk komunikasi, peralatan deteksi tinggi muka air laut untuk iklim dan kebencanaan, dan lain sebagainya," pungkasnya.

Pada kesempatan sama Anang A Latif, Durit Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo menjelaskan bahwa pemerintah saat ini mengejar terkoneksinya jaringan internet di seluruh wilayah Indonesia. Untuk itu pemerintah mengoneksikan wilayah-wilayah yang belum terjangkau internet.

"Dengan satelit Palapa Ring akan menjangkau 12.229 km pada tahun ini dari total 458.941 km jaringan yang akan dibangun," kata Anang.

baca juga: BPPT

Kemudian untuk jaringan last mile difokuskan ke Papua dan wilayah lain belum tersambung dengan internet, akan dibangun tower BTS 4G. Selain itu proyek satelit multifungsi Satria-1 yang sudah digunakan, dan akan disusul debgan Satria-2 dan Satria-3 untuk wilayah perdesaan kategori 3T dan non 3T.

"Selama pandemi ini proyek wifi dipercepat 10 tahun karena untuk melayani sekolah, puskesmas, pos polisi dan TNI di perbatasan, layanan publik dan sebagainya. Ditargekan ada 150 ribu titik akan terjangkau wifi di wilayah yang belum terjangkau internet," tambahnya. (N-1)

 

 

 

Baca Juga

MI/Dok Alibaba

Alibaba Rangkul Lansia Agar Bisa Mengikuti Perkembangan Digital

👤Basuki Eka Purnama 🕔Selasa 30 November 2021, 09:55 WIB
Akibat pengetahuan teknologi yang terbatas, kalangan lansia pun kehilangan kesempatan untuk memanfaatkan layanan-layanan digital yang...
DOK Sinar Mas Land.

Dukung Pemain Gim Perempuan, Sinar Mas Land Gelar Ladies Battle

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 29 November 2021, 15:59 WIB
Esport di Indonesia berkembang secara signifikan di mana semakin banyak gamers, streamers, dan penonton yang menjadikan video game sebagai...
Ist

Profesi Game Streamer Mulai Dibidik Para Influencer Milenial

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 28 November 2021, 19:17 WIB
Selain aktif sebagai game streamer di Nimo, Viorenita Sutantu atau ONIC Vior juga aktif mendukung tim esport...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya