Kamis 26 November 2020, 11:20 WIB

Menjaga Karyawan Tetap Terhubung dan Produktif

Mediaindonsia.com | Teknologi
Menjaga Karyawan Tetap Terhubung dan Produktif

AFP/CHRISTOPHE ARCHAMBAULT
Dua orang perempuan tengah bekerja di sebuah kantor di Paris, Prancis dengan mengenakan masker.

 WABAH virus covid-19 mendorong adanya aturan sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH). Adaptasi terhadap cara kerja baru dan hambatan yang didapatkan selama bekerja dari rumah, memberikan tekanan tambahan bagi para karyawan.

Untuk itu, para pemimpin membutuhkan berbagai kiat inovatif dalam menjaga para karyawan untuk tetap terhubung dan produktif di tengah banyaknya kesulitan. Berangkat dari situ Lark hadir dan memungkinkan setiap karyawan untuk bekerja dan berkolaborasi tanpa hambatan jarak dan waktu.

Baca juga: Pekerja Dukung Kebijakan WFH untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi, DKI Jakarta menyatakan bahwa ada kurang lebih 3.914 perusahaan dan 1.057.631 orang karyawan yang telah menerapkan sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH) sejak adanya pandemi covid-19. Keadaan ini mendorong adanya transformasi digital secara cepat dalam alur bekerja.

Kegiatan pekerjaan maupun rapat yang biasanya dilakukan di dalam kantor  tidak lagi dapat dilakukan seperti sebelumnya. Sebagai makhluk sosial, perubahan ini dapat memberi dampak yang cukup besar bagi psikologis manusia. Meskipun demikan, menjaga komunikasi antar karyawan secara jarak jauh bukanlah hal yang mustahil.

"Adanya pandemi memang menimbulkan kesulitan bagi perusahaan, maupun semua yang terlibat di dalamnya, walaupun demikian, kegiatan usaha harus terus dapat berjalan, sehingga target yang direncanakan tetap dapat tercapai. Untuk dapat mencapainya, satu faktor terpenting adalah bagaimana perusahaan dapat terus meningkatkan komunikasi antartim. Melalui komunikasi yang baik, akan tercipta koloborasi yang baik. Dan dengan adanya kolaborasi yang baik, produktivitas di dalam perusahaan juga dapat meningkat," ujar Fardi Yandi, pemilik media kreatif anak muda, Socio Kreatif.

"Bekerja di industri kreatif tidak selalu mulus. Tuntutan untuk selalu inovatif dan kreatif setiap hari dapat membuat kita menjadi stress dan burn out walau itu adalah hal yang wajar dan tidak bisa dipaksakan. Maka fondasi utama untuk menjaga produktivitas kita dalam bekerja di industri kreatif ialah tahu kapan harus rehat sejenak dan kapan harus kembali berjuang. Penting untuk setiap bisnis atau organisasi meluangkan sejenak waktu mereka, membuat team-building virtual agar karyawan dapat tetap terhubung dengan memaksimalkan digital collaboration tools," lanjutnya

Menjalankan bisnis sembari menjaga karyawan tetap terhubung dan bekerja secara efektif di tengah pandemi memang bukan hal yang mudah, terlebih ditambah dengan adanya keharusan untuk beradaptasi secara virtual. Komunikasi adalah kunci berjalannya perusahaan baik antar karyawan maupun antar karyawan dan perusahaan.

"Lark mengerti bahwa setiap bisnis membutuhkan platform yang tepat untuk dapat membantu mereka bekerja dan berkolaborasi secara efektif terlebih dengan kondisi bekerja jarak jauh seperti saat ini. Melalui platform Lark, seluruh anggota tim dapat saling berkomunikasi dan berkolaborasi dari manapun layaknya berada di dalam kantor," cetus Joey Lim, Lark VP of Commercial, Asia.

"Di samping itu Lark dapat diakses menggunakan pc, laptop, tablet, maupun smartphone. Hal ini tentu memudahkan karyawan untuk tetap produktif walaupun mereka saat ini menerapkan work from home, ataupun bekerja dari luar rumah. Kami berharap Lark dapat membantu perusahaan dalam upaya menciptakan proses kolaborasi yang baik, dan alur kerja yang efektif, sehingga setiap bisnis di Indonesia dapat bekerja dengan efektif dan semakin berkembang," imbuhnya.

Lark menurut Joey Lim merupakan inovasi cara kerja virtual yang mentransformasi cara berkolaborasi di tempat kerja dengan menggabungkan berbagai collaboration tools penting dalam satu platform yang saling terhubung. Dengan menghadirkan fitur seperti grup chat yang bisa menjangkau hingga 5.000 orang, panggilan video tanpa batas hingga 100 peserta, dan penyimpanan cloud gratis hingga 200GB, memungkinkan para pengguna untuk berkolaborasi secara dinamis.

Messenger, Konferensi Video, Docs & Sheets, Penyimpanan Cloud, Kalender, dan Mail yang terintergrasi menjadikan Lark pusat komunikasi yang efektif. Selain itu, Lark juga tersedia 11 bahasa tampilan baru, selain bahasa Inggris, Jepang, dan Cina Sederhana, kini pengguna dapat menikmati Lark dalam Bahasa Indonesia, Portugis Brasil, Prancis, Jerman, Hindi, Italia, Korea, Rusia, Spanyol, Thailand, dan Vietnam. Semua fitur tersebut terintegrasi dengan baik dalam sebuah aplikasi tunggal yang tersedia di Mac, PC, iOS, dan Android. (RO/A-1)

Baca Juga

Dok Hitachi Vantara

Platform Kontainer Hitachi Kubernetes Siap Bersaing di Indonesia

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Januari 2021, 12:05 WIB
Platform digital multicloud Hitachi Kubernetes Service diluncurkan secara global mulai hari ini, Rabu...
Dok. Kredivo

Belanja Online Meningkat, Fitur Paylater Diprediksi Makin Populer

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Rabu 20 Januari 2021, 04:45 WIB
Berdasarkan studi dari Coherent Market Insights, pasar “Paylater” global diperkirakan akan tumbuh dari USD 5 juta pada 2019,...
Ilustrasi

Pandemi Covid-19 Dorong Lompatan Teknologi di Indonesia

👤Luhfi Anggraeni 🕔Rabu 20 Januari 2021, 04:15 WIB
Direktur Pemberitaan Media Indonesia Gaudensius Suhardi menyebut ada tiga komponen utama untuk memperkuat penelitian di Tanah Air, yaitu...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya