Rabu 18 Maret 2020, 19:59 WIB

Pekerja Dukung Kebijakan WFH untuk Cegah Penyebaran Covid-19

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Pekerja Dukung Kebijakan WFH untuk Cegah Penyebaran Covid-19

AFP/Alain Jocard
Ilustrasi worrk from home

 

SEJUMLAH perusahaan di Jakarta mulai menerapkan aturan kerja di rumah (work from home/WFH) untuk mengurangi potensi penyebaran virus korona Covid-19 di Indonesia.

Salah satu pekerja yang perusahaannya menerapkan WFH adalah Wahyudin (28). Karyawan swasta yang menduduki posisi supervisor IT Infrastructure itu baru dua hari menjalani WFH. Menurutnya ada kekurangan dan kelebihan selama WFH diterapkan.

"Kelebihannya tentu kita terhindar dari penularan virus korona karena kita hanya di rumah saja sesuai anjuran pemerintah. Ini sangat membantu. Terutama bagi karyawan yang menggunakan transportasi umum," kata Wahyudin saat dihubungi Media Indonesia, Rabu (18/3).

Terlebih lagi ia tidak bisa memastikan semua orang menjaga kebersihan. Selain itu, ia tidak bisa memaksa orang untuk mengikuti anjuran pemerintah untuk menjaga kebersihan.

Ia cukup memahami anjuran dan niat pemerintah soal WFH adalah untuk mencegah korona menyebar lebih luas. Ia juga sangat bersyukur perusahaan tempatnya bekerja mau mengikuti anjuran tersebut.

Baca juga : Ini Imbauan IDI untuk Masyarakat, Rumah Sakit, dan Dokter

"Bersyukur juga perusahaan mau ikuti begitu pemerintah mengimbau," kata Wahyudin.

Namun sebaiknya pemerintah bisa memberi aturan lebih detil kepada perusahaan yang belum bisa mengikuti aturan itu sepenuhnya. Karena menurutnya selama ini orang yang kena virus adalah orang yang kerap bertemu dengan berbagai banyak orang.

"Memang harus diikuti atau sebisa mungkin jam kantor dikurangi, kegiatan lapangan dikurangi, dimodifikasi untuk meminimalisir interaksi," tukasnya.

Sependapat dengan Wahyu, Yanti (33) juga menyambut positif adanya WFH. Karyawan swasta di bidang media itu menyebut di perusahaannya baru akan menerapkan WFH pekan depan.

Yanti malah menginginkan agar WFH bisa diwajibkan dan bukan hanya sekadar imbauan.

Baca juga : Pemerintah Kaji Penerapan Rapid Test Telusuri Kasus Covid-19

"Harus bisa wajib. Karena saya bukan orang lapangan yang harus turun, saya back office tapi tetap saja kantor terlambat mau WFH," tukasnya.

Ia juga meminta agar WFH bisa diperpanjang hingga Covid-19 benar-benar bisa diredakan bahkan dihilangkan sepenuhnya.

"Kantor saya WFH hanya dua pekan. Sementara pemerintah saja masa tanggapnya diperpanjang sampai Mei. Saya maunya ikut pemerintah. Bahkan kalau perlu sampai korona ini mereda sepenuhnya. Karena kita nggak tahu bakal tertular dari siapa kan selama masih ada," tandasnya. (OL-7)

Baca Juga

ANTARA/Aditya Pradana Putra

Pemprov DKI Siapkan 550 Bengkel Penyelenggara Uji Emisi

👤Kautsar Bobi 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 09:36 WIB
Saat ini, baru ada 155 bengkel yang terseber di beberapa daerah di Ibu...
ANTARA/M Risyal Hidayat

DPRD DKI Nilai Prediksi UMP DKI tidak Naik Tepat

👤Hilda Julaika 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 09:04 WIB
Pemprov DKI mau tidak mau harus mengatur keseimbangan antara kesejahteraan buruh dan kelangsungan...
ANTARA/Hafidz Mubarak A

Satu Penggerak STM se-Jabodetabek Diburu Polisi

👤Siti Yona Hukmana 🕔Rabu 21 Oktober 2020, 08:47 WIB
Dia adalah admin akun Facebook STM...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya