Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Kemenkominfo Dorong Teknologi Komputasi Awan Masif Digunakan

Ghani Nurcahyadi
05/11/2020 00:10
Kemenkominfo Dorong Teknologi Komputasi Awan Masif Digunakan
Maket pembangunan data center JAK2 oleh SpaceDC(Dok. SpaceDC)

KEMENTERIAN Komunikasi dan Informatika mendorong pemanfaatan teknologi komputasi awan atau cloud computing guna mendukung visi pemerintah "Go Digital 2020," dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

"Instansi pemerintah, pelaku bisnis, UKM dan pemangku kepentingan lainnya untuk dapat memanfaatkan teknologi komputasi awan guna mendorong efisiensi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat," ujar Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, dalam peresmian data center SpaceDC, JAK2, secara virtual, Rabu.

Semuel mengatakan pandemi Covid-19 telah memengaruhi kehidupan, dan juga mendorong untuk mempercepat laju transformasi digital.

Proses transformasi digital yang semakin cepat, menurut Semuel, juga meningkatkan permintaan akan layanan jarak jauh dan teknologi baru, dan pada akhirnya mendorong pertumbuhan pasar data center di Indonesia.

"Sehubungan dengan itu kami berharap fasilitas data center dapat mendukung kebutuhan akan percepatan agenda transformasi digital dan membuka peluang ini bagi perusahaan dan UKM di Indonesia," kata Semuel.

"Kami semua menyambut baik kemitraan yang menguntungkan, antara publik, sektor swasta, dan kami berkomitmen untuk membuat itu terjadi," dia menambahkan.

Baca juga : Jadi Tulang Punggung Digitalisasi, Begini Evolusi Data Center

Salah satu penyedia pusat data yang berpusat di Singapura, SpaceDC, melihat Asia Tenggara menjadi kawasan yang potensial.

CEO SpaceDC Darren Hawkins menyebut kawasan Asia Tenggara kini memiliki ekonomi internet bernilai lebih dari 100 miliar, dan diperkirakan akan membengkak menjadi 300 miliar dolar AS pada 2025.Hal ini mendorong SpaceDC membuka pusat data pertamanya di Indonesia yang dinamai JAK2.

"Karena Indonesia memiliki populasi dan ekonomi digital terbesar di kawasan Asia Tenggara, masuk akal untuk membuka fasilitas pertama kami di pasar ini," kata Darren.

JAK2 berbasis di Jakarta, dibangun bekerjasama dengan GIC, sebuah badan pendanaan investasi global di Singapura. Data Center Tier III dengan 1,45 MW ini memungkinkan perusahaan lokal dan global terkoneksi lebih baik.

"Dengan konektivitas yang disediakan oleh fasilitas ini, perusahaan lokal dan global sekarang memiliki akses ke fasilitas data center kelas dunia untuk terhubung ke kawasan Asia Tenggara," ujar Darren.

Selain peluncuran JAK2, SpaceDC hari ini juga memulai konstruksi untuk JAK1, fasilitas Tier III 24 MW mendatang yang akan menampilkan kampus data center yang lebih besar dengan kemampuan kinerja yang lebih tinggi. JAK1 akan diluncurkan pada 2021. (Ant/OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ghani Nurcahyadi
Berita Lainnya