Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) lakukan mitigasi dan upaya permanen penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia lewat teknologi modifikasi cuaca (TMC)
"Atas arahan presiden kita harus melakukan mitigasi dan upaya pemanen, karena disimpulkan bahwa karhutla yang selalu terjadi setiap tahun sehingga telah didefinisikan sebagai bencana permanen yang harus dilakukan mitigasinya sebelum itu terjadi," kata Deputi Pengembangan Sumberdaya Alam BPPT Yudi Anantasena , dalam keterangannya Minggu (30/8).
Dia menjelaskan efektivitas TMC telah dibuktikan mampu mengendalikan karhutla. Bahkan, hasil upaya TMC sejak tanggal 13 - 31 Mei 2020 curah hujan di Provinsi Riau meningkatkan menjadi 157 mm yang berarti lebih tinggi 22,4% dari prediksi curah hujan BMKG dan juga lebih tinggi 36% dari rata-rata curah hujan di Provinsi Riau periode 2009-2019.
"Kita sudah melakukan di Riau pada periode 11 Maret - 2 April, kita lakukan 27 sorti dengan menghasilkan air hujan 97,8 juta kubik, operasi cukup berhasil mengurangi dan memitigasi terjadinya kebakaran," sebutnya.
Dia menambahkan di provinsi Sumatera Selatan dan Jambi yang juga mengalami peningkatan curah hujan sekitar 20%-30% akibat dilakukannya TMC pada tanggal 2-19 Juni 2020 di Jambi dan tanggal 2 - 18 Juni di Sumatera Selatan.
"Perlu adanya ekosistem TMC yang solid agar kemajuan teknologi ini dapat diakselerasi," paparnya.
Dia menjelaskan pihaknya memastikan bahwa TMC mampu penambahan tinggi muka air untuk wilayah lahan gambut yang kerap terjadi kebakaran di beberapa wilayah.
"Jadi cukup efektif membuat lahan gambut itu terbasahi, terutama perkebunan atau hutan yang memang dasar lahan gambut. Di dasar lahan batuan mineral itu umumnya hanya sebentar, tapi kita hitung juga curah hujan dikalikan luas dibandingkan sebelumnya cukup efektif," pungkasnya.
Baca juga : Tanggapi Isu Serangan Siber, Dirjen Aptika: Perlu Investigasi
Hasil evaluasi hasil TMC, diketahui curah hujan di Sumatera Selatan mencapai 118 mm. Menurutnya, perbandingan curah hujan aktual dengan prediksi pada periode yang sama penambahan curah hujan melalui kegiatan tersebut sebesar 29,8%.
"Kemudian hasil evaluasi TMC di Jambi pada periode sama diketahui curah hujan di sana mencapai 117,9 mm. Perbandingan curah hujan aktual dengan prediksi periode sama penambahan curah hujan melalui kegiatan TMC mencapai 26,2%," lanjutnya.
TMC untuk wilayah Riau dilakukan sejak 24 Juli hingga sekarang dan TMC di Sumatera Selatan, Jambi dan Kalimantan Barat sejak 12 Agustus.
Selanjutnya TMC dilakukan di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan hingga Oktober, di Kalimantan Barat dari September hingga Oktober, dan di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara pada September hingga Oktober.
Berdasarkan prakiraan curah hujan bulanan 2020 dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), diketahui periode kritis Agustus hingga September pada wilayah provinsi rawan karhutla cenderung rendah. Sementara mulai periode Oktober kondisi curah hujan mengalami peningkatan seiring dengan masuknya periode awal musim hujan tahunan. (OL-2)
Tim gabungan Polda Kalbar, BPBD Kubu Raya, dan pemadam swasta memadamkan karhutla seluas empat hektare yang berlangsung lima hari di radius 1–2 kilometer dari Bandara Supadio.
Pemerintah kini mengedepankan perubahan paradigma pengendalian karhutla dengan fokus utama pada pencegahan sebagai langkah antisipatif.
Studi terbaru Cedars-Sinai mengungkap lonjakan drastis serangan jantung dan gangguan paru pasca-kebakaran hutan LA Januari 2025.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Riau akan mengakhiri masa status siaga darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada 30 November 2025.
Efikasi masyarakat dan norma kelompok terbukti lebih berpengaruh terhadap partisipasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dibandingkan pendekatan berbasis rasa takut.
BMKG melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) 2025 untuk mengantisipasi cuaca ekstrem dan mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai daerah.
Harga ikan di Pasar Tradisional Naikoten 1 dan Pasar Ikan Oeba, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mengalami kenaikan signifikan akibat cuaca buruk.
CUACA buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi mulai melanda perairan Sumba, Nusa Tenggara Timur. Kondisi ini berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, mengatakan, saat ini Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di wilayah utara Benua Australia
Dari 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat, tujuh wilayah diprakirakan akan diguyur hujan lebat hingga hujan sangat lebat. Sedangkan, 18 wilayah hujan sedang dan hujan lebat
Bencana banjir dipicu cuaca ekstrem di Kudus dan Patimeluas, di Kabupaten Kudus merendam 8 desa di 4 kecamatan dan Kabupaten Pati merendam dan 59 desa di 15 kecamatan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved