Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PENUMPUKAN sampah di sejumlah lokasi di Tangsel hanya secuil potret dari carut-marutnya pengelolaan sampah di Indonesia. Guru Besar ITB mengingatkan bom waktu dari konsep TPA di Indonesia.
penegakan hukum pidana dalam kasus lingkungan merupakan mekanisme kompleks yang membutuhkan pembuktian ketat.
Pengamat kebijakan publik menilai darurat sampah nasional bukan sekadar masalah infrastruktur, melainkan krisis perilaku masyarakat dalam mengelola limbah.
Krisis sampah di Tangerang Selatan akhirnya meledak. Ketergantungan penuh pada satu tempat pembuangan akhir, TPA Cipeucang, membuat sistem pengelolaan lumpuh ketika fasilitas itu ditutup sementara. Akibatnya, lebih dari seribu ton sampah per hari tak tertangani, menumpuk di jalan, pasar, hingga flyover, memaksa pemerintah kota menetapkan status tanggap darurat.
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyebut krisis sampah sebagai momentum transisi menuju pengolahan sampah modern berbasis teknologi melalui proyek PSEL.
Pembukaan TPA Cipeucang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak. Penutupan ini tentu juga bedampak kepada kepentingan umum warga Tangsel, termasuk warga sekitar Cipeucang.
Lemahnya pengawasan terhadap arus truk pengangkut sampah membuat TPA Cipeucang berpotensi menjadi tempat pembuangan lintas wilayah
Pemerintah masih memprioritaskan persoalan yang bersifat fisik, akibatnya di banyak daerah persoalan over capacity (kelebihan kapasitas) menjadi bom waktu.
Pemkot Tangsel memastikan penanganan TPA Cipeucang terus berjalan bertahap dan mengajak warga bersabar.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved