Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Sejak Januari hingga jelang Natal dan tahun baru (nataru) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) 2.436 kali dengan omzet mencapai Rp45,7 miliar.
GPM yang bersumber dari APBD Kabupaten Toba ini menyasar warga dari 23 desa se-Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba.
Kepala DKP Kota Pekanbaru Muhammad Jamil mengatakan, GPM merupakan agenda rutin yang digelar dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan.
Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemko Padang Panjang di halaman parkir Masjid Taqwa Muhammadiyah, Kamis (16/10), disambut antusias warga.
Harga telur ayam ras yang hingga kini mencapai Rp29.000-Rp30.000 per kilogram, daging ayam potong Rp36.000 per kilogram dan mintak goreng Rp16.000-Rp18.000 per liter.
Polresta Banyuwangi bekerja sama dengan Bulog menggelar Gerakan Pangan Murah sebagai upaya mewujudkan stabilisasi pasokan, harga dan pengendalian infasi.
Pemprov Jawa Timur menggelar 828 titik Gerakan Pangan Murah (GPM) di 2025. GPM kali ini untuk menjaga stabilitas harga serta memastikan keterjangkauan kebutuhan pokok bagi masyarakat.
Gerakan Pangan Murah dinilai belum sepenuhnya efektif menekan harga beras di masyarakat. Keterbatasan pasokan beras SPHP membuat GPM masih sulit menjadi pengendali utama harga beras di pasar.
Terdapat berbagai bahan kebutuhan pokok yang disediakan di mobil Pak AMAN seperti beras, minyak goreng, cabai, gula pasir, telur dan kebutuhan pangan lainnya.
Gerakan Pangan Murah bertujuan menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan pokok, baik di tingkat produsen maupun konsumen.
Gelontoran program GPM dari Pemprov Jateng berbentuk beras SPHP 5 kg, gula pasir, minyak goreng, dan telur.
Mentan Andi Amran Sulaiman menyatakan, pemerintah akan fokus melakukan operasi pasar besar-besaran di sebanyak 214 kabupaten seluruh Indonesia yang mengalami kenaikan harga beras.
Pasar murah ini digelar untuk menjaga daya beli masyarakat khususnya terhadap komoditas pangan strategis dan mendukung upaya pengendalian inflasi.
Program ini bertujuan menjaga ketersediaan pangan sekaligus mengendalikan harga beras di pasaran melalui Gerakan Pangan Murah (GPM).
Produk paling diburu warga adalah beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Komoditas ini dijual Rp58 ribu per 5 kilogram, lebih murah dari Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp65.500.
Siti, 42, misalnya, warga Kecamatan Pacet itu sengaja datang ke halaman kantor kecamatan untuk membeli beras.
GPM tidak hanya dipusatkan di kantor camat, tetapi juga digelar di kantor pos dan sejumlah titik lainnya.
Program ini diharapkan membantu menjaga daya beli masyarakat, terutama di tengah potensi fluktuasi harga pangan.
Gerakan Pangan Murah digelar untuk menjaga stabilisasi harga pangan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat.
Kegiatan ini masih merupakan rangkaian peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia, yang digelar secara nasional di 7.625 kecamatan se-Indonesia,
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved