Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Gelar GPM 2.436 Kali, Pemprov Jawa Tengah Dulang Omset Rp45,7 Miliar

Akhmad Safuan
20/12/2025 09:23
Gelar GPM 2.436 Kali, Pemprov Jawa Tengah Dulang Omset Rp45,7 Miliar
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen memberikan pangan murah kepada anggota ojek online.(MI/Akhmad Safuan)

SEJAK Januari hingga jenjang Natal dan tahun baru (Nataru) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di seluruh daerah sebanyak 2.436 kali dengan  omzet mencapai Rp45,7 miliar.

Pemantauan Media Indonesia Sabtu (20/12) Gerakan Pangan Murah (GPM) terus digencarkan di sejumlah daerah, selain menjaga stabilitas harga pangan langkah ditempuh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ini adalah guna membantu meningkatkan daya beli warga sekaligus membantu keluarga kurang mampu.

"Kami sudah dekat GPM di seluruh daerah di Jawa Tengah sebanyak 2.436 kali dengan  omzetnya mencapai Rp45,7 miliar," kata Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen seusai penjualan pangan murah bagi komunitas ojek online di Gudang Perum Bulog, Pedurungan, Kota Semarang.

Gerakan Pangan Murah ini, menurut Taj Yasin, yakni menjual berbagai jenis kebutuhan seperti beras, jagung, minyak, daging dan bahan pokok lain saat harganya melonjak, sehingga dapat menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan di provinsi ini. "GPM ini juga memfasilitasi masyarakat untuk mendapatkan bahan kebutuhan pokok yang terjangkau," tambahnya.

Berbagai kebutuhan pokok yang dibeli Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dari petani ini, ungkap Taj Yasin, memberikan harga layak yang diharapkan dapat mengintervensi harga-harga yang berpotensi melonjak di pasaran. Harga pangan di GPM ini, kata dia, mendapat subsidi dari Pemrpov sehingga sangat bermanfaat bagi warga .

Melalui program GPM ini, kata dia, pemerintah menyiapkan skema untuk mengendalikan inflasi di wilayahnya maupun harga-harga bahan pokok, sehingga dapat menyambut Nataru dengan rasa aman, tenang, dan penuh sukacita, tanpa kekhawatiran sama sekali terhadap ketersediaan dan harga bahan pangan. “Kita bisa melihat Gudang (Perum) Bulog kita, masih aman terkendali. Insya Allah ketersediaan pangan mencukupi,” ujar Taj Yasin.

Sejauh ini produksi pangan di Jawa Tengah tetap surplus, demikian Taj Yasin Maimoen, sehingga provinsi ini mampu menyumbang ketahanan pangan nomor dua terbesar secara nasional. "Kita akan terus genjot produksi pangan di tahun-tahun mendatang hingga terus meningkat," tambahnya. (E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya