Headline
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
Kumpulan Berita DPR RI
Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel menyatakan Indonesia butuh armada laut yang prima dalam berbagai jenis.Pemerintah harus evaluasi kondisi alutsista AL saat ini.
Menurut dia, BPK bisa menelusuri mulai dari tahapan perawatan, perbaikan and operasional (MRO). Pada bagian ini, akan diketahui bagaimana proses sebuah alutista itu dirawat.
Kapal selam yang hilang itu dilaporkan membawa 53 awak selama pelatihan, kata Kementerian Pertahanan Indonesia. Namun, menurut Ridzwan, muatan kapal itu memiliki kapasitas maksimum 40 orang.
Investasi dalam bidang pertahanan akan dilakukan lebih besar tanpa mengganggu pembangunan kesejahteraan.
“Produksi dan pengembangan bersama alutsista terdepan, seperti pesawat tempur dan kapal selam akan menguntungkan kedua negara secara nyata.”
Ketua Komisi I DPR RI Meutya Viada Hafid mengatakan, tidak saja pengadaan alat utama sistem pertahanan (alutsista), tapi juga sarana dan prasarana pendukung harus ditambah.
Abdul Kharis Almasyhari mendorong agar perawatan terhadap alat utama sistem senjata (Alutsista) yang ada di Landasan Udara Iswahyudi, Madiun, dilakukan dengan rutin.
Kapal selam pertama buatan industri pertahanan dalam negeri PT PAL Indonesia bekerja sama dengan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME) Korea Selatan.
Untuk itu, ia meminta laporan secara tertulis terkait kebutuhan yang ada di TNI untuk diperjuanagkan di Badan Anggaran (Banggar) DPR RI.
MENTERI Pertahanan Prabowo Subianto mengingatkan TNI dan publik tentang pentingnya doktrin klasik pertahanan rakyat semesta.
TNI Angkatan Darat (AD) masih memerlukan tambahan helikopter jenis serang hingga angkut untuk kebutuhan latihan dan operasi lapangan.
PT Batamec Shipyard kembali mendapat pesanan dari TNI AL membuat kapal JENIS BCM.
Dengan revisi Pasal 11 UU Industri Pertahanan melalui UU Ciptaker itu, swasta bisa ikut berkontribusi, berkreativitas, dan berinvestasi lebih besar bagi pertahanan negara.
DPR RI juga meminta tragedi yang terjadi pada Kamis (10/9) dapat dijelaskan ke publik.
Tiap negara sebaiknya bersiap membangun ketahanan pangan dan tidak tergantung pada impor dari negara lain.
Alutsista TNI Angkatan Laut ini, lanjut dia, merupakan kapal perang produksi dalam negeri yang diproduksi PT Karimun Anugrah Sejati
Elang Hitam yang berkemampuan terbang selama 24 jam akan dilengkapi dengan senjata hasil produksi PT Dirgantara Indonesia.
DIREKTUR Utama (Dirut) PT Dirgantara Indonesia (DI) Elfien Goentoro mengakui kapasitas produksi PT DI sempat anjlok hingga 60% akibat pandemi covid-19.
Pembelian jet tempur ini hanya memindahkan masalah yang bakal dihadapi Austria dalam merawat pesawat bekas tersebut.
Dalam waktu dekat Komisi I akan menanyakan hal tersebut pada Menhan untuk dilakukan pendalaman atas rencana itu.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved