Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
TNI Angkatan Darat (AD) masih memerlukan tambahan helikopter jenis serang hingga angkut untuk kebutuhan latihan dan operasi lapangan. Kebutuhan lain untuk mendukung ketangguhan TNI-AD ialah roket.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa mengungkapkan hal itu saat menghadiri latihan tempur antarcabang (latancab) Kartika Yudha 2020 di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) TNI-AD, Baturaja Timur, Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra Selatan, kemarin.
“Hari ini sebetulnya sudah jauh lebih baik daripada tahun sebelumnya, tapi memang masih banyak kekurangan kami, misalnya jumlah pesawat terbang heli ini. Kalau ditanya, ya, kurang,” ujar Andika.
Menurut KSAD, idealnya TNIAD memiliki jumlah heli angkut hingga serang lebih banyak daripada ketersediaan yang ada sekarang. Total alutsista yang ada seperti heli Apache baru ada delapan.
“Heli angkut harusnya punya yang lebih besar. Karena daya angkutnya lebih besar tadi. Itu yang kita punya hanya MI17 tadi angkut, tadi ada. Tapi tidak, tapi hanya itu,” tuturnya.
Kekurangan alutsista lainnya ialah roket untuk meningkatkan akurasi serangan. “Meriam, misalnya. Tadi Astros itu roket, sekarang ini sudah ada rudal, guided missile, sehingga akan lebih akurat. Kalau tadi Astros yang 19 kilo (kilometer) itu akurasinya 1,5 hektare. Rudal meter, bukan kilo lagi, paling 10 meter,” papar KSAD.
Kendati begitu, TNI-AD memanfaatkan alutsista yang ada secara maksimal dalam latihan kali ini. Ke depan dengan tambahan alutsista dan teknologi baru kemampuan tempur TNI-AD dapat lebih baik lagi.
“Kita sudah berusaha memaksimalkan dengan menggunakan teknologi terbaru. Dalam hal komunikasi maupun bagaimana kami mengintegrasi ke semuanya,” pungkasnya.
TNI-AD menggelar latancab dengan sandi Kartika Yudha 2020 ini di dua tempat. Pertama, di Markas Komando Brigif R-9 untuk latihan posko satu. Kedua, latihan simulasi tempur komputer serta latihan taktis di Pusat Latihan Tempur Kodiklatad, Baturaja, Sumatra Selatan. Gelaran itu mengerahkan personel sebanyak 3.123 prajurit dari Brigif R-9/2 Kostrad serta 1.872 orang pelatih dan pendukung.
“Total 33 hari dengan rincian serpas berangkat 8 hari, pelaksanaan 16 hari, serpas kembali 9 hari,” imbuh Kepala Dinas Penerangan TNI-AD Brigadir Jenderal TNI Nefra Firdaus. (Cah/P-2)
TNI Angkatan Udara menggelar latihan tempur udara di wilayah Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, mengawasi serangkaian latihan artileri di bagian barat negaranya, menurut laporan KCNA.
Kepala Angkatan Laut Rusia bertemu dengan kepala junta Myanmar menjelang latihan angkatan laut gabungan yang dimulai hari ini Selasa (7/11)
KOREA Utara (Korut) melakukan simulasi latihan bertajuk serangan nuklir taktis pada Sabtu (2/9).
Militer Indonesia dan Amerika Serikat (AS) menggelar latihan bersama (Latma) Cope West dan Military To Military Connection (M2MC) tahun 2023.
PLN Babel berhasil memberikan layanan listrik tanpa kedip untuk menyukseskan acara latihan gabungan (Latgub) Jalak Sakti dan Trisula Perkasa TNI AU.
Kapan pendaftaran TNI AD 2026 dibuka? Simak jadwal lengkap Tamtama, Bintara, dan Taruna Akmil, syarat terbaru (tinggi badan 158 cm), serta panduan lolos seleksi di sini.
Pendaftaran Tamtama PK TNI AD Gelombang I TA 2026 masih dibuka hingga 29 Januari. Validasi data dimulai hari ini, 6 Januari 2026. Simak syarat lengkapnya.
Demonstrasi militer dan parade serta pameran alat utama sistem senjata (alutsista) tersebut digelar dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Juang TNI AD.
Empat Unit Kendaraan Operasional Diserahkan kepada Kementerian Pertahanan Republik Indonesia Guna Percepatan Bantuan di Wilayah Terdampak Bencana.
Hingga Minggu (30/11), total 21.707 personel TNI AD dikerahkan untuk membantu percepatan penanganan dampak banjir bandang di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Akibat banjir dan tanah longsor yang terjadi sejak 21 November 2025 dan menimpa 13 kabupaten/kota di Sumatra Utara, BNPB menyebutkan telah 58 orang ditemukan meninggal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved