Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

FIFA Buka Penjualan 3 Juta Tiket Fase Terakhir Piala Dunia 2026

Khoerun Nadif Rahmat
02/4/2026 13:07
FIFA Buka Penjualan 3 Juta Tiket Fase Terakhir Piala Dunia 2026
Ilustrasi(Antara)

FIFA resmi membuka fase keempat sekaligus terakhir penjualan tiket Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Lebih dari tiga juta tiket mulai diperebutkan oleh para penggemar sepak bola di seluruh dunia sejak Rabu (1/4) waktu setempat untuk turnamen yang dijadwalkan bergulir mulai 11 Juni hingga 19 Juli mendatang.

Otoritas tertinggi sepak bola dunia itu menyatakan bahwa fase penjualan "menit-menit terakhir" ini dibuka melalui situs resmi dengan sistem siapa cepat dia dapat.

Penjualan akan terus dibuka hingga partai final usai pada 19 Juli. Tiket akan dilepas secara bertahap, bahkan dalam beberapa kesempatan, FIFA menyebut tiket untuk pertandingan yang berlangsung pada hari yang sama pun tetap bisa tersedia.

Antusiasme tinggi membuat para calon pembeli harus diarahkan ke halaman antrean virtual yang bisa memakan waktu hingga beberapa jam.

"Hitung mundur akan muncul sebelum Anda dapat memasuki fase penjualan tiket. Setelah hitung mundur berakhir, tombol 'Masuk' akan tersedia selama 5 menit. Klik tombol tersebut untuk mengakses," demikian petunjuk resmi dari pihak penyelenggara sebagaimana dikutip dari AFP.

Secara keseluruhan, hampir tujuh juta tiket disediakan untuk turnamen itu dengan mempertimbangkan kapasitas 16 stadion tuan rumah.

Lebih dari tiga juta tiket telah terjual pada tiga fase sebelumnya, termasuk satu juta tiket pada fase undian acak di awal tahun yang kebanjiran 500 juta permintaan.

FIFA diprediksi akan memecahkan rekor penjualan tiket sepanjang masa milik Piala Dunia 1994 yang mencapai 3,5 juta lembar.

Turnamen edisi kali ini akan mencetak sejarah dengan diikuti oleh 48 tim yang bertanding dalam 104 laga, di mana 78 pertandingan di antaranya bakal digelar di Amerika Serikat.

Namun, di balik kemegahannya, persoalan tiket terus memicu kontroversi. FIFA dituding mematok harga selangit dan abai terhadap janji awal.

Organisasi Football Supporters Europe (FSE) dan Euroconsumers bahkan telah mengajukan keluhan kepada Komisi Eropa pada 24 Maret lalu.

Mereka menuding adanya penyalahgunaan posisi dominan pasar dan mendesak FIFA meninggalkan prosedur pembelian yang dianggap "buram dan tidak adil". 

Menanggapi kritik tersebut, Presiden FIFA Gianni Infantino membela kebijakan harga organisasinya dengan alasan adanya permintaan yang sangat tinggi.

FIFA sebenarnya sempat memperkenalkan kategori tiket seharga 60 dolar AS atau sekitar Rp940 ribu khusus untuk klub suporter resmi pada Desember lalu.

Namun, FSE menyebut kuota tersebut sudah hampir habis sebelum penjualan untuk publik umum dibuka.

Di sisi lain, platform resmi penjualan kembali dan penukaran tiket dijadwalkan dibuka pada Kamis (2/4), meski platform itu juga dikritik karena harga jual kembali yang tetap tinggi.

Pihak FIFA berdalih tidak ikut campur dalam mekanisme pasar antarpenggemar tersebut karena penjual memiliki wewenang untuk "menentukan harga jual setiap tiket" di wilayah Kanada dan Amerika Serikat.

Kondisi berbeda berlaku di Meksiko, di mana regulasi hukum setempat melarang penjualan kembali tiket dengan harga melebihi nilai aslinya. (Ndf/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya