Headline

“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.

Profil Roberto De Zerbi: Arsitek De Zerbi-ball yang Kini Menukangi Tottenham Hotspur

Basuki Eka Purnama
01/4/2026 04:37
Profil Roberto De Zerbi: Arsitek De Zerbi-ball yang Kini Menukangi Tottenham Hotspur
Pelatih baru Tottenham Hotspur Roberto De Zerbi(AFP/BEN STANSALL )

TOTTENHAM Hotspur resmi memulai era baru di tahun 2026 dengan menunjuk Roberto De Zerbi sebagai manajer anyar mereka. Penunjukan ini disambut antusias oleh para penggemar The Lilywhites yang merindukan sepak bola menyerang dan atraktif di Tottenham Hotspur Stadium, London.

Siapa Roberto De Zerbi?

Lahir di Brescia, Italia, pada 6 Juni 1979, De Zerbi adalah mantan pemain sepak bola yang berposisi sebagai gelandang serang. Namun, namanya justru meroket di kancah dunia saat ia beralih profesi menjadi pelatih. Ia dikenal sebagai salah satu pemikir taktik paling inovatif di sepak bola modern saat ini.

Filosofi Taktik: Mengenal De Zerbi-ball

Satu hal yang membuat De Zerbi begitu spesial adalah identitas permainannya yang sangat kuat, yang sering dijuluki media sebagai "De Zerbi-ball". Berikut adalah pilar utama taktiknya:

  • Build-up Berisiko Tinggi: De Zerbi menginstruksikan pemainnya untuk mengundang tekanan lawan hingga ke area kotak penalti sendiri sebelum melakukan operan cepat untuk mematahkan garis pertahanan lawan.
  • Provokasi Pressing: Ia menggunakan penguasaan bola bukan sekadar untuk bertahan, melainkan untuk memancing lawan keluar dari posisinya (provoked pressing).
  • Verticality: Begitu celah terbuka, tim asuhannya akan menyerang secara vertikal dengan kecepatan tinggi menuju gawang lawan.
Pep Guardiola pernah menyebut De Zerbi sebagai salah satu pelatih paling berpengaruh dalam satu dekade terakhir. Keberaniannya memainkan bola pendek di area pertahanan sendiri menjadi standar baru yang kini banyak ditiru pelatih muda di Eropa.

Rekam Jejak Karier

Sebelum mendarat di London Utara, De Zerbi telah mengasah kemampuannya di berbagai liga top Eropa:

  1. Sassuolo (Italia): Mengubah tim papan tengah menjadi kekuatan yang disegani di Serie A dengan sepak bola ofensif.
  2. Shakhtar Donetsk (Ukraina): Memenangi Piala Super Ukraina sebelum konflik memaksa kompetisi berhenti.
  3. Brighton & Hove Albion (Inggris): Membawa The Seagulls mencetak sejarah dengan lolos ke kompetisi Eropa untuk pertama kalinya. Di sini, ia membuktikan bahwa filosofinya sangat efektif di kerasnya Premier League.
  4. Marseille (Prancis): Sempat melanglang buana ke Ligue 1 sebelum akhirnya memutuskan kembali ke Inggris untuk menerima tantangan Daniel Levy.

Tabel Statistik Kepelatihan (Estimasi)

Klub Durasi Gaya Utama
Sassuolo 2018-2021 Positional Play
Brighton 2022-2024 Attacking/Build-up
Tottenham 2026-Sekarang High Pressing/Fluid

Kesimpulan

Kedatangan Roberto De Zerbi ke Tottenham Hotspur menandai ambisi besar klub untuk meninggalkan gaya bermain pragmatis. Dengan skuad yang memiliki kecepatan di lini depan, "De Zerbi-ball" diprediksi akan membuat Tottenham menjadi salah satu tim paling menghibur untuk ditonton di musim 2026/2027.

Bagaimana pendapat Anda, apakah De Zerbi mampu membawa trofi pertama bagi Tottenham setelah sekian lama?

PENAFIAN

Artikel ini diolah dan disusun oleh kecerdasan buatan (AI) dan telah melalui proses penyuntingan serta verifikasi fakta oleh redaksi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya