Headline

Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.

John Herdman Tetap Optimistis Meski Timnas Indonesia Takluk dari Timnas Bulgaria

Basuki Eka Purnama
31/3/2026 04:27
John Herdman Tetap Optimistis Meski Timnas Indonesia Takluk dari Timnas Bulgaria
Pelatih timnas Indonesia John Herdman(MI/Khoerun Nadif Rahmat)

KEKALAHAN tipis 0-1 timnas Indonesia dari timnas Bulgaria pada laga final FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senin (30/3), tidak meruntuhkan optimisme pelatih skuad Garuda, John Herdman

Meski gagal mengangkat trofi, performa skuad Garuda dinilai menjadi fondasi kokoh menuju Piala AFF (ASEAN Cup) yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Juli hingga 26 Agustus 2026 mendatang.

Sebelumnya, Indonesia tampil meyakinkan dengan melumat Santo Kits and Nevis empat gol tanpa balas. Namun, saat menghadapi Bulgaria yang menempati peringkat 85 dunia, dominasi permainan yang ditunjukkan anak asuhnya justru menjadi sinyal positif bagi Herdman. Ia melihat adanya progres signifikan dalam kemampuan adaptasi pemain terhadap struktur taktis dan permainan fisik.

"Seharusnya malam ini menjadi kemenangan bagi Indonesia. Bulgaria adalah tim peringkat 85 dunia, tapi saya pikir malam ini Indonesia bermain lebih baik. Kekalahan ini menyakitkan, tapi grup ini akan belajar dan tumbuh dari sini," ujar Herdman usai laga.

Kehadiran pemain muda seperti Dony Tri Pamungkas dan Beckham Putra dari bangku cadangan juga mendapat sorotan khusus. 

Herdman menilai keduanya memberikan dampak besar, terutama saat berduel dengan lawan yang memiliki keunggulan postur fisik.

"Saya pikir Beckham dan Dony tampil sangat baik malam ini. Mereka menunjukkan bahwa untuk Piala Hyundai (Piala AFF), mereka bisa menjadi pemain besar bagi Indonesia di masa depan," tutur pelatih asal Inggris tersebut.

Lebih lanjut, ia terkesan dengan pertumbuhan kepercayaan diri para pemain muda yang mampu memahami gaya main tim hanya dalam waktu singkat. 

"Mereka tumbuh dalam kepercayaan diri hanya dalam beberapa hari, mereka memahami gaya main kami, dan saya pikir masih banyak lagi yang akan datang dari tim ini," imbuhnya.

Eks pelatih Timnas Kanada ini menyadari tantangan terbesar saat ini adalah keterbatasan waktu berkumpul. Meski demikian, ia memuji etos kerja seluruh pemain, termasuk kelompok kepemimpinan yang dihuni oleh Jay Idzes, Kevin Diks, hingga Emil Audero.

Chemistry antara pemain lokal dan diaspora yang semakin cair menjadi modal berharga menjelang turnamen di level Asia Tenggara. Herdman meyakini bahwa proses ini akan membuahkan hasil seiring berjalannya waktu.

"Saya percaya tim yang Anda lihat sekarang akan berbeda seiring berjalannya waktu. Tidak ada 'tim impian' yang instan, tapi tim ini akan terus membaik," pungkasnya. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya