Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
PELATIH Timnas Indonesia, John Herdman, menegaskan bahwa kerangka skuat Garuda saat ini masih bersifat dinamis. Usai kekalahan tipis 0-1 dari timnas Bulgaria di laga final FIFA Series 2026, Senin (30/3), Herdman menyebut timnya masih dalam proses pencarian komposisi pemain yang paling ideal.
Meski harus puas menempati posisi runner-up, perjalanan Indonesia di turnamen ini sempat diwarnai performa meyakinkan saat melibas Santo Kits dan Nevis dengan skor telak 4-0. Namun, kekalahan di partai puncak menjadi momentum bagi Herdman untuk mengevaluasi kedalaman skuat yang ada.
Pada laga final tersebut, Indonesia turun dengan komposisi awal yang mengandalkan Emil Audero di bawah mistar. Barisan pertahanan diisi Kevin Diks, Jay Idzes, dan Rizky Ridho.
Sementara itu, lini tengah hingga depan ditempati oleh Justin Hubner, Nathan Tjoe-A-On, Calvin Verdonk, Joey Pelupessy, Ragnar Oratmangun, Ole Romeny, dan Ramadhan Sananta.
Guna mencari formula terbaik, Herdman melakukan serangkaian rotasi sepanjang babak kedua. Ivar Jenner masuk menggantikan Sananta di awal paruh kedua. Menyusul kemudian Elkan Baggott dan Eliano Reijnders yang masing-masing menggantikan Nathan serta Ragnar pada menit ke-59.
Di sisa laga, Doni Tri Pamungkas dan Beckham Putra juga diberi kesempatan tampil menggantikan Justin Hubner serta Joey Pelupessy.
Usai pertandingan, pelatih asal Kanada tersebut menekankan bahwa membangun identitas tim membutuhkan waktu yang tidak singkat. Ia memberikan analogi saat dirinya menangani timnas Kanada sebelumnya.
"Jika Anda bertanya kepada saya pada 2018 saat saya mengambil alih timnas Kanada, bagaimana tim itu akan terlihat pada 2022, itu benar-benar berbeda dari yang saya mulai. Ini bagian dari perjalanan yang akan kami jalani," ujar Herdman.
Ia menambahkan bahwa seleksi alam dalam skuat akan terus terjadi. Herdman mencari pemain yang tidak hanya memiliki kualitas teknis, tetapi juga karakter dan determinasi tinggi demi target jangka panjang menuju Piala Dunia 2030.
"Beberapa pemain akan tetap, sebagian lainnya akan melanjutkan perjalanan ini dan terus berjuang untuk Indonesia serta meningkatkan kualitas. Tetapi kami harus memenangkan pertandingan. Saya harus menemukan pemain yang memiliki keinginan mutlak, naluri membunuh, semangat, dan kemauan untuk datang ke sini, berjuang, untuk memastikan kami lolos ke 2030. Itu misi kami," tegasnya.
Herdman menilai terlalu dini untuk mematok susunan pemain tetap di tahun pertama kepelatihannya. Menurutnya, potensi Indonesia masih sangat besar, terutama dengan adanya pantauan terhadap pemain yang berkarier di Eropa maupun talenta lokal.
"Saya tidak bisa mengatakan sekarang tim impian pada tahun pertama saya. Indonesia baru saja memulai. Kami punya lebih banyak potensi dan pemain baru akan muncul. Kami akan melihat pemain di Eropa dan pemain lokal," tambahnya.
Mengakhiri keterangannya, Herdman optimis bahwa komposisi Timnas Indonesia akan terus berkembang dan menjadi lebih solid seiring berjalannya waktu.
"Saya percaya tim yang Anda lihat sekarang akan berbeda seiring waktu. Tidak ada tim impian. Tim ini akan menjadi lebih baik, akan berkembang, dan kami akan menemukan lebih banyak pemain baru," pungkasnya. (Z-1)
Menurut Justin Hubner, pelatih timnas Indonesia john Herdman memiliki pendekatan yang berbeda dalam memotivasi pemain.
Meski timnas Indonesia harus mengakui keunggulan timnas Bulgaria dengan skor tipis 0-1, performa Calvin Verdonk dinilai menjadi titik cerah dalam pertandingan tersebut.
John Herdman menegaskan bahwa secara permainan, timnas Indonesia mampu mengimbangi bahkan melampaui performa timnas Bulgaria, yang secara peringkat FIFA berada di posisi ke-85 dunia.
Kekalahan tipis 0-1 timnas Indonesia dari timnas Bulgaria pada laga final FIFA Series 2026 tidak meruntuhkan optimisme pelatih skuad Garuda, John Herdman.
John Herdman menegaskan dirinya tidak ingin terburu-buru melakukan evaluasi teknis karena masih dalam kondisi emosional setelah gagal membawa timnas Indonesia mencetak sejarah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved