Headline

Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.

Cerita Lionel Messi tentang Penyesalan Terbesar di Luar Lapangan Hijau

Basuki Eka Purnama
26/2/2026 03:42
Cerita Lionel Messi tentang Penyesalan Terbesar di Luar Lapangan Hijau
Penyerang Inter Miami Lionel Messi.(AFP/Frederic J. Brown)

BAGI seorang megabintang dengan delapan gelar Ballon d’Or, Lionel Messi nyatanya memiliki penyesalan yang tidak berkaitan dengan sepak bola. 

Dalam wawancara terbaru bersama podcast Meksiko, Miro de Atras, Rabu (25/2), pemain Inter Miami tersebut secara terbuka mengakui penyesalannya karena tidak serius mempelajari bahasa Inggris di usia muda.

Messi menyadari bahwa keterbatasan bahasa ini berdampak signifikan pada kehidupan sehari-harinya, terutama saat ia harus membangun relasi dengan berbagai kalangan di tingkat internasional.

"Saya menyesali banyak hal. Salah satunya tidak belajar bahasa Inggris sewaktu kecil. Saya punya waktu untuk setidaknya belajar bahasa Inggris dan saya tidak melakukannya," ujar Messi.

La Pulga, julukan bagi Messi, tidak memungkiri bahwa ia kerap merasa canggung saat berada di lingkungan yang diisi oleh orang-orang hebat, namun tidak mampu terlibat penuh dalam percakapan. Ia bahkan menggambarkan perasaan tersebut dengan cukup jujur.

"Ketika saya berbicara dan mengobrol dengan mereka, saya merasa setengah bodoh," ungkapnya.

Pengalaman pribadi ini memicu Messi untuk kini lebih menekankan pentingnya pendidikan sejak dini kepada anak-anaknya. Ia mendorong mereka agar memanfaatkan kesempatan belajar sebaik mungkin. 

"Saya selalu mengatakan kepada anak-anak saya untuk memanfaatkannya. Mereka memiliki situasi yang berbeda dari yang saya alami meskipun saya tidak pernah kekurangan apa pun," tambah Messi.

Perjalanan karier Messi memang memaksa dirinya untuk beradaptasi dengan cepat sejak usia belia. Ia pindah ke Barcelona di usia 13 tahun, sebuah transisi besar yang tentu memengaruhi pola pendidikannya. 

Messi mengenang bahwa masa-masa terakhirnya bersekolah di Argentina terasa sulit karena pikirannya sudah tertuju pada kepindahannya ke Spanyol. Setelah tiba di Barcelona, ia menyelesaikan pendidikan menengahnya bersama pemain muda lain di akademi La Masia.

Meski menyimpan penyesalan terkait bahasa, Messi menegaskan bahwa sepak bola telah memberinya pelajaran hidup yang tidak ternilai. Baginya, olahraga yang telah membesarkan namanya tersebut adalah guru terbaik.

"Sepak bola mengajarkan banyak hal, memberikan banyak nilai. Sepak bola menciptakan ikatan seumur hidup. Anda mengenal berbagai tempat," pungkas sang legenda.

Pengakuan Messi ini menjadi pengingat bagi banyak orang bahwa meski seseorang telah mencapai puncak kesuksesan di bidangnya, pengembangan diri, seperti kemampuan berbahasa, tetap menjadi bagian krusial dalam perjalanan hidup yang lebih luas. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya