Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Getafe vs Villarreal, Kalah, Mimpi Tiga Besar Kapal Selam Kuning Semakin Tenggelam

Basuki Eka Purnama
15/2/2026 03:24
Getafe vs Villarreal, Kalah, Mimpi Tiga Besar Kapal Selam Kuning Semakin Tenggelam
Pemain Getafe Mauro Arambarri melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Villarreal di laga La Liga.(X @GetafeCFen)

AMBISI Villarreal untuk mengamankan posisi tiga besar La Liga harus menerima hantaman keras. Bertamu ke Coliseum, Sabtu (14/2), tim asuhan Marcelino Garcia Toral harus pulang dengan tangan hampa setelah takluk 1-2 dari tuan rumah Getafe

Kekalahan ini terasa kian pahit karena menandai kegagalan Villarreal dalam laga spesial ke-200 Marcelino sebagai pelatih mereka di kasta tertinggi.

Bagi Getafe, kemenangan ini bukan sekadar tambahan tiga poin. Pasukan Patri akhirnya berhasil memutus kutukan 14 pertemuan beruntun tanpa kemenangan melawan Villarreal. 

Hasil ini sekaligus memperpanjang tren positif Los Azulones yang kini tidak terkalahkan dalam empat laga terakhir di liga.

Dominasi Tuan Rumah Sejak Awal

Sejak peluit pertama dibunyikan, Getafe langsung mengambil inisiatif serangan. Meski sempat kesulitan membongkar pertahanan lawan di menit-menit awal, peluang emas pertama akhirnya lahir lewat aksi individu Luis Milla yang menusuk ke kotak penalti, meski sepakannya masih menyamping tipis di sisi gawang.

Petaka bagi Villarreal datang empat menit sebelum turun minum. Luis Milla kembali menjadi aktor protagonis dengan mengirimkan umpan silang berbahaya ke arah Juan Iglesias. Dalam duel tersebut, Iglesias dijatuhkan oleh Renato Veiga di area terlarang, membuat wasit menunjuk titik putih.

Mauro Arambarri, yang maju sebagai eksekutor, menjalankan tugasnya dengan sempurna. Tendangan kerasnya merobek jala gawang Villarreal sekaligus membawa Getafe unggul 1-0 hingga jeda antar babak. 

Ini merupakan catatan langka bagi Getafe, mengingat mereka baru tiga kali berhasil mencetak gol di babak pertama sepanjang musim ini.

Satriano Gandakan Keunggulan

Memasuki babak kedua, Getafe tidak mengendurkan tekanan. Hanya butuh delapan menit setelah laga kembali dimulai, tuan rumah berhasil menggandakan keunggulan. 

Berawal dari skema tekanan tinggi yang memaksa pemain Villarreal kehilangan bola di area pertahanan sendiri, Juan Iglesias mengirimkan umpan akurat yang disambut sundulan tajam Martín Satriano. Gol tersebut menjadi gol perdana Satriano bagi Getafe sejak bergabung sebagai pemain pinjaman.

Villarreal, yang sejatinya merupakan salah satu tim paling produktif di liga setelah Barcelona dan Real Madrid, tampak kehilangan taji. 

Peluang bersih baru tercipta saat laga berjalan hampir satu jam melalui sundulan Tanitoluwa Oluwaseyi yang sayangnya masih melambung jauh.

Harapan Tipis di Menit Akhir

Harapan bagi tim tamu sempat muncul di menit ke-77. Georges Mikautadze menunjukkan kegigihannya di dalam kotak penalti. Setelah tembakan pertamanya membentur tiang gawang, penyerang tersebut bereaksi paling cepat untuk menyambar bola muntah dan memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1.

Namun, sisa waktu yang ada tidak cukup bagi Kapal Selam Kuning untuk menyamakan kedudukan. Pertandingan yang sering terhenti di menit-menit akhir justru menguntungkan strategi bertahan Getafe hingga peluit panjang berbunyi.

Dampak di Klasemen

Hasil ini membawa Getafe merangkak naik ke papan tengah klasemen, unggul tujuh poin dari zona degradasi. 

Sebaliknya, kekalahan ini membuat Villarreal makin tertinggal dalam persaingan papan atas. 

Meski masih bertahan di peringkat keempat dengan selisih tujuh poin dari Real Betis di posisi kelima, peluang mereka untuk mengejar gelar juara secara matematis kian tertutup.

Juan Iglesias dinobatkan sebagai Man of the Match dalam laga ini berkat kontribusi krusialnya dalam proses terjadinya kedua gol Getafe. (football-espana/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya