Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Timnas Futsal Indonesia kini Diperhitungkan dalam Peta Persaingan Asia

Rahmatul Fajri
08/2/2026 19:45
Timnas Futsal Indonesia kini Diperhitungkan dalam Peta Persaingan Asia
Ilustrasi(IG timnasfutsal)

Anggota DPR RI Azis Subekti, memberikan apresiasi atas performa Tim Nasional (Timnas) Futsal Indonesia dalam laga final Piala Asia melawan Iran di Indonesia Arena, Sabtu (7/2/2026). Meski harus menyudahi laga dengan kekalahan drama adu penalti, Azis menilai pencapaian ini merupakan tonggak sejarah yang menyejajarkan posisi Indonesia dengan raksasa futsal Asia.

Menurut Azis, perlawanan sengit yang ditunjukkan anak asuh Hector Souto membuktikan bahwa Indonesia bukan lagi sekadar pelengkap dalam peta futsal internasional.

"Drama malam itu menegaskan satu hal: Indonesia kini ada dalam peta. Peta itu tidak digambar oleh kemenangan instan, melainkan oleh keberanian mengelola proses dan kerja kolektif yang sabar," ujar Azis dalam keterangannya, Minggu (8/2/2026).

Azis menyoroti bagaimana Samuel Eko dan kawan-kawan mampu menekan irama permainan Iran yang selama ini dikenal sebagai kekuatan dominan di Asia. Ia menilai gol-gol yang tercipta dari kaki pemain seperti Israr Megantara dan Reza Gunawan bukan sekadar angka, melainkan simbol bahwa Indonesia mampu bersuara dengan rencana permainan yang matang.

Tak hanya lini depan, Azis juga memberikan catatan khusus bagi lini pertahanan dan penjaga gawang.

"Rio Pangestu, Rizki Xavier, hingga ketangguhan Ahmad Habiebie dan Muhammad Nizar di bawah mistar menunjukkan kerja sunyi yang luar biasa. Mereka menjaga agar keyakinan tim tidak runtuh di saat-saat genting," tambahnya.

Azis juga memuji tangan dingin sang arsitek tim Hector Souto yang berhasil merajut mentalitas juara dan ketepatan strategi dalam mengelola tempo permainan, terutama saat menghadapi lawan setangguh Iran.

Selain itu, ia juga mengapresiasi atmosfer Indonesia Arena yang dipadati suporter. Hal ini menunjukkan adanya ikatan batin yang kuat antara tim dan pendukung.

"Skor akhir mungkin mencatat kita belum membawa pulang piala, namun malam itu melahirkan pengakuan. Indonesia mampu membuat final Asia berjalan keras dan menegangkan. Futsal Indonesia tidak lagi berada di pinggir catatan, melainkan di tengah pembicaraan dunia," tegas Azis.(H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya