Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Brighton vs Everton: Selebrasi Beto Berujung Kartu Kuning, David Moyes Kritik Aturan "Kaku" Liga Premier

Thalatie K Yani
01/2/2026 06:30
Brighton vs Everton: Selebrasi Beto Berujung Kartu Kuning, David Moyes Kritik Aturan
Manajer Everton David Moyes meradang setelah dikartu kuning wasit akibat selebrasi gol dramatis Beto ke gawang Brighton. (Everton)

MANAJER Everton, David Moyes, melontarkan kritik tajam terhadap aturan sepak bola modern setelah dirinya dijatuhi kartu kuning dalam laga kontra Brighton & Hove Albion. Moyes dihukum wasit Chris Kavanagh karena berlari ke dalam lapangan saat merayakan gol penyama kedudukan dramatis yang dicetak Beto pada menit ke-97.

Gol Beto, yang bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke-27, menyelamatkan satu poin penting bagi The Toffees di Amex Stadium. Terbawa suasana emosional, Moyes yang kini berusia 63 tahun spontan meninggalkan area teknis dan berlari ke lapangan sebelum akhirnya dihentikan oleh wasit dengan kartu kuning.

Bandingkan dengan Legenda David Pleat

Usai laga, manajer asal Skotlandia itu membandingkan aksinya dengan selebrasi ikonik David Pleat tahun 1983. Kala itu, Pleat berlari ke tengah lapangan saat Luton Town lolos dari degradasi tanpa menerima hukuman apa pun.

"Saya harap kalian tidak memanggil saya 'Pleaty' setelah ini," ujar Moyes. "Perbedaannya adalah Pleat tidak mendapatkan kartu kuning untuk itu. Saat itu orang-orang menganggapnya oke dan semua orang menikmati perayaan tersebut."

Moyes menilai otoritas sepak bola kini mulai menghilangkan sisi emosional dari permainan. "Kita sedang membunuhnya. Manajer tidak boleh keluar dari area teknis untuk merayakan gol, melakukan knee slide, atau hal-hal yang sebenarnya memberi kalian (media) bahan pembicaraan."

Tak Kapok Meski Dihukum

Meski mendapatkan sanksi, Moyes menegaskan tidak akan mengubah sikapnya jika momen serupa kembali terjadi. Ia bahkan berkelakar tentang kondisi fisiknya saat ini.

"Saya akan melakukannya lagi! Sebenarnya, jika saya sedikit lebih lincah, saya mungkin akan melakukan knee slide. Hukuman untuk itu juga hanya kartu kuning, jadi sekalian saja saya melakukannya dengan totalitas," tegasnya.

Fenomena kartu kuning untuk manajer yang melakukan selebrasi berlebihan memang sedang marak di Liga Premier Inggris. Sebelumnya, Enzo Maresca sempat dijatuhi larangan mendampingi tim akibat kartu kuning kedua dalam situasi serupa.

Sejarah sepak bola mencatat banyak manajer legendaris yang lolos dari hukuman meskipun melakukan selebrasi ikonik. Mulai dari Jose Mourinho yang berlari di sepanjang pinggir lapangan Old Trafford, Jurgen Klopp yang memeluk Alisson di tengah lapangan saat Derby Merseyside, hingga aksi sliding perut Diego Maradona di lapangan basah. Namun, di bawah aturan saat ini, momen-momen bersejarah tersebut kemungkinan besar akan berakhir dengan hukuman disiplin. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya