Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
MANAJER Everton, David Moyes, melontarkan kritik tajam terhadap aturan sepak bola modern setelah dirinya dijatuhi kartu kuning dalam laga kontra Brighton & Hove Albion. Moyes dihukum wasit Chris Kavanagh karena berlari ke dalam lapangan saat merayakan gol penyama kedudukan dramatis yang dicetak Beto pada menit ke-97.
Gol Beto, yang bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke-27, menyelamatkan satu poin penting bagi The Toffees di Amex Stadium. Terbawa suasana emosional, Moyes yang kini berusia 63 tahun spontan meninggalkan area teknis dan berlari ke lapangan sebelum akhirnya dihentikan oleh wasit dengan kartu kuning.
Usai laga, manajer asal Skotlandia itu membandingkan aksinya dengan selebrasi ikonik David Pleat tahun 1983. Kala itu, Pleat berlari ke tengah lapangan saat Luton Town lolos dari degradasi tanpa menerima hukuman apa pun.
"Saya harap kalian tidak memanggil saya 'Pleaty' setelah ini," ujar Moyes. "Perbedaannya adalah Pleat tidak mendapatkan kartu kuning untuk itu. Saat itu orang-orang menganggapnya oke dan semua orang menikmati perayaan tersebut."
Moyes menilai otoritas sepak bola kini mulai menghilangkan sisi emosional dari permainan. "Kita sedang membunuhnya. Manajer tidak boleh keluar dari area teknis untuk merayakan gol, melakukan knee slide, atau hal-hal yang sebenarnya memberi kalian (media) bahan pembicaraan."
Meski mendapatkan sanksi, Moyes menegaskan tidak akan mengubah sikapnya jika momen serupa kembali terjadi. Ia bahkan berkelakar tentang kondisi fisiknya saat ini.
"Saya akan melakukannya lagi! Sebenarnya, jika saya sedikit lebih lincah, saya mungkin akan melakukan knee slide. Hukuman untuk itu juga hanya kartu kuning, jadi sekalian saja saya melakukannya dengan totalitas," tegasnya.
Fenomena kartu kuning untuk manajer yang melakukan selebrasi berlebihan memang sedang marak di Liga Premier Inggris. Sebelumnya, Enzo Maresca sempat dijatuhi larangan mendampingi tim akibat kartu kuning kedua dalam situasi serupa.
Sejarah sepak bola mencatat banyak manajer legendaris yang lolos dari hukuman meskipun melakukan selebrasi ikonik. Mulai dari Jose Mourinho yang berlari di sepanjang pinggir lapangan Old Trafford, Jurgen Klopp yang memeluk Alisson di tengah lapangan saat Derby Merseyside, hingga aksi sliding perut Diego Maradona di lapangan basah. Namun, di bawah aturan saat ini, momen-momen bersejarah tersebut kemungkinan besar akan berakhir dengan hukuman disiplin. (BBC/Z-2)
Everton sukses mencuri satu poin secara dramatis di markas Brighton berkat gol telat Beto pada menit ke-97.
Thierno Barry kembali mencetak gol untuk menyelamatkan Everton dari kekalahan saat menjamu Leeds United.
Sejauh ini, Jack Grealish telah mencatatkan 22 penampilan di semua kompetisi untuk Everton, dengan kontribusi nyata berupa dua gol dan enam assist.
Everton raih kemenangan tandang bersejarah di Villa Park. David Moyes puji semangat juang pemain dan suporter usai Thierno Barry cetak gol tunggal.
Rekor 11 kemenangan kandang Aston Villa hancur di tangan Everton. Everton berhasil mengalahkan Aston Villa 1-0.
Carlos Alcaraz dan Beto mencetak gol saat klub Liga Primer Inggris Everton menang 2-0 atas klub League One Mansfield Town di laga putaran kedua Piala Liga, Kamis (28/8).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved