Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
STADION Via del Mare menjadi saksi duel sengit namun berakhir frustrasi saat Lecce menjamu Lazio dalam lanjutan Serie A 2026. Meski kedua tim menciptakan sejumlah peluang emas, skor kacamata 0-0 menjadi hasil akhir yang mengecewakan bagi kedua belah pihak yang tengah berjuang bangkit dari keterpurukan.
Memasuki tahun 2026, baik Lecce maupun Lazio sedang berada dalam tren negatif. Lecce hanya mengantongi satu poin dari enam laga terakhir, sementara Lazio datang dengan modal luka usai dihajar Como 0-3 di kandang sendiri. Kondisi ini diperparah dengan absennya sejumlah pemain pilar di kedua kubu akibat cedera dan sanksi.
Lecce langsung menggebrak sejak peluit pertama dibunyikan. Baru berjalan 60 detik, Santiago Pierotti hampir membawa tuan rumah unggul, namun penyelesaian akhirnya masih meleset dari sasaran. Tekanan berlanjut melalui sepakan keras Lassana Coulibaly dari luar kotak penalti yang memaksa kiper Lazio, Ivan Provedel, jatuh bangun menyelamatkan gawangnya.
Peluang terbaik Lecce terjadi di babak pertama melalui kaki Ylber Ramadani. Gelandang tersebut melepaskan tendangan jarak jauh yang sangat keras, namun bola hanya membentur bagian bawah mistar gawang dan memantul keluar. Keberuntungan tampaknya belum berpihak pada skuat asuhan tuan rumah.
Lazio baru mulai memberikan ancaman serius pada menit ke-54. Boulaye Dia, yang baru kembali dari tugas di Piala Afrika (AFCON), hampir menyontek bola terobosan Mattia Zaccagni. Beruntung bagi Lecce, kiper Wladimiro Falcone tampil sigap dengan keluar dari sarangnya untuk memblok ruang tembak.
Pertandingan ini juga menjadi momen debut bagi Walid Cheddira yang baru saja didatangkan Lecce dari Sassuolo. Namun, ia gagal memaksimalkan peluang setelah terpeleset saat mencoba melepaskan tembakan. Di sisi lain, tendangan bebas Riccardo Sottil juga masih bisa diamankan oleh Provedel yang tampil gemilang di bawah mistar gawang Biancocelesti.
Drama terjadi hingga detik terakhir pertandingan. Lecce nyaris mengunci kemenangan lewat skema serangan yang diakhiri umpan tarik Sottil, namun Omri Gandelman gagal menjangkau bola.
Tak lama kemudian, Lazio melancarkan serangan balik melalui Gustav Isaksen yang diakhiri dengan sepakan melengkung Kenneth Taylor yang menyamping tipis. Pada peluang terakhir laga, tembakan Taylor justru membentur rekan setimnya sendiri dan hanya menghasilkan tendangan sudut.
Hasil imbang ini membuat kedua tim tetap tertahan di papan bawah dan gagal memutus catatan buruk mereka di awal tahun 2026. (Football-Italia/Z-2)
Prediksi Inter Milan vs Juventus di Derby d'Italia 2026. Simak susunan pemain, statistik kunci, dan analisis taktik Chivu vs Spalletti di San Siro.
Prediksi skor Lazio vs Atalanta Serie A 14 Februari 2026. Cek susunan pemain, head to head, dan kondisi terkini kedua tim di Stadio Olimpico.
Prediksi Como vs Fiorentina di Serie A 2026. Simak head to head, susunan pemain, dan kondisi tim asuhan Cesc Fabregas yang tengah on-fire.
Luka Modric dan Ruben Loftus-Cheek membawa AC Milan menang tipis atas Pisa. Simak komentar Modric soal persaingan Scudetto dan rekor bersejarahnya.
Max Allegri puji peran vital Luka Modric dalam kemenangan 2-1 AC Milan atas Pisa. Pelatih Rossoneri ini sebut semua pemain harus belajar dari Modric.
AC Milan sukses mencuri tiga poin di markas Pisa dengan skor 2-1. Meski diwarnai penalti gagal dan kartu merah, gol Luka Modric jadi penentu kemenangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved