Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
RIVALITAS abadi sepak bola Prancis, Le Classique, akan tersaji di panggung yang berbeda kali ini. Paris Saint-Germain (PSG) dan Olympique Marseille akan saling sikut demi trofi pertama di2026 dalam ajang Trophée des Champions (Piala Super Prancis) di Jaber Al-Ahmad International Stadium, Kuwait, Jumat (9/1) dini hari WIB.
Laga ini bukan sekadar perebutan piala, melainkan pertaruhan gengsi antara dua filosofi sepak bola yang kini ditangani dua pelatih taktis terbaik Eropa: Luis Enrique di kubu Paris dan Roberto De Zerbi yang mencoba membangkitkan Marseille.
| Kompetisi | Trophée des Champions 2025 |
|---|---|
| Pertandingan | Paris Saint-Germain vs Olympique Marseille |
| Hari, Tanggal | Jumat, 9 Januari 2026 |
| Waktu | 01.00 WIB |
| Lokasi | Jaber Al-Ahmad International Stadium, Kuwait |
PSG datang ke Kuwait dengan modal kepercayaan diri tinggi. Pasukan Luis Enrique baru saja memenangi derby lokal melawan Paris FC dengan skor 2-1 di Ligue 1, memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka menjadi lima laga beruntun di semua kompetisi. Dominasi Les Parisiens di ajang ini juga tidak terbantahkan; mereka telah memenangkan 11 dari 12 edisi terakhir Trophée des Champions.
Sebaliknya, Marseille mendarat di Timur Tengah dengan luka menganga. Skuad asuhan Roberto De Zerbi baru saja dipermalukan Nantes 0-2 di kandang sendiri dalam laga yang diwarnai dua kartu merah. Inkonsistensi masih menjadi penyakit utama Les Phocéens musim ini, membuat mereka tertinggal cukup jauh dalam perburuan gelar Ligue 1.
Secara taktik, duel ini akan menarik. Enrique akan tetap setia dengan penguasaan bola dominan dan pressing tinggi, sementara De Zerbi harus memutar otak meracik strategi serangan balik cepat tanpa beberapa pilar utamanya yang absen.
Kedua tim dipastikan tampil pincang akibat badai cedera dan panggilan tugas negara untuk Piala Afrika (AFCON).
Donnarumma; Zaire-Emery, Marquinhos, Pacho, Beraldo; Vitinha, Neves, Fabian Ruiz; Dembele, Ramos, Barcola.
Pelatih: Luis Enrique
Rulli; Murillo, Balerdi, Cornelius, Merlin; Hojbjerg, Kondogbia; Greenwood, Harit, Luis Henrique; Wahi.
Pelatih: Roberto De Zerbi
Melihat tren performa terakhir dan kedalaman skuad, PSG jelas lebih diunggulkan. Absennya Hakimi memang kerugian besar bagi Paris, namun kehilangan Aguerd di lini belakang serta dua gelandang akibat suspensi membuat Marseille jauh lebih rapuh.
Kecuali De Zerbi mampu menciptakan kejutan taktis luar biasa, PSG diprediksi akan mengontrol jalannya laga dan mengamankan trofi pertama mereka musim ini.
Prediksi MI-Studio: PSG 2-0 Marseille
Chelsea menjamu PSG di leg kedua 16 besar Liga Champions 2026. Mampukah The Blues mengejar defisit 3 gol setelah kalah 5-2 di Paris? Cek prediksinya.
Insiden tersebut terjadi pada masa tambahan waktu babak kedua saat Chelsea sedang tertinggal 2-4 dan berupaya mengejar defisit gol dari PSG di laga leg pertama 16 besar Liga Champions.
Kehilangan Reece James menjadi pukulan telak bagi Chelsea, mengingat perannya yang vital di lini pertahanan sekaligus sebagai pemimpin di lapangan.
Secara matematis, PSG berada di atas angin; mereka tetap bisa lolos ke fase berikutnya meskipun menelan kekalahan, asalkan margin skor tidak lebih dari dua gol.
Chelsea sebenarnya mampu memberikan perlawanan selama sekitar 75 menit pada pertemuan pertama. Namun sejumlah kesalahan fatal membuat mereka harus menelan kekalahan telak.
UEFA mengonfirmasi bahwa mereka telah memulai proses investigasi terhadap Pedro Neto yang mendorong ball boy di laga leg pertama 16 besar Liga Champions kontra PSG.
Chelsea menjamu PSG di leg kedua 16 besar Liga Champions 2026. Mampukah The Blues mengejar defisit 3 gol setelah kalah 5-2 di Paris? Cek prediksinya.
Insiden tersebut terjadi pada masa tambahan waktu babak kedua saat Chelsea sedang tertinggal 2-4 dan berupaya mengejar defisit gol dari PSG di laga leg pertama 16 besar Liga Champions.
Kehilangan Reece James menjadi pukulan telak bagi Chelsea, mengingat perannya yang vital di lini pertahanan sekaligus sebagai pemimpin di lapangan.
Secara matematis, PSG berada di atas angin; mereka tetap bisa lolos ke fase berikutnya meskipun menelan kekalahan, asalkan margin skor tidak lebih dari dua gol.
Chelsea sebenarnya mampu memberikan perlawanan selama sekitar 75 menit pada pertemuan pertama. Namun sejumlah kesalahan fatal membuat mereka harus menelan kekalahan telak.
UEFA mengonfirmasi bahwa mereka telah memulai proses investigasi terhadap Pedro Neto yang mendorong ball boy di laga leg pertama 16 besar Liga Champions kontra PSG.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved