Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Newcastle United Minta Polisi Usut Kasus Rasisme dan Ancaman terhadap Joe Willock

Basuki Eka Purnama
06/1/2026 10:00
Newcastle United Minta Polisi Usut Kasus Rasisme dan Ancaman terhadap Joe Willock
Gelandang Newcastle United Joe Willock(AFP/Paul ELLIS)

NEWCASTLE United secara resmi telah menghubungi pihak kepolisian menyusul serangan rasisme dan ancaman kekerasan yang "menjijikkan" terhadap gelandang mereka, Joe Willock. Insiden ini terjadi melalui media sosial Instagram pascakemenangan 2-0 Newcastle United atas Crystal Palace, Minggu lalu.

Willock menjadi sasaran akun anonim setelah gagal memanfaatkan peluang emas di menit-menit akhir pertandingan di St James' Park. 

Tidak tinggal diam, pemain berusia 26 tahun tersebut mengunggah tangkapan layar berisi rentetan pesan pribadi (DM) yang mengandung cercaan rasisme dan ancaman serius yang ditujukan kepada dirinya dan keluarganya.

Respons Keras Pihak Klub

Manajemen Newcastle United menyatakan rasa muak mereka atas perlakuan yang diterima Willock. Klub menegaskan bahwa dukungan moral saja tidak cukup, melainkan harus ada tindakan hukum yang nyata.

"Kami merasa jijik dengan pelecehan rasis yang diterima Joe Willock di Instagram pada Minggu malam," tulis pernyataan resmi klub. 

"Joe menerima beberapa pesan langsung yang menyertakan hinaan rasial serta ancaman kekerasan yang sangat mengganggu terhadap Joe dan keluarganya," lanjut Newcastle United

Ini merupakan kali kedua dalam kurun waktu kurang dari satu tahun Willock mengalami hal serupa. 

Sebelumnya, ia juga menjadi target pelecehan setelah kekalahan melawan Fulham, Februari tahun lalu. Pihak klub menekankan bahwa sekadar menghapus konten atau menerapkan filter pesan tidaklah memadai.

Desakan Terhadap Meta

Newcastle mendesak Meta, selaku pemilik Instagram, untuk bertindak lebih jauh dalam melindungi pengguna dan mendukung proses hukum.

"Hal ini hanya bisa terjadi dengan tindakan nyata dari Meta. Kami mendesak Meta untuk memberikan semua informasi yang dibutuhkan polisi untuk mengidentifikasi pelaku, dan melakukannya dengan cepat," tegas The Magpies.

Menanggapi hal tersebut, perwakilan Meta menyatakan mereka telah menjalin komunikasi dengan klub. Namun, mereka berdalih adanya batasan privasi pada layanan pesan pribadi.

"Mengirim pesan seperti ini bertentangan dengan aturan kami. DM adalah layanan pesan pribadi, yang berarti kami tidak dapat meninjau atau mengambil tindakan terhadap sebuah pesan kecuali penerima melaporkannya kepada kami di dalam aplikasi," ujar juru bicara Meta.

Penyelidikan Kepolisian dan Dukungan Antirasisme

Kepolisian Northumbria mengonfirmasi bahwa penyelidikan telah diluncurkan bekerja sama dengan Unit Kepolisian Sepak Bola Inggris (UKFPU). 

"Kami mengutuk segala bentuk diskriminasi – hal itu tidak memiliki tempat di masyarakat," ungkap juru bicara kepolisian.

Dukungan juga mengalir dari lembaga anti-diskriminasi. Richard Offiong dari Show Racism the Red Card menyebut situasi ini sangat menyedihkan dan menunjukkan perlunya langkah identifikasi pelaku yang lebih kuat. 

Sementara itu, yayasan Kick It Out melaporkan adanya lonjakan pelecehan daring musim ini dan menyatakan bahwa sistem perlindungan yang ada saat ini "tidak layak pakai."

Di tengah serangan tersebut, Willock menunjukkan ketegarannya dengan memberikan respons singkat kepada pelaku. "Aku berdoa agar kamu dan keluargamu menemukan Tuhan. Dan semoga Dia mengampunimu." (bbc/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik