Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
DONGENG indah timnas Sudan di Piala Afrika 2025 akhirnya harus terhenti di babak 16 besar. Menghadapi juara bertahan timnas Senegal di Stade Ibn Batouta, Tangier, Sabtu (3/1), perjuangan heroik Elang Jediane diredam lewat kekalahan 1-3.
Bintang lapangan malam itu adalah gelandang Villarreal, Pape Gueye, yang mencetak dua gol (brace) krusial untuk membalikkan keadaan. Kemenangan ini memastikan langkah Singa Teranga ke perempat final Piala Afrika, sementara Sudan harus pulang dengan kepala tegak setelah memberikan perlawanan sengit di tengah situasi sulit negara mereka.
Laga baru berjalan enam menit, publik sepak bola Afrika dikejutkan oleh gol cepat Sudan. Memanfaatkan kelengahan bek Senegal, Aamir Abdallah—pemain semiprofesional yang merumput di liga negara bagian Australia—melepaskan tembakan lengkung indah kaki kiri yang tak mampu dijangkau Edouard Mendy. Skor 0-1 untuk Sudan!
Gol tersebut sempat menyentak mental Senegal. Namun, mentalitas juara berbicara. Dipimpin oleh Sadio Mane, Senegal mulai mengurung pertahanan Sudan. Gol penyeimbang akhirnya lahir di menit ke-29. Pape Gueye, yang muncul dari lini kedua, menuntaskan umpan tarik Mane dengan sepakan mendatar yang tenang. Kedudukan imbang 1-1.
Petaka bagi Sudan datang tepat di masa injury time babak pertama. Lagi-lagi Pape Gueye menjadi momok. Berawal dari kemelut di depan gawang, ia menyambar bola liar untuk membawa Senegal berbalik unggul 2-1 saat turun minum.
Di babak kedua, Sudan yang dilatih Kwesi Appiah mencoba bangkit. Namun, perbedaan kualitas fisik dan stamina mulai terlihat. Senegal mengunci kemenangan di menit ke-77 lewat aksi wonderkid Paris Saint-Germain, Ibrahima Mbaye.
Baru masuk tiga menit sebagai pemain pengganti, remaja berusia 17 tahun itu menerima umpan terobosan manis dari Sadio Mane dan menaklukkan kiper Mohamed Mustafa dengan dingin. Gol ini sekaligus menjadi gol debut Mbaye di turnamen mayor, memastikan skor akhir 3-1.
Senegal mendominasi penguasaan bola, namun efektivitas serangan balik Sudan di awal laga patut diacungi jempol.
| Statistik | Senegal | Sudan |
|---|---|---|
| Skor Akhir | 3 | 1 |
| Pencetak Gol | P. Gueye (29', 45+3'), I. Mbaye (77') | A. Abdallah (6') |
| Penguasaan Bola | 64% | 36% |
| Total Tembakan | 16 | 5 |
| Tembakan ke Gawang | 7 | 2 |
| Man of the Match | Pape Gueye (Senegal) | |
Meski kalah, Sudan mendapatkan respek besar. Mereka lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya dalam 14 tahun di tengah berkecamuknya perang saudara di negaranya.
"Saya kecewa dengan hasilnya, tetapi sangat bangga dengan para pemain. Kami bermain melawan tim terbaik di Afrika dan sempat memimpin. Orang-orang di Sudan pasti tahu kami telah berjuang sekuat tenaga demi lambang di dada," ujar pelatih Sudan, Kwesi Appiah.
Sementara itu, pelatih Senegal, Pape Thiaw, memuji ketenangan timnya. "Gol cepat mereka mengejutkan, tapi Pape (Gueye) menunjukkan kepemimpinan luar biasa hari ini. Kami butuh karakter seperti itu untuk mempertahankan gelar," tuturnya. (Z-1)
Kekecewaan mendalam menyelimuti pendukung Maroko usai tim nasional mereka gagal meraih gelar Piala Afrika. Dalam laga final yang berlangsung dramatis hingga perpanjangan waktu.
Sadio Mane menjalani debut internasional pada 2012 dan telah mencatat lebih dari 120 penampilan bersama timnas Senegal.
Timnas Senegal melaju ke final Piala Afrika 2025 setelah mengalahkan timnas Mesir 1-0 lewat gol Sadio Mane. Simak hasil dan statistik lengkap pertandingannya di sini.
Simak preview semifinal Piala Afrika 2025 antara Senegal vs Mesir. Duel Mane vs Salah kembali tersaji di Grand Stade de Tanger, Rabu (14/1).
Timnas Senegal memastikan diri melaju ke babak semifinal Piala Afrika (AFCON) 2025 setelah menaklukkan Mali dengan skor tipis Stadion Ibn Batouta, Tangier, Jumat (9/1) malam WIB.
DOMPET Dhuafa ambil bagian dalam melayani pemeriksaan kesehatan bagi WNI penyintas konflik Sudan yang tiba di Jakarta
Bek tengah Mohamed Abdelmoneim, yang dipasang sebagai pemain cadangankarena cedera, menanduk bola pada menit ke-38, meneruskan sepak pojok yang membuat Mesir memecahkan kebuntuan.
Samuel Chukwueze, Taiwo Awoniyi, dan Moses Simon bergantian menjebol gawang Sudan, yang membutuhkan konversi tendangan penalti Walieldin Khedr untuk mencetak gol balasan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved