Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
FEDERASI sepak bola Malaysia (FAM) resmi dijatuhi sanksi berat oleh Komite Disiplin FIFA. Federasi Malaysia terbukti melakukan pelanggaran dalam proses naturalisasi tujuh pemain asing yang sempat memperkuat timnas Harimau Malaya pada ajang kualifikasi Piala Asia.
FIFA, melalui keputusan tertanggal 6 Oktober 2025, mengungkap investigasi mereka terkait adanya praktik pemalsuan dokumen untuk memenuhi syarat naturalisasi para pemain Malaysia.
Tujuh pemain tersebut yakni Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomas Garces, Rodrigo Julian Holgado, Imanol Javier Machuca, Joao Vitor Brandao Figueiredo, Jon Irazagamun Iraurgui, dan Hector Alejandro Hevel Serrano.
Menurut investigasi FIFA, FAM menyerahkan dokumen kelahiran palsu alias memuat data tidak sesuai dengan fakta asli. Dalam berkas yang diajukan, tempat lahir nenek atau kakek para pemain sengaja diubah agar seolah-olah berasal dari Malaysia.
Padahal, FIFA menemukan bukti asal kakek atau nenek para pemain tersebut sebenarnya lahir di Spanyol, Argentina, Brasil, dan Belanda sehingga tidak memenuhi kriteria sebagai pemain naturalisasi.
Atas pelanggaran tersebut, FIFA menjatuhkan denda sebesar 350.000 franc Swiss atau sekitar Rp6,4 miliar kepada FAM berdasarkan Pasal 22 Kode Disiplin yang mengatur larangan pemalsuan dan penggunaan dokumen palsu.
Kasus itu sebelumnya mencuat setelah Malaysia menurunkan tujuh pemain naturalisasi tersebut dalam laga kualifikasi Piala Asia 2027 menghadapi Vietnam pada Juni lalu.
Masing-masing pemain juga dijatuhi hukuman larangan tampil selama 12 bulan dari seluruh kegiatan sepak bola serta denda sebesar 2.000 franc Swiss atau sekitar Rp41 juta. (I-3)
Sanksi FIFA Malaysia: CAS berikan penangguhan sementara hukuman 7 pemain naturalisasi terkait skandal dokumen. Simak detail lengkapnya.
FAM menyatakan kekecewaannya dan menegaskan akan mempertimbangkan langkah hukum lebih lanjut.
Komite Banding FIFA kemudian memutuskan untuk menolak seluruh banding FAM dan menjatuhkan sanksi penuh yang sebelumnya diberikan oleh Komite Disiplin FIFA.
FIFA menyatakan FAM telah melanggar Pasal 22 Kode Disiplin FIFA 2025 terkait pemalsuan dan penggunaan dokumen palsu yang melibatkan tujuh pemain kelahiran luar negeri.
FAM menilai sejumlah kesimpulan yang disampaikan FIFA tidak didukung bukti yang jelas.
FIFA menemukan adanya dugaan penggunaan dokumen palsu untuk meloloskan para pemain naturalisasi agar bisa memperkuat Timnas Malaysia dalam laga kualifikasi Piala Asia melawan Vietnam.
BABAK kelima penyisihan Piala Dunia 2026 Grup Asia Kamis lalu bergulir.
Timnas Malaysia saat ini berada di puncak klasemen Grup F Kualifikasi Piala Asia dengan 12 poin dari empat pertandingan.
FAM menyatakan kekecewaannya dan menegaskan akan mempertimbangkan langkah hukum lebih lanjut.
Komite Banding FIFA kemudian memutuskan untuk menolak seluruh banding FAM dan menjatuhkan sanksi penuh yang sebelumnya diberikan oleh Komite Disiplin FIFA.
PENGURUS Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memutuskan untuk mengakhiri kontrak lebih awal dengan pelatih asal Belanda, Patrick Kluivert.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved