Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH hampir tiga bulan menjalani pemusatan latihan, Bhayangkara Presisi Lampung FC resmi mengarungi kompetisi Super League 2025/2026 dengan semangat dan identitas baru. Bermarkas di Lampung, klub milik institusi Polri itu siap menorehkan sejarah di rumah barunya.
Tim berjuluk The Guardian of Saburai ini diperkenalkan secara resmi kepada publik Sai Bumi Ruwa Jurai dalam acara peluncuran tim dan jersey di Stadion Sumpah Pemuda, Senin (28/7). Dalam kesempatan itu, para pemain dikenalkan satu per satu di hadapan ribuan suporter.
Dipimpin pelatih kepala Paul Munster, Bhayangkara Presisi Lampung FC akan memulai perjuangannya menghadapi PSM Makassar di Stadion BJ Habibie, Parepare, Sulawesi Selatan, Jumat (8/8). Mereka kemudian menjalani laga kandang pertama dengan menjamu Borneo FC di Stadion Sumpah Pemuda, Sabtu (16/8).
Kapten tim, Awan Setho mengungkapkan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari masyarakat Lampung. Kiper tim nasional Indonesia itu bertekad membalas kepercayaan publik melalui kerja keras di atas lapangan.
"Ini sambutan yang luar biasa. Semua pihak di sini telah bekerja dengan sangat baik untuk kami. Harapannya, kami bisa membalas dengan hasil positif dan menorehkan sejarah baru di Lampung dengan meraih gelar juara Super League 2025/2026," ujar Awan.
Dalam acara perkenalan tim, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan Bhayangkara Presisi Lampung FC membawa visi besar, mengulang kejayaan yang pernah dicapai saat menjuarai Liga 1 pada 2017. Kini, dengan berpijak di bumi Lampung, klub ingin kembali mengukir prestasi yang membanggakan.
"Ini menjadi harapan dan kebanggaan baru, bukan hanya untuk masyarakat Lampung, tetapi juga bagi keluarga besar Polri. Semoga Bhayangkara FC mampu mengembalikan kejayaan yang pernah dicapai," kata Sigit. (Ndf/I-1)
Belakang: I Putu Gede, Firza Andika, Ardi Idrus, Ferre Murari, Muhammad Ferarri, Arif Satria, Frengky Missa, Rachmat Syawal, Fandi Bagus, Nehar Sadikin, Slavko Damjanovic, Leonardo da Silva
Gelandang: Sani Rizky, Fadly Alberto, David Maulana, Reza Kusuma, Ji Da Bin, TM Ichsan, Wahyu Subo Seto, Evandra Florista, Raheem Nugraha, Danish Akha, Mokh Hanif, Moises Gaucho, Stjepan Plazonja, Andres Nieto, Christian Ilic
Depan: Dendy Sulistyawan, Ryan Kurnia, Ginanjar Wahyu, Titan Agung, M Mufdi, M Ragil, Ilija Spasojevic, Shanyder Borgelin, Dejan Racic, Fareed Sadat
Dejan Antonic merasa banyak keputusan wasit yang merugikan timnya, terutama terkait pemberian penalti kepada tuan rumah serta kartu merah yang diberikan kepada pemainnya.
Selain menyoroti performa kolektif, Paul Munster memberikan pujian khusus atas kesiapan pemain cadangan Bhayangkara FC saat menang 4-0 atas Semen Padang di laga Super League.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-26. Moussa Sidibe membawa tuan rumah unggul melalui eksekusi penalti yang tenang dan terarah.
Preview Bhayangkara FC vs Semen Padang di pekan ke-23 Liga Super 2026. Analisis kekuatan The Guardians vs Kabau Sirah di Stadion Sumpah Pemuda.
Tim tamu langsung mengejutkan publik tuan rumah saat Slavko Damjanovic mencetak gol pada menit ke-6 untuk membawa Bhayangkara unggul 0-1.
Preview Persik Kediri vs Bhayangkara FC Super League 2026. Marcos Reina benahi pertahanan, Paul Munster incar papan atas. Cek statistik dan prediksi di sini.
Persebaya Surabaya menjamu PSM Makassar di GBT malam ini (25/2). Bernardo Tavares bidik 3 poin meski Bajol Ijo krisis pemain akibat cedera dan sanksi kartu.
Shayne Pattynama bicara persaingan dengan Dony Tri Pamungkas di Persija Jakarta serta ambisi debut di JIS saat melawan PSM Makassar.
Pelatih Bhayangkara Paul Munster mewaspadai kekuatan Persebaya Surabaya menjelang laga pekan ke-21 Super League, target kemenangan demi klasemen.
Pelatih Bhayangkara Paul Munster mewaspadai kekuatan Persebaya Surabaya sebelum laga pekan ke-21 Super League di Gelora Bung Tomo, Sabtu malam.
Persija Jakarta kalah 0-2 dari Arema FC di SUGBK. Mauricio Souza soroti kelemahan teknis dan pengambilan keputusan yang merugikan tim di babak pertama.
Pemain kelahiran Zaandam, Belanda, 9 November 2004 itu diikat kontrak berdurasi 2,5 musim oleh klub berjuluk Macan Kemayoran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved