Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BHAYANGKARA FC menjadi klub dengan penyumbang pemain terbanyak untuk timnas U-20 yang diproyeksikan berlaga di Piala Asia U-20 di Tiongkok pertengahan Februari nanti. Klub Liga 2 itu menyumbangkan tiga pemain, yakni Fandi Bagus, Evanda Florasta, dan Muhammad Ragil.
Sedangkan tiga klub Liga 1, yakni Bali United, Persija Jakarta, dan Borneo FC, berada pada urutan kedua klub penyumbang pemain terbanyak, masing-masing dua orang. Demikian hasil pengumuman anggota skuad timnas U-20.
Pada Piala Asia U-20, Indonesia menghuni Grup C bersama Uzbekistan, Iran, dan Yaman. Indonesia berhak tampil dalam Piala Asia U-20 2025 setelah menjuarai Grup F kualifikasi dengan total tujuh poin. Grup ini juga dihuni Yaman dan Timor Leste, sedangkan Maladewa tidak mengikuti kualifikasi meski tergabung dalam Grup G.
Total 23 nama pemain masuk asuhan Pelatih Indra Sjafri pada ajang dwitahunan level benua tersebut. Beberapa nama langganan timnas kelompok umur seperti Dony Tri Pamungkas, Sulthan Zaki, Kadek Arel, dan Muhammad Iqbal Gwijangge kembali dipercaya membela timnas U-20.
Selain pemain-pemain yang berkompetisi di Indonesia, Indra juga memanggil sejumlah pemain yang berbasis di luar negeri, yakni Welber Jardim, Marselinus Ama Ola, dan Jens Raven.
Petualangan Indonesia akan diawali dengan meladeni Iran pada 13 Februari, kemudian melawan Uzbekistan pada 16 Februari, dan menghadapi Yaman pada 19 Februari. (Ant/P-3)
Skuad timnas U-20 untuk Piala Asia U-20 2025:
Kiper:
1. I Wayan Wiguna (Bali United)
2. Ikram Algiffari (Semen Padang)
3. Fitrah Maulana (Persib Bandung)
Bek:
4. Dony Tri Pamungkas (Persija Jakarta)
5. Sulthan Zaky (PSM Makassar)
6. Muhammad Iqbal Gwijangge (Barito Putera)
7. Kadek Arel (Bali United)
8. Fava Sheva (PSPS Pekanbaru)
9. Rizdjar Nurviat (Borneo FC)
10. Muhammad Mufli Hidayat (PSM Makassar)
11. Achmad Zidan (PSS Sleman)
12. Muhammad Alfharezzi Buffon (Borneo FC)
Gelandang:
13. Welber Jardim (Sao Paulo/Brasil)
14. Fandi Bagus (Bhayangkara FC)
15. Aditya Warman (Persija Jakarta)
16. Evandra Florasta (Bhayangkara FC)
17. Toni Firmansyah (Persebaya Surabaya)
Penyerang:
18. Aulia Rahman (PSIS Semarang)
19. Jehan Pahlevi (Persiku Kudus)
20. Arlyanshah Abdulamanan (PSIM Yogyakarta)
21. Marselinus Ama Ola (UD Logrones/Spanyol)
22. Jens Raven (FC Dordrech/Belanda)
23. Muhammad Ragil (Bhayangkara)
Menurut Sumardji, keputusan diambil setelah evaluasi atas hasil yang dicapai Garuda Muda di SEA Games.
Pelatih Timnas U-22 Indonesia, Indra Sjafri, menyatakan siap memikul tanggung jawab penuh atas kegagalan timnya melaju ke babak semifinal cabang sepak bola putra SEA Games 2025
Indonesia akhirnya finis sebagai peringkat kedua Grup C dengan tiga poin. Di jalur peringkat dua terbaik, Indonesia kalah selisih gol dari Malaysia
“Saya lebih fokus bagaimana caranya menang melawan Myanmar, kemenangan itu penting jadi hasil tim lain kita tidak bisa mengatur,”
Timnas U22 Indonesia harus menerima kekalahan tipis 0-1 dari Filipina U22 pada laga perdana Grup C SEA Games 2025 di 700th Anniversary Stadium, Senin (8/12).
"Kami siapkan pengganti yakni Rifqi Ray Farandi dari Persik Kediri yang hari ini terbang ke Thailand untuk bergabung,”
Kemenangan meyakinkan itu ditentukan sepenuhnya pada paruh pertama laga. Meski Bhayangkara FC sempat mengambil inisiatif serangan di menit-menit awal
Kemenangan dramatis 2-1 yang diraih Bhayangkara FC di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung, langsung mendongkrak posisi skuad asuhan Paul Munster.
Pelatih sementara Persebaya, Uston Nawawi, mengungkapkan rasa kecewanya setelah timnya hanya mampu bermain imbang melawan tuan rumah Bhayangkara Presisi Lampung FC.
Pelatih Bhayangkara Presisi Lampung FC, Paul Munster, mengakui bahwa masalah penyelesaian akhir masih menjadi kendala utama timnya saat bermain imbang 1-1 melawan Persebaya.
Penyerang Bhayangkara Presisi Lampung FC, Dendi Sulystiawan, menjadi penyelamat timnya setelah mencetak gol pada menit 90+8 untuk memaksakan hasil imbang melawan Persebaya Surabaya.
Nama Rahmatsho Rahmatzoda semakin mencuri perhatian publik sepak bola Indonesia, terutama setelah performanya bersama PSIM Yogyakarta menuju final Super League 2025/2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved