Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
PELATIH Cesc Fabregas ‘marah’ karena Como gagal memanfaatkan peluang untuk melukai Inter Milan dalam kekalahan 0-2. Ia juga memperingatkan ia melihat ‘siapa yang memiliki gaya bermain saya dalam darah mereka dan siapa yang tidak.’
Pelatih Como menjalani debut sebagai lawan di San Siro dan memilih untuk mengubah taktik menjadi formasi tiga bek, mencerminkan strategi Simone Inzaghi.
Taktik tersebut sempat berhasil meredam serangan Inter untuk waktu yang lama, tetapi mereka kebobolan melalui sundulan Carlos Augusto dari sepak pojok Hakan Calhanoglu dan tendangan keras Marcus Thuram di menit akhir yang menembus tangan Pepe Reina.
Pemain Como juga memiliki peluang, terutama Nico Paz yang memaksa penyelamatan dan intersepsi dramatis Carlos Augusto yang menggagalkan tap-in Edoardo Goldaniga.
“Semua ini diputuskan oleh detail kecil. Mereka harus mencetak gol dari situasi bola mati dan saya rasa Inter tidak mengira Como akan bermain begitu positif tanpa bola,” kata Fabregas kepada Sky Sport Italia.
“Kami perlu jauh lebih baik saat menguasai bola, dan hari ini saya mendapat gambaran jelas siapa yang memiliki gaya bermain saya dalam darah mereka dan siapa yang tidak.
“Saya tidak ingat Inter melakukan apa pun di babak pertama. Kami punya peluang seperti Strefezza yang seharusnya langsung mengirim umpan silang, bukan mengambil sentuhan tambahan. Nico Paz juga sendirian, dan Fadera dua kali dalam situasi dua lawan satu...
“Beberapa pemain lain juga tidak memiliki karakter yang tepat untuk maju, agresif, dan memasukkan bola ke kotak penalti dengan cepat. Namun, Da Cunha patut diapresiasi karena dia bermain tanpa rasa takut, dan itulah yang saya inginkan.
“Saya marah karena kami merasa memiliki kesempatan untuk menyakiti mereka, tetapi kami tidak melakukannya. Saya ingin pemain dengan karakter kuat.”
Meskipun Inter menguasai bola, jumlah tembakan tepat sasaran cukup seimbang mengingat Como baru promosi dari Serie B musim lalu.
“Kami melihat Arsenal kesulitan dan kalah di sini, Atalanta kebobolan empat gol di sini, jadi ini adalah salah satu dari tiga tim terbaik di Eropa saat ini,” lanjut Fabregas.
“Dengan itu dalam pikiran, saya berharap kami bisa lebih efektif dan tidak mudah kehilangan bola. Setelah penampilan melawan Roma dan hari ini, ini adalah dua pertandingan positif dan kami bisa membangun kepercayaan diri dari situ.”
Sky Sport Italia menyoroti komentar Fabregas tentang ‘siapa yang memiliki gaya bermain saya dan siapa yang tidak.’ Apakah ini pertanda dia ingin mengganti pemain di bursa transfer Januari?
“Saya lebih suka tidak membicarakan bursa transfer. Saya percaya pada pemain saya yang membawa kami ke titik ini. Mereka adalah 25 prajurit yang bekerja keras sepanjang minggu dan menunjukkan performa hebat, jadi saya tidak ingin membahas pergantian pemain.
“Benar, kami pantas mendapatkan lebih banyak poin daripada yang kami miliki sekarang, tetapi itulah kenyataannya. Saya tidak suka mengasihani diri sendiri. Kami hanya perlu terus bekerja dan meningkatkan permainan kami,” tutup Fabregas. (Football-Italia/Z-3)
Hasil pertandingan Como 1907 vs Torino di Serie A 2025/2026. Menang telak 6-0 lewat brace Douvikas dan aksi gemilang Baturina, Como naik ke peringkat 5 klasemen.
Pekan ke-22 Serie A Italia berakhir menyenangkan bagi tuan rumah Como yang berhasil mengalahkan Torino 6-0 pada Sabtu 24 Januari 2026.
Setelah gol tersebut, Como mendominasi penguasaan bola hingga mencapai 68%. Namun, efektivitas menjadi pembeda. Milan baru bisa membalas di penghujung babak pertama (45+1').
Cesc Fabregas menegaskan ACMilan layak menerima pujian atas kemenangan melawan anak asuhnya 3-1 dalam pertandingan yang digelar di di Stadio Sinigaglia, Como.
Como melanjutkan tren positifnya dengan kemenangan 3-1 atas Verona. Gol dari Douvikas, Posch, dan Vojvoda memastikan pasukan Cesc Fabregas terus tak terkalahkan.
Pertandingan Atalanta vs Como di Serie A berakhir imbang 1-1. La Dea tampil pincang, sementara Como juga kehilangan pelatih Cesc Fabregas karena skorsing.
Inter Milan tampil perkasa dengan melibas 10 pemain Sassuolo. Lautaro Martinez menyamai rekor legenda klub, sementara Federico Dimarco cetak hat-trick assist.
Pada menit ke-49 laga kontra Sassuolo, sebuah suar dilemparkan dari tribun penonton Inter Milan ke arah lapangan dan meledak tepat di dekat Emil Audero.
INTER Milan memastikan tiket semifinal Coppa Italia setelah menang 2-1 dalam laga Inter vs Torino, dengan kontribusi pemain muda menjadi kunci di tengah
Kemenangan atas Torino ini menjaga harapan Inter Milan untuk meraih gelar Coppa Italia ke-10 mereka.
Simak preview lengkap perempat final Coppa Italia 2026 antara Inter Milan vs Torino. Analisis taktik, prediksi pemain, dan detail lokasi pertandingan.
CEO Inter Milan, Giuseppe Marotta, mengecam keras aksi pelemparan flare oleh suporter Nerazzurri yang mengenai kiper lawan sekaligus penjaga gawang Timnas Indonesia, Emil Audero.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved