Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SVEN-GORAN Eriksson mengaku dirinya mewujudkan impiannya untuk menukangi Liverpool kala memimpin tim legenda the Reds di laga amal melawan tim legenda Ajax di Anfield, Minggu (24/3) dini hari WIB.
Mantan pelatih timnas Inggris berusia 76 tahun itu, Januari lalu, usianya tinggal satu tahun setelah didiagnosa menderita kanker pankreas.
Kala itu, pelatih asal Swedia, yang pernah menukangi Manchester City dan Lazio, mengungkapkan bahwa dirinya adalah penggemar Liverpool dan bermimpi untuk bisa menukangi the Reds.
Baca juga : Eriksson akan Tukangi Liverpool di Laga Amal
Mimpi Eriksson itu menjadi kenyataan pada Minggu (24/3) dini hari WIB, ketika dia, didampingi Ian Rush, John Barnes, dan John Aldridge memimpin Liverpool menang 4-2 atas Ajax.
Selepas laga, Eriksson mengaku dirinya menangis sebelum kickoff ketika dirinya menerima sambutan meriah dari para pendukung Liverpool yang kemudian menyanyikan You'll Never Walk Alone.
"Ini akan menjadi kenangan luar biasa dalam hidup saya. Benar-benar indah," ungkap Eriksson.
Baca juga : Kembali ke Timnas Inggris Menutup Babak Cedera Joe Gomez
"Duduk di bangku cadangan Liverpool telah lama menjadi impian sama. Ketika itu terjadi, hari ini menjadi sangat indah bagi saya."
"Para penonton, pemain, dan semuanya luar biasa. Terima kasih Liverpool karena memberi kesempatan ini kepada saya, mengundang saya untuk laga sepenting ini."
"Laga ini penuh emosi dan air mata menetes. Liverpool adalah klub impian saya sepanjang hidup. Bahkan ketika saya menukangi timnas Inggris, saya mendukung Liverpool. Namun, kala itu, saya tidak bisa mengungkapkannya secara terbuka."
"Ini adalah akhir yang indah, diakhiri bersama Liverpool. Tidak ada yang lebih baik dari ini," lanjut pelatih yang membawa timnas Inggris mencapai perempat final Piala Dunia 2002 dan 2006.
Liverpool tertinggal 2-0 di paruh waktu sebelum Gregory Vignal, Djibril Cisse, Nabil El Zhar, dan Fernando Torres membalikkan keadaan. (AFP/Z-1)
Eriksson meninggal dunia pada Agustus lalu setelah didiagnosis menderita kanker. Dia merupakan pelatih luar Inggris pertama yang menangani the Three Lions.
Pada Januari lalu, Eriksson didiagnosis menderita kanker dan paling banter memiliki waktu hidup satu tahun.
Sven-Goran Eriksson, yang merupakan manajer non-Inggris pertama yang menukangi timnas Inggris, menunjuk David Beckham sebagai kaptennya pada 2021.
Atas nama FIFA dan komunitas global kami, saya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan teman-teman Sven-Goran di masa sulit ini. RIP," tulis Presiden FIFA.
"Sven-Goran 'Svennis' Eriksson telah meninggalkan kita tetapi ia tetap hidup di hati rakyat Swedia.
Sven-Göran Eriksson adalah pria kelahiran Sunne, Swedia, 5 Februari 1948. Ia juga menghembuskan napas terkahirnya di negara kelahirannya, Bjorkefors, 26 Agustus 2024.
Pada tahap awal, Maximilian Ibrahimovic akan lebih banyak menghabiskan waktu bersama tim Jong Ajax (U-23).
Kesepakatan verbal antara Ajax dan Takehiro Tomiyasu telah tercapai dan kontrak sang pemain akan berlaku hingga Juni 2026.
Ajax meraih kemenangan pertama di Liga Champions musim ini setelah dua kali bangkit dan menaklukkan Qarabag 4-2 di Azerbaijan.
Ajax kembali menelan kekalahan di Liga Champions usai dibungkam Benfica.
Ajax memutus kontrak John Heitinga, yang sebenarnya berlaku hingga 30 Juni 2027 mendatang, dan posisi pelatih kepala untuk sementara waktu diisi Fred Grim.
Tambahan tiga gol ke gawang Ajax membuat Victor Osimhen menambah koleksi golnya di Liga Champions menjadi enam gol musim ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved