Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir membentuk dua Satuan Tugas (Satgas) untuk menjadikan PSSI lebih transparan dan akuntabel. Langkah bersih-bersih Erick Thohir itu mendapat dukungan penuh dari Presiden Joko Widodo.
Pengamat Sepak Bola Nasional Gafar Lestaluhu mendukung penuh rencana Erick Thohir membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pengaturan Skor dan Satgas Pengawasan Keuangan.
Menurutnya, Erick Thohir telah mewujudkan komitmennya bersih-bersih di internal PSSI serta membersihkan sepak bola Indonesia dari segala label dan citra yang negatif di mata publik.
Baca juga: Bentuk Dua Satgas, Langkah Erick Thohir Dinilai Progresif Percepat Bersih-Bersih PSSI
“Ini kan sesuai dengan visi dan misi beliau juga artinya untuk membersihkan sepak bola Indonesia, termasuk salah satunya itu kan terhindar dari mafia sepak bola pengaturan skor. Yang terbaru kan kita lihat untuk kompetisi itu ada masalah dari masalah bonus juaranya, beliau benahi,” ujar Gafar, Rabu (3/5).
Menurutnya, dua satgas yang dibentuk Menteri BUMN itu sudah tepat, demi memberantas mafia pengatur pertandingan dan juga mendorong agar keuangan PSSI lebih transparan dan akuntabel.
“Sudah langkah yang tepat beliau mengaudit keuangan yang tadi disebutkan maksudnya membersihkan dari mafia wasit, membersihkan dari praktik keuangan itu, langkah yang tepat,” terangnya.
Baca juga: Bersih-Bersih PSSI, Erick Bentuk Satgas Pengawasan Pengaturan Skor dan Pengawasan Keuangan
Gafar tidak meragukan komitmen Erick Thohir bersih-bersih di internal PSSI. Pasalnya, hal yang sama sudah dibuktikannya sejak memimpin BUMN. Sehingga citra BUMN menjadi positif dan terus berkembang memberikan kontribusi bagi kemajuan ekonomi nasional.
“Ini kan berarti ada kesinambungan kinerja yang sekarang sudah dibersihkan di BUMN, dilakukan yang sama juga di PSSI berartikan ada kesamaan dan kesinambungan di situ, berarti dia pingin sama juga yang dilakukan di BUMN langkah yang diambilnya itu,” jelasnya.
Dikatakan Gafar, dengan membersihkan PSSI, secara tidak langsung Erick juga memperbaiki kualitas kompetisi sepak bola tanah air lebih baik. Sebab ia optimis ke depan pertandingan di Liga 1 akan lebih sportif dan transparan.
“Secara tidak langsung berarti itu juga memperbaiki dari segi kompetisinya akan lebih baik kan kalau sudah terhindar dari praktik-praktik itu berarti secara tidak langsung sepak bola Indonesia juga akan lebih baik,” ucapnya.
Lanjut Gafar, membersihkan PSSI memang sebuah pekerjaan yang tidak mudah. Namun, kebijakan Erick Thohir di PSSI dinilai telah melakukan banyak perubahan mendasar yang sangat bagus.
“Kita nggak mungkin lah mau langsung membalikkan telapak tangan terus harus lebih baik dalam waktu singkat, tapi kan harus ada tahapannya juga, artinya ada perubahan juga sudah sudah sangat bagus,” katanya.
Lebih lanjut Gafar mengatakan, dirinya percaya di bawah kepemimpinan Erick Thohir PSSI akan dapat lebih maju dari kepemimpinan PSSI sebelum-sebelumnya.
Gafar menilai Erick tidak hanya membenahi dari sisi sistem tetapi juga membangun budaya baru dalam sepak bola Indonesia. Hal itu tercermin dari perhatian besar Erick kepada stakeholder sepak bola nasional seperti wasit, para pemain dan suporter.
“Sejauh ini perhatian beliau saya lihat sungguh luar biasa artinya mungkin jarang ya dilakukan sama ketua-ketua umum yang sebelumnya kali ya karena beliau turun langsung," paparnya
Perhatian Erick tersebut, kata Gadar, menunjukkan sikap egaliter dan mau turun ke bawah untuk mendengarkan persoalan, berkomunikasi dan berdiskusi secara langsung. Hal itu dinilai memberikan dampak yang besar terutama bagi para pemain sehingga lebih termotivasi untuk lebih baik.
“Bertemu dengan stakeholder sepak bola mulai dari pemain, wasit suporter dan lain lain, ya ini langkah yang gak pernah kita lihat di ketua umum sebelumnya kan gak ada yang kayak begini,” tukas Gafar. (RO/Z-1)
VAP memberanikan diri membongkar trauma yang selama ini dipendamnya karena posisi terduga pelaku yang memiliki kuasa besar sebagai pelatih sekaligus ketua pengurus provinsi.
Proses naturalisasi pemain tidak lepas dari mekanisme yang melibatkan DPR. Karena itu, PSSI masih menunggu kepastian mengenai jadwal persidangan sebelum melangkah lebih jauh.
Menpora menyatakan dukungannya terhadap langkah FPTI yang mendampingi serta memfasilitasi lima atletnya.
Langkah konkret di sektor kepemudaan akan diwujudkan melalui "Youth Camp" yang menjadi wadah sinergi seluruh program kepemudaan antara pusat dan daerah.
Cek jadwal lengkap FIFA Series 2026 di Jakarta! Timnas Indonesia tantang Saint Kitts dan Nevis di SUGBK. Simak persiapan skuad John Herdman di sini
Erick Thohir memuji kepemimpinan Chef de Mission Reda Manthovani setelah Indonesia meraih 135 medali emas dan finis sebagai runner up ASEAN Para Games 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved