Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
PELATIH Tim U-20 Indonesia Shin Tae-yong menilai ada perbedaan kualitas antarpemain yang menjadi bahan evaluasi di laga kedua Piala Asia U-20 di Uzbekistan. Menurut pelatih asal Korea Selatan itu, perbedaan itu terlihat saat sebelas pertama pemain yang diturunkan dengan pemain pengganti saat laga perdana melawan Irak, Rabu (1/3).
Di babak pertama skuad Garuda Nusantara bisa mengimbangi permainan Irak. Namun, setelah gol Irak di menit ke-28, mental bermain Indonesia menurun. Banyak kesalahan umpan pemain gang menyebabkan Garuda Nusantara gagal mengembangkan permainan.
Indonesia diuntungkan dengan jumlah pemain di menit akhir babak pertama setelah pemain Irak Charbel Shamoon mendapat kartu merah langsung oleh wasit akibat pelanggaran terhadap Arkhan Fikri.
Baca juga: Kalah dari Irak, Timnas Indonesia U-20 tak Menyerah
Namun, keunggulan jumlah pemain di babak kedua tidak berhasil dimanfaatkan Indonesia. Shi sempat melakukan lima pergantian pemain, empat di antaranya di babak kedua. Pada masa injury time, justru Irak sukses menambah keunggulan menjadi 2-0. Aksi individu Abdulqadir Ayoub diselesaikan dengan baik oleh Mohammed Jameel.
“Ada jurang antara starting eleven dan pemain pengganti, karena memperlihatkan performa yang berbeda. Hal itu juga yang perlu kami perbaiki untuk laga selanjutnya,” kata Shin Tae-yong.
Shin mengatakan bahwa kekalahan Indonesia karena tidak berhasil mengembangkan permainan walau unggul jumlah pemain di babak kedua. "Kami bermain bagus di babak pertama, tapi saya masih belum tahu mengapa kami tidak bisa bermain lebih baik lagi saat unggul jumlah pemain. Sebagai pelatih, saya akan evaluasi tim dan akan berbicara dengan tim," jelas Shin Tae-yong.
Garuda Nusantara selanjutnya akan menghadapi Suriah di pertandingan kedua. Kemenangan wajib diperoleh untuk menghidupkan asa lolos dari fase grup. Suriah juga menelan kekalahan 2-0 dari tuan rumah Uzbekistan. (PSSI/OL-17)
Promosi Nova ke timnas U-20 menyisakan kekosongan di kursi pelatih timnas U-17.
PSSI baru saja mengumumkan penunjukan Nova Arianto sebagai pelatih baru Timnas Indonesia U-20. Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa Nova layak memimpin timnss Indonesia di level U-20.
PSSI resmi mengangkat Nova Arianto sebagai pelatih baru timnas Indonesia U-20. Keputusan itu diumumkan Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji.
Coach Nova dan para pemain timnas U-17 ini akan menjadi kerangka untuk timnas U-20.
MAJELIS Hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan, Sumatera Utara, menjatuhkan vonis satu tahun penjara terhadap terdakwa mantan pemain Timnas U-20 Irfan Raditya.
PENGAMAT sepak bola nasional Kesit B Handoyo menilai Gerarld Vanenburg menjadi sosok yang tepat menggantikan Indra Sjafri di kursi pelatih timnas U-20 Indonesia.
PSSI memastikan para pemain Timnas Indonesia baru akan berkumpul untuk persiapan FIFA Series 2026 setelah perayaan Idul Fitri agar pemain yang beragama Islam dapat merayakan Lebaran.
Indonesia akan menjadi salah satu tuan rumah turnamen mini FIFA Series 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 27-30 Maret di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Proses naturalisasi pemain tidak lepas dari mekanisme yang melibatkan DPR. Karena itu, PSSI masih menunggu kepastian mengenai jadwal persidangan sebelum melangkah lebih jauh.
PSSI resmi menunjuk Jawa Timur sebagai tuan rumah Piala AFF U17 2026 karena fasilitas stadion di Kaltim belum siap.
Denda tersebut dijatuhkan AFC karena PSSI dinilai lalai dalam memenuhi ketentuan regulasi pertandingan internasional yang telah ditetapkan oleh konfederasi.
Jakarta ditunjuk sebagai tuan rumah FIFA Series 2026. Timnas Indonesia akan menghadapi St. Kitts & Nevis, Bulgaria, dan Kepulauan Solomon pada 27 & 30 Maret 2026 di GBK.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved