Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MANTAN manajer timnas Indonesia saat SEA Games 1991 IGK Manila mengapresiasi munculnya nama Erick Thohir sebagai calon ketua umum PSSI.
Menurut Manila, Erick punya rekam jejak yang sudah teruji hingga ke sepak bola internasional.
"Erick sudah malang melintang dalam dunia sepak bola internasional ataupun nasional," ujar Manila lewat keterangan resmi, Rabu (8/2).
Baca juga : IGK Manila Akui Erick Thohir bukan Orang Baru di Sepak Bola Indonesia
Menurut Manila, sepak bola Indonesia memang harus menjadikan sepak bola internasional sebagai contoh.
Menurutnya, PSSI ke depan mesti memahami betul sepak bola modern yang mengombinasikan sisi olahraga dan keilmuan. Oleh karenanya, perlu pengurus yang memahami secara utuh sepak bola modern.
"Kita belajar dari ragam best practices kompetisi di negara maju sepak bola dan menyusun standar yang kontekstual dan kompetitif. Beberapa kecenderungan di kita, terkait dengan benchmarking (tolok ukur) ialah standardisasi administratif dan minim kajian mendalam," ujarnya.
Baca juga : Erick Thohir Diharapkan Segera Selesaikan Sengkarut Kompetisi
Saat ini, kata dia, sepak bola telah menjadi salah satu industri terbesar di dunia, dengan keterlibatan sains dan dunia akademik. Kemudian, kompetisi antarklub di Eropa dikembangkan dengan memanfaatkan ragam sumber informasi dan diolah menggunakan metode statistik yang canggih.
Dengan pemahaman yang utuh soal sistem sepak bola modern, Manila yakin akan berbuah pada prestasi.
Manila, yang merupakan manajer terakhir yang mampu mengantarkan gelar juara bagi timnas Indonesia, memandang pembinaanlah yang akan menjadi kunci dari prestasi. Dengan pembinaan yang baik, Manila yakin penantian prestasi timnas yang terakhir kali meraih gelar juara pada Sea Games 1991 bisa segera terwujud.
Baca juga : Dikalahkan Erick di Pemilihan Ketum PSSI, LaNyalla: Saya Siap Kolaborasi
"Kualitas tidak bisa dikejar dengan jalan pintas. Setahu saya, negara mana pun dunia, termasuk ASEAN, yang berhasil membangun sepak bola mereka berkomitmen menjalankan pembinaan dengan berbagai cara," ujarnya.
Sebagaimana halnya para pemain, kata Manila, para pengurus PSSI kedepan juga harus memiliki motivasi yang murni soal sepak bola. Sepak bola Indonesia benar-benar diurus orang yang teruji komitmen serta rekam jejaknya.
Terkait kompetisi, Manila menilai liga ke depan harus berjalan simultan. Dia mengusulkan adanya penyederhanaan jumlah peserta liga agar kompetisi lebih praktis dan efisien.
"Kompetisi yang harus diikuti setiap klub harus dibatasi jumlahnya sebab perbaikan kualitas pemain tidak bisa dikatakan berbanding lurus dengan jumlah kompetisi yang diikuti. Justru perkembangan mereka akan pesat jika pembinaan dan kompetisi berjalan simultan," ujarnya. (OL-1)
KAESANG Pangarep mencalonkan diri sebagai ketua umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam Pemilu Raya 2025. Jika terpilih, ia akan melanjutkan kepemimpinannya di PSI.
Salah satu persoalan di depan mata yang diminta untuk segera diselesaikan yaitu kejelasan mengenai kompetisi Liga 2.
Untuk pemilihan Waketum awalnya Zainudin Amali meraup suara terbanyak 66 sedangkan Sekjen PSSI saat ini Yunus Nusi meraih 63 suara.
Ia menilai Erick bakal mampu membawa kemajuan bagi sepak bola Indonesia.
Erick mengajak semua pihak untuk berkolaborasi demi rasa cinta pada sepak bola Indonesia.
LaNyalla menyatakan tetap akan berkolaborasi bersama Erick Thohir walaupun menjadi pihak yang kalah dalam pemilihan tersebut.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa FIFA Series 2026 merupakan panggung krusial bagi perkembangan skuat Garuda, terutama di bawah arahan pelatih kepala baru, John Herdman.
Misi John Herdman memutus kutukan juara sekaligus menghapus memori kelam kegagalan Shin Tae-yong di Piala ASEAN 2024.
nam kali melangkah ke partai puncak, enam kali pula Garuda harus puas hanya menyentuh medali perak.
KETUA Umum PSSI, Erick Thohir, mengharapkan dukungan dari seluruh elemen sepak bola nasional usai PSSI resmi memperkenalkan John Herdman sebagai pelatih tim nasional Indonesia.
Jakarta, Herdman menyampaikan pandangannya. Ia melihat tekanan menjadi pelatih timnas Indonesia bukan sebagai masalah besar, melainkan sebagai sebuah keistimewaan.
Prestasi gemilang yang ditorehkan kontingen Indonesia pada ajang SEA Games 2025 Thailand tidak hanya menjadi catatan sejarah olahraga nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved