Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
WAJAH pemilihan calon ketua umum, wakil ketua umum dan anggota komite eksekutif (Exco) PSSI periode 2023-2027 tidak mencerminkan transformasi sepak bola nasional. Hal itu terlihat masih banyak nama-nama lama yang kembali ikut bersaing jadi bagian dari kepengurusan PSSI.
Dari 83 orang bakal calon anggota Exco yang mendaftar, ada 10 dari 12 anggota Exco PSSI periode 2019-2023 kembali mendaftarkan diri untuk menduduki posisi serupa di kepengurusan PSSI masa jabatan 2023-2027.
Mereka ialah Ahmad Riyadh, Endri Erawan, Hasani Abdul Gani, Hasnuryadi Sulaiman, Juni Ardianto Rachman, Sonhaji, Yunus Nusi, Dirk Soplanit, Pieter Tanuri, dan Vivin Cahyani. Hanya Yoyok Sukawi dan Haruna Soemitro, anggota Exco PSSI saat ini, yang tidak ikut untuk memerebutkan kursi pejabat utama PSSI pada Kongres Luar Biasa (KLB) pada 16 Februari mendatang.
Empat dari 10 nama itu bahkan juga mencalonkan diri untuk posisi Wakil Ketua Umum PSSI 2023-2027. Mereka adalah Ahmad Riyadh, Hasani Abdul Gani, Hasnuryadi Sulaiman, dan Juni Ardianto Rachman.
"Wujud transformasi sepak bola nasional pasca tragedi Kanjuruhan tidak terlihat. Mereka tidak mau mencontoh bagaimana Mochamad Iriawan yang secara tegas mengatakan tidak ingin kembali mencalonkan. Langkah pak Iriawan ini yang sebenarnya ingin ada transformasi sepak bola nasional," kata pengamat sepak bola Akmal Marhali saat dihubungi, Selasa (17/1).
Pada Kongres Biasa PSSI Minggu (15/1), Ketua Umum PSSI periode 2019-2023 Mochamad Iriawan memastikan tidak akan mencalonkan diri lagi untuk posisi yang sama periode 2023-2027. Iriawan yakin semua program PSSI terutama yang terkait tim nasional Indonesia tetap terlaksana dengan baik ketika dirinya tidak lagi menjabat.
"Pak Iriawan menjalankan tanggung jawan moral dan rekomendasi TGIPF (Tim Gabungan Independen Pencari Fakta kasus Kanjuruhan)," kata Akmal.
Koordinator Save Our Soccer (SOS) itu menjelaskan, para Exco yang kembali mencalonkan diri tidak memikirkan regenerasi kepengurusan. Harusnya mereka memberi kesempatan ke calon lain untuk membenahi sepak bola nasional.
Terpisah, Ahmad Riyadh saat dihubungi mengatakan sejak awal memang berminat untuk kembali mengurus sepak bola di Indonesia. Dia kembali maju lagi sebagai calon anggota Exco dan wakil ketua umum PSSI karena masih mendapatkan dukungan. "Insyaallah (siap)," ujarnya singkat.
Di posisi bakal calon wakil ketua umum, ada nama mantan Sekjen PSSI Ratu Tisha yang juga merupakan nama lama di kepengurusan PSSI. Menariknya, ada nama Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin amali yang ikut bersaing.
"Memang semua orang berhak mencalonkan diri. Tapi kalau Menpora ini kan pembina dari semua cabang olahraga. Ini dia mau jadi wakil ketua umum cabang olahraga yang sering bermasalah. Jadi turun (pamornya) ini," kata Akmal.
Wakil Ketua Umum PSSI Iwan Budianto, yang telah memastikan diri tidak akan mendaftarkan diri sebagai pejabat PSSI 2023-2027, ternyata masih terdaftar sebagai bakal calon wakil ketua umum karena dicalonkan pemilik suara. Iwan meminta Komite Pemilihan menghapus namanya dari daftar.
Selain itu, Presiden Madura United Achsanul Qosasih juga masuk dalam bakal calon exco, meski dirinya tidak mendaftarkan diri. Achsanul berharap KLB akan melahirkan kepengurusan yang bisa membenahi sepak bola nasional.
"Saya tidak maju demi cinta saya kepada sepak bola. Madura (United) mendukung calon yang siap (melakukan) transformasi. Saya ucapkan selamat berjuang para sahabat sepak bola saya, niatkan tekad tulus perjuangan demia masa depan sepak bola kita semua,” kata Achsanul.
Selain itu, terdapat juga mantan pemain tim nasional Indonesia yang ikut meramaikan bursa pengurus PSSI 2023-2027. Bambang Pamungkas dan Ponaryo Astaman mendaftarkan diri untuk posisi wakil ketua umum, sedangkan Kurniawan Dwi Yulianto serta Yeyen Tumena terdaftar sebagai salah satu calon anggota Exco.
Komite Pemilihan PSSI Amir Burhannudin menyatakan, akan melakukan verifikasi kelengkapan dokumen para kandidat dan dukungan calon, baik posisi ketua umum, wakil ketua umum, dan anggota Exco. Ia menargetkan, pada Kamis (19/1), pihaknya akan menyampaikan hasil seleksi berkas itu kepada para calon.
"Mulai 19 hingga 21 Januari 2023, para bakal calon dan pengusung dapat melengkapi dokumen kekurangan langsung ke Komite Pemilihan PSSI,” kata Amir.
Komite Pemilihan memiliki waktu 10 hari setelah tahap kelengkapan dokumen dari para bakal calon Exco PSSI. Sanjutnya mereka akan mengumumkan daftar calon sementara Exco PSSI pada 31 Januari 2023.
Pada 1 sampai 3 Februari, para bakal calon dapat menyampaikan permohonan dan berkas banding ke Komite Banding Pemilihan jika dinyatakan tidak lolos dalam pengumuman daftar calon sementara Komite Eksekutif anggota PSSI. Komite Banding Pemilihan lalu akan resmi mengumumkan Daftar Calon Tetap Komite Eksekutif PSSI pada 6 Februari 2023. (OL-8)
Alumni Inggris memiliki kapasitas yang dapat berkontribusi signifikan bagi riset strategis dan program pembangunan nasional.
PENETAPAN Kejadian Luar Biasa (KLB) karena suatu penyakit atau pun keracunan makanan di daerah memunculkan dilema bagi daerah tersebut.
penetapan Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) baru sampai skala wilayah belum sampai pada level nasional.
Kementerian Kesehatan menetapkan 46 KLB campak di 42 kabupaten/kota. Salah satunya di Semper Barat, Jakarta Utara yang muncul pada awal Agustus lalu.
Leptospirosis merupakan salah satu penyakit penyerta banjir yang jarang diketahui oleh masyarakat.
Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Dinas Kesehatan telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) untuk kasus demam berdarah dengue (DBD)
PERSATUAN Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) melalui PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI) resmi memilih Kelme sebagai penyedia apparel resmi bagi timnas Indonesia.
PSSI mengumumkan ada tujuh jenama yang mengikuti proses tender apparel timnas Indonesia, yaitu Kelme, adidas, Puma, Warrix, Masagi, Riors, dan petahana Erspo.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menegaskan bahwa FIFA Series 2026 merupakan panggung krusial bagi perkembangan skuat Garuda, terutama di bawah arahan pelatih kepala baru, John Herdman.
Misi John Herdman memutus kutukan juara sekaligus menghapus memori kelam kegagalan Shin Tae-yong di Piala ASEAN 2024.
Piala ASEAN 2026 akan berlangsung di luar agenda FIFA match day, sehingga klub-klub Eropa kemungkinan besar tidak akan melepas para pemain timnas Indonesia.
Indonesia bukan lagi tim yang takut mendominasi penguasaan bola. Dengan "The Herdman Way", Garuda kini memiliki alat tempur yang modern: kecepatan, tekanan tinggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved