Jumat 06 Januari 2023, 21:17 WIB

PSSI Harus Utamakan Lokal, bukan Naturalisasi

mediaindonesia.com | Sepak Bola
PSSI Harus Utamakan Lokal, bukan Naturalisasi

ANTARA/Hafidz Mubarak A
Pesepak bola Sandy Walsh (kanan) dan Jordi Amat (kiri) usai resmi menjadi Warga Negara Indonesia.

 

LANGKAH PSSI yang gencar menaturalisasi sejumlah nama untuk membela timnas Indonesia mendapat sorotan. Diketahui, terdapat tiga pesepak bola Eropa yang sudah resmi menjalani naturalisasi, yakni Sandy Walsh, Jordi Amat, dan Shayne Pattynama.

Selain Sandy Walsh, Jordi Amat, dan Shayne Pattynama, kabarnya PSSI juga tengah mencoba menaturalisasi Emil Audero. Kiper Sampdoria tersebut diproyeksikan mengawal gawang Tim Garuda.

Pakar Manajemen Prestasi Olahraga Prof Djoko Pekik Irianto mengingatkan langkah naturalisasi atau pemberian kewarganegaraan bagi pemain asing untuk memperkuat Timnas Indonesia merupakan kebutuhan jangka pendek. Tujuannya semata-mata demi mempercepat prestasi tim nasional.

Baca juga: Tiga Pemain yang Bakal Perkuat Timnas U-20 Siap Beralih Kewarganegaraan

“Naturalisasi itu cross program jangka pendek, hanya bermanfaat jika terjadi transfer skill bagi pemain lokal,” kata Prof Djoko Pekik lewat pesan tertulis, Jumat (6/1). 

Prof Djoko Pekik mengakui pembinaan pemain usia muda oleh PSSI, sejauh ini, belum maksimal dikelola secara serius. Hal itu karena hingga saat ini belum ada roadmap yang jelas dalam pengembangan talenta sepak bola Indonesia. 

Kehadiran Sekolah Sepak Bola (SSB), yang sejatinya menjadi lumbung bagi calon pemain profesional, nyatanya tidak dikelola dengan baik. Akhirnya, PSSI mengambil jalan pintas untuk mendulang prestasi tim nasional dengan program naturalisasi. 

“Benar, Pembinaan usia Muda masih belum dilaksanakan maksimal, memang ada banyak SSB namun belum dikelola secara serius, baik pelatih maupun kurikulumnya,” ucapnya 

Untuk itu, Prof Djoko Pekik menyarankan agar dibuatkan roadmap yang jelas dalam mendorong lahirnya generasi sepak bola Indonesia yang berkualitas. 

Ia mendorong seluruh klub di liga 1, 2, dan liga 3 mengutamakan pembinaan usia muda dengan mendatangkan pelatih yang profesional, agar masa depan sepak bola Indonesia bisa lebih baik. 

“Semua klub yang ada di liga 1, 2 maupun 3, diharuskan melakukan pembinaan usia muda dengan pelatihan profesional. Kompetisi usia muda, misalnya DANONE, liga kompas dll, menjadi bagian sistem program pembinaan PSSI,” ungkapnya.

Sementara itu, pengamat olahraga John Andi Oktaveri mengatakan, langkah naturalisasi yang dilakukan oleh PSSI tidak menjamin sepak bola Indonesia akan maju, karena langkah tersebut tidak bisa digunakan untuk jangka panjang.

“Naturalisasi untuk jangka panjang tidak terbukti, tidak menjamin sepak bola Indonesia maju. Sayangnya, pemain naturalisasi usianya sudah tua semua hingga tidak berdampak,” kata John Octaveri.

Bahkan, menurut John Octaveri, jika PSSI masih terus melakukan naturalisasi pemain, artinya PSSI gagal dalam membina pemain-pemain lokal. Selain itu, hampir semua pemain naturalisasi di Timnas Indonesia sudah tidak terpakai di klub mereka.

“Kalau mau naturalisasi harus dari usia muda (16 tahun). Naturalisasi kalau masih berlangsung artinya kita gagal. Naturalisasi itu cara instan PSSI dan para pemain naturalisasi itu sudah tidak terpakai di klub mereka,” jelasnya.

Parahnya lagi, lanjut John Octaveri, ada dugaan ‘intrik’ kepentingan saat dilakukan naturalisasi pemain, yakni antara agen sang pemain dengan PSSI.

“Bahkan, ada dugaan mainan dari para agen pemain dan PSSI untuk melakukan naturalisasi pemain-pemain luar,” ungkapnya. (RO/OL-1)

Baca Juga

AFP

Meski Sudah Berusia 55 Tahun, King Kazu Belum Mau Gantung Sepatu

👤Widhoroso 🕔Rabu 01 Februari 2023, 23:59 WIB
UMUR hanya merupakan angka-angka yang tidak bermakna bagi Kazuyoshi...
DOK MI

Arab Saudi Tuan Rumah Piala Asia 2027

👤Widhoroso 🕔Rabu 01 Februari 2023, 23:45 WIB
ARAB Saudi menjadi sebagai tuan rumah kejuaraan sepak bola antarnegara Asia, Piala Asia 2027. Demikian diumumkan Konfederasi Sepak Bola...
AFP

Marselino Ferdinan Berpeluang Bermain Di Spanyol

👤Widhoroso 🕔Rabu 01 Februari 2023, 23:30 WIB
MESKI sudah mengikat kontrak dengan klub Belgia, KMSK Deinze selama 1,5 musim, bintang muda Indonesia Marselino Ferdinan berpeluang bermain...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya