Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MOHAMED Salah dan Sadio Mane punya ambisi lebih untuk bisa meraih gelar Piala Afrika pertama selama karier profesional mereka. Keduanya akan bertemu pada laga final Senegal melawan Mesir pada Senin (7/2) dini hari WIB.
Pertemuan itu akan menjadi laga final Piala Afrika kedua bagi Salah. Ambisi meraih gelar pada final 2017 dipatahkan Kamerun. Mesir takluk 1-2 atas Indomitable Lions di Gabon.
Salah tentu tidak mau hal itu terulang di final tahun ini. Pemain berusia 29 tahun itu bertekad mengangkat piala untuk negaranya, setelah melakukan debut internasionalnya pada 2011.
"Trofi ini bagi saya akan sangat berbeda. Ini akan menjadi yang paling dekat dengan hati saya," kata Salah, yang telah memenangkan Liga Premier dan Liga Champions di Liverpool.
Kehadiran Salah bagi tim juga dinilai penting. Rekan setim mereka berharap, Salah bisa memimpin negaranya meraih trofi kedelapan Piala Afrika.
"Salah bukan hanya pemain terbaik di Mesir tetapi juga pemain kelas dunia dan kehadirannya merupakan dorongan bagi anggota tim lainnya," kata asisten pelatih Mesir Diaa al-Sayed.
"Dia adalah pemandu dan pemimpin. Kehadirannya sangat penting bagi kami. Dia datang ke sini untuk menang dan kami berharap dia akan menang," ujarnya.
Baca juga: Klopp Bangga Salah dan Mane Tampil di Final Piala Afrika
Salah saat ini sudah mencetak dua gol di turnamen ini. Sementara, rivalnya, Sadio Mane, unggul dengan catatan tiga gol. Mane juga mengungguli Salah dalam merancang gol untuk rekan satu timnya. Mane dua assist, Salah satu assist.
Mane juga mengalami kekecewaan serupa dengan Salah yaitu gagal membawa gelar untuk negaranya. Senegal kalah dari Aljazair 0-1 di final pada 2019.
The Lions of Teranga adalah tim nasional peringkat teratas Afrika tetapi belum pernah menjadi juara sekalipun, sangat kontras dengan Mesir dengan rekor tujuh gelar mereka.
Final kali ini sekaligus menjadi yang ketiga bagi Senegal dalam Piala Afrika. Sebelum edisi 2019, Senegal juga masuk final edisi 2002 dengan hasil kekalahan lewat adu penalti 2-3 oleh Kamerun di Bamako, Mali.
"Pengalaman adalah aset terbesar kami. Kami tidak ingin lagi menjadi pecundang karena kami semakin matang,” kata Mane.
Motivasi juara Mane berlipat karena pemain berusia 29 tahun tersebut telah menorehkan rekor sebagai top scorer sepanjang masa Timnas Senegal. Mane bersanding dengan bomber legendaris Henri Camara dengan koleksi 29 gol.
Pelatih Senegal Aliou Cisse mengatakan, telah belajar banyak dari final 2019 untuk menghadapi final pada Senin (7/2) dini hari WIB nanti.
Pada final 2019 di Kairo, Senegal punya statistik sebagai tim dengan pertahanan terbaik dengan kebobolan hanya 1 gol. Namun, statistik itu bukan jaminan bisa berjaya dalam final.
”Laga final selalu memberikan kejutan. Itu yang harus kami perhatikan baik-baik,” kata Cisse.(AFP/BBC/OL-5)
Senegal kemudian memastikan gelar juara lewat gol Pape Gueye pada babak tambahan waktu yang membungkam suporter Maroko di Stadion Prince Moulay Abdellah.
Sadio Mane menjalani debut internasional pada 2012 dan telah mencatat lebih dari 120 penampilan bersama timnas Senegal.
Timnas Senegal melaju ke final Piala Afrika 2025 setelah mengalahkan timnas Mesir 1-0 lewat gol Sadio Mane. Simak hasil dan statistik lengkap pertandingannya di sini.
Timnas Senegal mengawali Grup D AFCON 2025 dengan kemenangan telak atas Botswana. Nicolas Jackson jadi bintang lewat dua gol, sementara kiper lawan cegah skor lebih besar.
Al Nassr membuka keunggulan pada menit ke-10 melalui tendangan voli Sadio Mane setelah memanfaatkan umpan akurat dari Marcelo Brozovic.
Kekesalan kapten Timnas Portugal itu bukan hanya kalah dari rival abadinya di Arab Saudi saja. Namun para penonton Al-Hilal kerap kali meneriakan nama Lionel Messi saat pertandingan.
Meski pulang dengan gelar pencetak gol terbanyak, luka akibat kegagalan penalti di partai final melawan timnas Senegal tampaknya jauh lebih membekas di hati Brahim Diaz.
FRMF menilai aksi mogok bermain timnas Senegal tersebut memberikan dampak signifikan terhadap psikologis dan performa para pemain Maroko yang sedang berada di atas angin.
Senegal kemudian memastikan gelar juara lewat gol Pape Gueye pada babak tambahan waktu yang membungkam suporter Maroko di Stadion Prince Moulay Abdellah.
PELATIH Maroko Walid Regragui meluapkan kekecewaannya terhadap insiden di final Piala Afrika (Afcon 2025), Senin (19/1) WIB, yang berakhir dengan kekalahan tuan rumah Maroko 0-1 dari Senegal.
PENCETAK gol kemenangan Senegal di final Piala Afrika (Afcon) 2026, Pape Gueye, mengungkapkan rasa ketidakadilan justru menjadi pemicu semangat timnya hingga mampu merebut gelar juara.
Kekecewaan mendalam menyelimuti pendukung Maroko usai tim nasional mereka gagal meraih gelar Piala Afrika. Dalam laga final yang berlangsung dramatis hingga perpanjangan waktu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved