Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA gol yang tercipta dari penalti yang ditentukan oleh Video Assistant Referee membuat debutan Gambia menahan imbang Mali 1-1 dalam pertandingan Grup F Piala Afrika di Limbe, Minggu (16/1).
Hasil pertandingan ini membuat kedua tim tetap memuncaki klasemen grup ini dengan sama-sama mengoleksi empat poin. Pada pertandingan pertama mereka masing-masing melawan Mauritania dan Tunisia, kedua tim sama-sama memetik kemenangan.
Mauritania dan Tunisia sendiri segera bertanding dalam laga grup ini berikutnya Minggu malam ini juga. Kedua tim tengah memburu poin pertamanya dalam turnamen ini ketika mereka bertemu di Limbe malam ini.
Gambia menyamakan kedudukan pada menit terakhir pertandingan ini melalui Musa Barrow setelah Mali dinyatakan handball di dalam kotak penaltinya.
Mali sendiri sempat memimpin 1-0 selama 10 menit yang juga berasal dari gol hasil eksekusi tendangan penalti yang dilesakkan Ibrahima Kone.
Kedua penalti ini diberikan setelah VAR menyarankan wasit asal Maroko Samir Guezzaz agar menyaksikan kembali kedua insiden di layar di sisi lapangan. (OL-8)
Preview laga perempat final Piala Afrika 2025 antara Mali vs Senegal. Simak analisis statistik, head-to-head, prediksi line-up, dan kondisi tim terkini.
Mali memastikan tiket babak 16 besar AFCON setelah bermain imbang 0-0 melawan Komoro.
Maroko, tuan rumah Piala Afrika 2025, gagal meraih kemenangan pada laga kedua Grup A setelah ditahan Mali.
Zambia menahan imbang Mali 1-1 pada laga pembuka Piala Afrika di Casablanca. Gol dramatis Patson Daka di menit ke-92 menggagalkan kemenangan Mali.
Sebelumnya, tim asuhan Indra Sjafri telah menjalani dua laga uji coba melawan India U-23.
Pemerintah Mali memberlakukan kebijakan visa baru bagi warga Amerika Serikat dengan mewajibkan uang jaminan hingga US$10.000.
FRMF menilai aksi mogok bermain timnas Senegal tersebut memberikan dampak signifikan terhadap psikologis dan performa para pemain Maroko yang sedang berada di atas angin.
Senegal kemudian memastikan gelar juara lewat gol Pape Gueye pada babak tambahan waktu yang membungkam suporter Maroko di Stadion Prince Moulay Abdellah.
PELATIH Maroko Walid Regragui meluapkan kekecewaannya terhadap insiden di final Piala Afrika (Afcon 2025), Senin (19/1) WIB, yang berakhir dengan kekalahan tuan rumah Maroko 0-1 dari Senegal.
PENCETAK gol kemenangan Senegal di final Piala Afrika (Afcon) 2026, Pape Gueye, mengungkapkan rasa ketidakadilan justru menjadi pemicu semangat timnya hingga mampu merebut gelar juara.
Kekecewaan mendalam menyelimuti pendukung Maroko usai tim nasional mereka gagal meraih gelar Piala Afrika. Dalam laga final yang berlangsung dramatis hingga perpanjangan waktu.
Final Piala Afrika (AFCON) diwarnai aksi mogok pemain Senegal akibat penalti kontroversial Maroko di masa injury time.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved