Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA harus mengakui keunggulan Thailand di leg pertama final Piala AFF 2020. Bermain di Stadion Nasional Singapura, Rabu (29/2), Indonesia menyerah 0-4.
Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong mengatakan, gol cepat Thailand saat pertandingan baru berjalan 2 menit oleh Chanthip Songkrasin membuat mental pemain turun. Hal itu terus berimbas pada permainan skuad Garuda yang dengan mudah bisa kebobolan.
Chanathip Songkrasin jadi mimpi buruk timnas dengan mencetak gol lainnya di menit 52. Sementara gol lain dicetak Supachok Sarachat ('67) dan Bordin Phala ('83).
"Kemasukan gol sangat cepat begitu mulai mempersulit kami sendiri. Thailand sangat sempurna di pertandingan. Kami banyak kekurangan. Saya mengakui kekalahan ini. Kami mempersiapkan diri lebih baik di pertandingan selanjutnya," kata Shin saat konferensi pers virtual usai pertandingan.
Shin Tae-yong tidak menyangka Indonesia bisa kebobolan hingga empat gol di pertandingan itu. Kematangan pemain yang mayoritas masih di bawah usia 25 tahun memang sangat berpengaruh.
"Jujur tidak menyangka banyak kemasukan gol. Saya merasakan pengalaman pemain dibutuhkan ke depannya. Yang penting saat ini memulihkan fisik pemain dan tidak akan terlalu memikirkan skor pertandingan leg pertama. Saya akan memberikan semangat pemain agar bisa seperti pertandingan penyisihan grup," jelasnya.
Pelatih asal Korea Selatan itu masih meyakini, dengan kerja keras pemain dan dukungan dari suporter, Indonesia bisa mengejar ketertinggalan di leg kedua.
"Memang kalau melihat pertandingan hari ini memang enggak mungkin (meraih juara). Tetapi, bola itu bundar. Jika kita kerja keras sampai akhir. Dan dukungan dari suporter itu akan mendapatkan hasil yang baik," jelasnya
Kekalahan ini membuat Indonesia dibayangi kegegakan keenam pada final Piala AFF. Tim Merah Putih juga menyerah di laga puncak 2000, 2002, 2004, 2010, dan 2016. (OL-15)
Inilah daftar pelatih Timnas Indonesia senior dari era Polosin, Shin Tae-yong, hingga John Herdman. Cek sejarah prestasi dan statistik pelatih Garuda
Banyak pendukung timnas kembali menyebut nama STY karena rekam jejaknya selama lima tahun menangani tim Garuda.
KETUA Umum PSSI Erick Thohir memastikan era kepelatihan Shin Tae-yong (STY) dan penerusnya Patrick Kluivert di timnas Indonesia sudah berakhir.
Pengamat sepak bola Anton Sanjoyo mengingatkan PSSI agar tidak gegabah dalam menentukan pengganti Patrick Kluivert sebagai pelatih timnas Indonesia
Shin Tae-yong adalah salah satu pelatih sepak bola terkenal asal Korea Selatan yang telah membuktikan kemampuannya di berbagai level, baik di klub maupun tim nasional.
Ulsan HD FC resmi mengakhiri kerja sama dengan Shin Tae-yong setelah hanya dua bulan menjabat sebagai pelatih.
Bagi John Herdman, Bobby Robson bukan sekadar pelatih, melainkan representasi dari kelas pekerja Inggris Utara yang sukses menaklukkan dunia melalui sepak bola.
Sebelum mendarat di Jakarta, John Herdman telah melanglang buana dari Inggris ke Selandia Baru hingga Kanada.
Indonesia mendapat kepercayaan besar sebagai salah satu dari 11 negara penyelenggara FIFA Series, dengan Jakarta yang dijadwalkan menjadi pusat rangkaian pertandingan.
Jika Indonesia berada di Grup A bersama Korea Selatan, Irak, dan Kirgiztan, maka Tajikistan dan Jepang menghuni Grup C bersama Uzbekistan dan Australia.
Jay Idzes diprediksi akan tetap menjadi jenderal lapangan tengah. Ia akan didampingi oleh Rizky Ridho, yang secara terang-terangan telah dipuji oleh Herdman atas kedewasaan bermainnya.
Timnas Futsal Indonesia terus mematangkan persiapan menjelang gelaran bergengsi Piala Asia Futsal 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved