Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
PERDANA Menteri Inggris Boris Johnson pada Jumat meminta badan sepak bola dunia (FIFA) agar mengambil tindakan atas pelecehan rasis yang ditujukan kepada pemain Inggris oleh penggemar Hungaria selama kualifikasi Piala Dunia.
"Benar-benar tidak dapat diterima, pemain Inggris dilecehkan secara rasial di Hungaria tadi malam," ujar Johnson dalam akun Twitter, seperti dikutip dari laman resmi Reuters, Jumat.
Johnson mendesak agar FIFA mengambil tindakan tegas terhadap mereka yang bertanggung jawab dan memastikan perilaku tercela itu diberantas dari permainan untuk selamanya.
Sejumlah media di Inggris melaporkan para pemain timnas Inggris menjadi sasaran pelecehan rasial oleh beberapa pendukung Hungaria selama kualifikasi Piala Dunia pada Kamis di Budapest, yang dimenangi Inggris 4-0.
It is completely unacceptable that @England players were racially abused in Hungary last night.
I urge @FIFAcom to take strong action against those responsible to ensure that this kind of disgraceful behaviour is eradicated from the game for good.
— Boris Johnson (@BorisJohnson) September 3, 2021
ITV dan Sky Sports mengatakan bahwa wartawan mereka mendengar nyanyian kera yang ditujukan kepada penyerang Inggris Raheem Sterling dan pemain pengganti Jude Bellingham. (Ant/OL-4)
Buntut kasus rasisme Prestianni-Vinicius, Presiden FIFA Gianni Infantino usulkan aturan tegas. Pemain yang menutup mulut saat konfrontasi harus diusir keluar lapangan.
Gianluca Prestianni dilarang bertanding oleh UEFA selama proses penyelidikan terkait dugaan aksi rasismenya terhadap penyerang Real Madrid Vinicius Junior berlangsung.
Arne Slot menekankan bahwa tanggung jawab insan sepak bola jauh lebih besar dibanding masyarakat awam dalam menangani isu diskriminasi.
SUDAH sejak 1993 kampanye antirasisme di sepak bola digaungkan.
Benfica membela pemain mereka Gianluca Prestianni, yang kini berada di bawah penyelidikan UEFA atas dugaan pelecehan rasisme terhadap bintang Real Madrid, Vinicius Junior.
Pernyataan keras Presiden FIFA itu menyusul dugaan insiden rasisme yang menimpa bintang Real Madrid, Vinicius Junior, dalam laga leg pertama playoff Liga Champions 2025/26 melawan Benfica.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved