Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
POLISI melarang nonton bareng pertandingan bola usai izin Liga 1 telah diberikan. Masyarakat diminta memahami kondisi covid-19 saat ini.
"Tidak ada nobar. Jangan berandai-andai," tegas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Jakarta, Kamis (26/8).
Yusri meminta masyarakat bekerja sama untuk menjaga ketertiban. Kerumunan saat ini berpotensi membuat kasus harian covid-19 kembali melonjak.
Baca juga: Bali United Bertekad Patahkan Mitos Juara
"Makanya saya bilang jangan bereuforia nanti menganggu kesebelasan sendiri," ujar Yusri.
Yusri juga meminta untuk asosiasi fans tim sepak bola untuk terus mengingatkan personelnya. Yusri mengingatkan kerumunan yang dibuat fans akan menyulitkan tim yang didukungnya.
"Kan ada aturan yang sudah diatur PSSI dan kemenpora pada kesebelasannya. Yakin para pendukung pasti bakal mengerti," tutur Yusri. (OL-1)
Petugas kepolisian saat ini tetap disiagakan di lapangan untuk memantau pergerakan masyarakat, terutama di area aglomerasi dan kampung halaman.
Ledakan petasan di Pekalongan menewaskan remaja 14 tahun. Dua korban lain masih dirawat intensif, polisi lakukan penyelidikan.
Ketua YLBHI Muhamad Isnur menyoroti adanya perbedaan data terduga pelaku penyiraman air keras aktivis KontraS, Andrie Yunus yang diungkap oleh kepolisian dan TNI.
Kisah haru Aipda Arno di Manggarai, NTT. Berlutut sambil menangis demi memohon warga binaannya agar tidak bentrok. Simak aksi humanis sang polisi di sini
Menurut Oegroseno, semestinya hal-hal seperti ini tidak terjadi, karena tak diatur oleh KUHAP.
Trunoyudo menyebutkan bahwa momentum bulan suci Ramadan turut melandasi semangat kedua belah pihak untuk saling memaafkan dan melakukan introspeksi diri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved