Sabtu 31 Juli 2021, 05:30 WIB

Klub Mencoba Bangkit dari Pandemi

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group | Sepak Bola
Klub Mencoba Bangkit dari Pandemi

MI/Seno
Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group

 

DAMPAK pandemi covid-19 sungguh luar biasa, tidak terkecuali kepada klub-klub sepak bola. Review laporan keuangan yang dilakukan Deloitte pada lima kompetisi terbesar Eropa pada musim 2019/2020 menunjukkan penurunan penerimaan klub mencapai 3,4 miliar pound sterling. Penurunan itu otomatis berpengaruh kepada kemampuan keuangan klub-klub. Total penerimaan yang sebelumnya mencapai 25,4 miliar pound sterling menurun menjadi tinggal 22 miliar pound sterling. Dari kelima negara utama sepak bola Eropa, penurunan terbesar dialami oleh Seri A, Italia. Penerimaan mereka berkurang sampai 18% menjadi tinggal 1,8 miliar pound sterling. Penurunan terbesar kedua dialami Ligue 1 Prancis. Tingkat penurunannya tercatat 16% menjadi 1,4 miliar pound sterling. Prancis dan Italia paling besar penurunan penerimaan karena tidak mampu menyelesaikan negosiasi ulang tentang hak siaran televisi. Apalagi, Prancis ketika itu menghentikan kegiatan kompetisi di tengah jalan. Kompetisi yang penurunannya paling moderat ialah La Liga Spanyol dan Bundesliga Jerman. Penerimaan La Liga turun sekitar 8% menjadi 2,7 miliar pound sterling. Bundesliga menjadi yang paling rendah, yakni 4% atau sekitar 116 juta pound sterling sehingga total penerimaan tahunan mereka masih tercatat 2,8 miliar pound sterling. Bundesliga memperlihatkan ketangguhannya dalam menghadapi pandemi. Semua klub bukan hanya disiplin dalam menetapkan protokol kesehatan sehingga mencegah penularan, melainkan juga kreatif mengemas kegiatan yang bisa menjaga penerimaan mereka. Bagaimana dengan Liga Primer? Deloitte melihat penurunan penerimaan Liga Inggris cukup tajam, yakni 13%. Namun, mereka mempunyai basis yang kuat, yakni penerimaan sebelum pandemi tercatat 5,2 miliar pound sterling. Dengan penurunan itu, penerimaan Liga Primer masih tercatat sebesar 4,5 miliar pound sterling.

Kepala Grup Bisnis Olahraga Deloitte, Dan Jones, menjelaskan dibutuhkan beberapa tahun untuk mengetahui secara pasti seberapa dalam dampak pandemi covid-19 terhadap keuangan klub-klub sepak bola. ''Namun, dampak yang bisa dirasakan sudah terlihat sekarang ini,” ujar Jones.

Respons dari setiap negara dan klub untuk mengatasi dampak ini berbeda-beda. Amat mungkin untuk musim 2021/2022 yang akan bergulir Agustus mendatang banyak yang penerimaannya akan stagnan.

Namun, penerimaan di La Liga dan Liga Primer mungkin justru akan membaik. Untuk Liga Primer, hal itu sudah terlihat pada musim lalu ketika penerimaan mereka sudah bisa meningkat menjadi 4,8 miliar pound sterling. Musim ini mungkin akan bisa kembali ke level sebelum pandemi, yakni 5,2 miliar pound sterling.

Namun, semua itu bergantung pada kemampuan negara dan masyarakat di negara itu untuk bisa mengendalikan covid-19. Apabila kasusnya tidak kembali meningkat, kompetisi akan bisa digelar secara penuh.

Persoalannya apabila kasus kembali meningkat dan semua negara kembali melakukan pembatasan secara ketat. Paling ditakutkan, terutama dengan semakin menyebarnya varian delta ke seluruh dunia, ialah kompetisi harus dihentikan lagi seperti di awal pandemi 2020 lalu.

Pengalaman Prancis, ketika Ligue 1 memutuskan untuk menghentikan kompetisi, penerimaan klub pun langsung hilang. Keputusan itu bukan hanya memengaruhi kehidupan para pemain dan mereka yang terlibat dalam penyelenggaraan kompetisi, prestasi tim nasional pun ikut merosot.

Negara yang kemudian mempertahankan kompetisi mereka, walau tanpa penonton, bisa menjaga kualitas tim nasional sepak bola. Italia, Inggris, dan Jerman merupakan contoh negara yang tetap menjaga roda kompetisi demi menjaga kualitas sepak bola tim nasional mereka.

 

 

MU bersiap

Dengan dua minggu yang tersisa sebelum kompetisi kembali bergulir, semua klub terus berupaya melakukan konsolidasi. Manchester United merupakan klub yang paling bersemangat untuk memperkuat pasukan. Dua pemain baru segera bergabung dengan mereka, yakni penyerang sayap Jadon Sancho dan center-back Raphael Varane.

Sancho akhirnya bisa bergabung setelah satu tahun tertunda akibat persoalan harga transfer dengan klub lamanya, Borussia Dortmund. 'Setan Merah' akhirnya sepakat untuk mendatangkan pemain muda itu dengan nilai transfer 73 juta pound sterling.

Center-back asal Prancis, Varane, bisa ditarik MU dari Real Madrid. Pelatih Ole Gunnar Solskjaer sepakat untuk mendatangkan pemain yang empat kali ikut membawa Madrid memenangi Liga Champions dan menjadi pemain utama Prancis untuk menjuarai Piala Dunia 2018 itu dengan bayaran 41 juta pound sterling.

Solskjaer menilai dukungan Malcolm Glazer mengeluarkan anggaran lebih dari 100 juta pound sterling merupakan cerminan kesungguhan manajemen MU untuk membawa 'Setan Merah' ke tangga juara. Sekarang tugas yang dipikulnya bagaimana memadukan secepat mungkin semua pemain menjadi satu tim yang kompak dan sejak pertandingan pertama bisa langsung menggebrak.

Pelatih asal Norwegia itu tidak mau mengulangi kesalahan seperti musim lalu. MU terseok-seok di awal musim kompetisi dan baru di pertengahan jalan menemukan form yang konsisten sehingga bisa menjadi runner-up Liga Primer.

Dengan Sancho yang bermain dari sayap kanan dan Marcus Rashford dari sayap kiri, 'Setan Merah' akan bisa menemukan kembali gaya permainan khas menyerang dari sayap. Untuk kompetisi yang panjang dan melelahkan, Solskjaer beruntung mempunyai pemain pelapis yang bisa diandalkan, yakni Mason Greenwood dan Daniel James.

Tinggal sekarang sejauh mana ujung tombak andalan bisa bermain optimal. Baik Edison Cavani maupun Anthony Martial tinggal bersaing untuk menunjukkan bahwa dialah yang paling pantas diandalkan sebagai starter.

Solskjaer bisa memainkan pola 4-3-3 yang menjadi ciri khas 'Setan Merah' sejak ditangani Alex Ferguson. Dengan pola itu, Scott McTominay berperan sebagai pemain jangkar, sementara Paul Pogba dan Bruno Fernandes menjadi gelandang serang. Kalau ia memilih pola 4-2-3-1, Fred akan menjadi partner bagi McTominay sebagai double six, sementara Fernandes menjadi pembagi bola di depan.

Kehadiran Varane diyakini akan membuat 'Setan Merah' lebih berani keluar menyerang karena pertahanan yang lebih solid. Pemain asal Prancis itu akan menjadi partner yang kompak bagi kapten kesebelasan Harry Maguire, apalagi dengan penampilan yang semakin meyakinkan dari bek kiri Luke Shaw serta bek kanan Aaron Wan Bissaka.

Solskjaer sangat antusias menyambut datangnya musim yang baru. ''Saya tahu Alex Ferguson sejak lama mengincar Varane dan nyaris bisa membawanya ke Manchester United. Beruntung akhirnya saya bisa mendatangkan dia karena ia memang pemain yang baik, profesional, dan sepanjang kariernya dipenuhi dengan prestasi. Apalagi saya juga mendapatkan Sancho ke dalam tim,” ujar Solskjaer puas.

Pertandingan pertama 14 Agustus nanti akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Manchester United. Pada pertandingan perdana, mereka akan langsung ditantang Leeds United. Kita tunggu apakah 'Setan Merah' mampu kembali ke jalur juara setelah delapan tahun puasa gelar.

Baca Juga

Twitter @Sterling7

Hasrat The Citizens Jaga Momentum

👤Akmal Fauzi 🕔Jumat 17 September 2021, 14:33 WIB
Setelah melawan Southampton, skuad asuhan Pep Guardiola harus menjalani jadwal...
AFP/Ozan KOSE

Sarri Minta Jangan Nilai Lazio dari Kekalahan di Liga Europa

👤Akmal Fauzi 🕔Jumat 17 September 2021, 12:28 WIB
Kekalahan itu disebabkan blunder kiper Thomas Strakosha. Pada menit ke-66, Strakosha melakukan blunder yang membuat gawangnya...
AFP/JOHN THYS

Pochettino Minta Pendukung PSG Bersabar

👤Basuki Eka Purnama 🕔Jumat 17 September 2021, 11:16 WIB
Menurut surat kabar Paris Le Parisien, melihat trio MNM bersama berubah dari mimpi indah menjadi mimpi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Siap Bawa Pulang Piala Sudirman

 Terdapat empat pemain muda yang diharapkan mampu membuat kejutan di Finlandia.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya