Senin 05 Juli 2021, 14:27 WIB

Italia dan Spanyol akan Saling Adu Taktik di Lini Tengah

mediaindonesia.com | Sepak Bola
Italia dan Spanyol akan Saling Adu Taktik di Lini Tengah

Filippo MONTEFORTE and STUART FRANKLIN / various sources / AFP
Pelatih Italia Roberto Mancini (kiri) dan pelatih Spanyol Luis Enrique

 

DUEL Italia dan Spanyol di semi final Piala Eropa 2020 akan menyajikan persaingan ketat di lini tengah. Kemiripan formasi kedua tim menjadi tantangan pelatih meramu taktik demi lolos ke puncak untuk menjadi jawara Eropa.

Di Wembey, London, Inggris, Rabu (7/7), ini akan menjadi laga ulangan Final Piala Eropa 2012. Saat itu Spanyol menumbangkan Italia 4-0.

Namun, Italia penuh percaya diri menatap duel dengan Spanyol kali ini. Tim asuhan Roberto Mancini selalu menang dalam 5 pertandingan yang dijalani.

Menariknya, baik Italia dan Spanyol sama-sama menggunakan formasi pakem 4-3-3. Formasi 4-3-3 Italia asuhan pelatih Roberto Mancini sejauh ini belum terkalahkan.

Soliditas pertahanan mereka ditambah permainan menyerang cepat telah menjadi ciri khas Italia di bawah asuhan Roberto Mancini.

Dalam 5 laga, ada 3 clean sheet yang dicatatkan Italia. Leonardo Bonucci dan kawan-kawab baru kebobolan sebanyak 2 gol. Italia tampil produktif dengan mencatatkan 11 gol.

Di sisi lain, Spanyol sedang on fire setelah start lambat. Mereka mencatatkan tiga kemenangan dan dua hasil imbang. Dari tiga pertandingan terakhir, Spanyol mampu mencatatkan 11 gol. Namun, lini belakang La Furia Roja masih rapuh dengan kebobolan 4 gol dalam 3 laga.

Baca juga: Mourinho Minta Pelatih Timnas Inggris Tidak Pakai Formasi Tiga Bek

Penyerang Timnas Italia, Federico Chiesa menilai, kedua tim memiliki kemiripan formasi. Meski begitu, Chiesa tetap yakin Gli Azurri bisa mengatasi perlawanan Tim Matador di laga nanti.

"Spanyol memainkan 4-3-3 sementara kami lebih dinamis di lapangan. Kami mengubah posisi dan peran di fase menyerang dan bertahan," ujar Chiesa.

"Kami hampir memiliki ideologi yang sama, menjaga penguasaan bola, high press, berusaha mendominasi lawan. Kemudian jelas, permainan di lapangan berkembang dengan cara yang berbeda," tambahnya

Spanyol sangat gemar dengan permainan yang mengandalkan penguasaan bola. Operan-operan pendek melalui lini tengah untuk dialirkan ke depan menjadi satu ciri khas yang hingga kini masih diperagakan La Furia Roja.

Tiga gelandang Spanyol yang beroperasi di tengah akan mendapat dukungan dari Pablo Sarabia dan Ferran Torres yang sering melakukan pergerakan masuk ke area tengah. Artinya, ada lima pemain yang akan cenderung bergerak ke area tengah lapangan saat menyerang.

Sementara, Gli Azzurri bermain sangat fleksibel dengan beberapa kali mengubah formasi saat pertandingan berlangsung. Ketiga melawan Belgia, peran vital Jorginho di lini tengah yang sesekali dapat bermain sebagai gelandang bertahan, tapi bisa tiba-tiba berada di barisan pertahanan.

Jorginho bersama Marco Verratti bisa dibilang adalah kunci dari performa mengesankan timnas Italia sejauh ini.

"Dia (Jorginho) mempunyai kualitas penting, dia suka menguasai bola dan mengendalikan pertandingan. Andai kami membatasi gerakannya di lapangan, kami akan mempunyai peluang untuk lolos ke final," kata bek La Spanyol, Cesar Azpilicueta.

Spanyol yang biasa merancang serangan dari tengah untuk dialirkan ke depan kali ini harus menghadapi banyak gangguan dari trio lini tengah Italia.

"Ini akan menjadi pertandingan yang sulit. Kami mirip dengan mereka, sama-sama ingin mendominasi penguasaan bola, dan ini akan menjadi laga yang bagus, kami ingin menikmatinya di stadion yang fantastis.” kata gelandang Italia, Nicolo Barella

Sementara itu, Italia harus kehilangan Leonardo Spinazzola yang mengalami saat melawan Belgia di perempat final. Ini menjadi kerugian untuk skuad Roberto Mancini.

Pasalnya, Spinazzola adalah salah satu pemain terbaik timnas Italia di Piala Eropa 2020. Spinazzola berada di urutan teratas dalam daftar pemain tercepat dengan rekor 33,8 km/jam.

Spinazzola memuncaki daftar teesebut bersama dengan pemain timnas Hungaria, Loic Nego, yang juga mencatatkan angka yang sama dengannya.

Mancini kemungkinan akan mengisi pos yang ditinggalkan bek berusia 28 tahun dengan memasang bek kiri lainnya, Emerson Palmieri. (UEFA/Sportsmole/OL-4)

Baca Juga

AFP/Patrick FORT

Infantino Bela rencana Gelar Piala Dunia Setipa Dua Tahun Sekali

👤Basuki Eka Purnama 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 09:45 WIB
Proyek Piala Dunia setiap dua tahun sekali mendapatkan kritik tajam dari sejumlah federasi sepak bola kontinental, seperti UEFA dan...
AFP/Ben STANSALL

Hadapi Rangkaian Laga Melawan Klub Semenjana, Chelsea Diminta tidak Takabur

👤Basuki Eka Purnama 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 07:30 WIB
The Blues memiliki peluang emas memantapkan posisi mereka di puncak klasemen Liga Primer Inggris dalam lima laga ke...
AFP/Oli SCARF

Solskjaer Tegaskan Tolak Ditekan untuk Mainkan Ronaldo

👤Basuki Eka Purnama 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 06:45 WIB
Solskjaer memancing kontroversi ketika dia menempatkan Ronaldo di bangku cadangan saat Manchester United bermain imbang 1-1 dengan Everton...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Risma Marah dan Gaya Kepemimpinan Lokal

ika melihat cara Risma marah di Gorontalo, hal itu tidak terlalu pas dengan norma, etika, dan kebiasaan di masyarakat.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya