Rabu 23 Juni 2021, 06:20 WIB

UEFA Tolak Rencana Penyalaan Lampu Pelangi di Laga Jerman vs Hongaria

Basuki Eka Purnama | Sepak Bola
UEFA Tolak Rencana Penyalaan Lampu Pelangi di Laga Jerman vs Hongaria

AFP/Andreas GEBERT
Stadion Allianz Arena dinyalakan dengan warna pelangi menjelang laga Bundesliga.

 

KEPUTUSAN UEFA melarang rencana pemerintah Kota Muenchen untuk menyalakan Alianz Arena dengan lampu pelangi saat laga Piala Eropa 2020 antara Jerman dan Hongaria, Rabu (23/6) dini hari WIB, disambut pemerintah kota Bavaria dengan rencana mendekorasi sejumlah bangunan di kota itu dengan warna pelangi sebagai protes terhadap pemerintah Hongaria.

"UEFA adalah organisasi yang netral secara politis dan relijius," tegas Asosiasi Sepak Bola Eropa itu dalam sebuah pernyataan resmi.

"Mengingat permintaan ini bersifat politis, sebagai protes atas keputusan parlemen Hongaria, UEFA terpaksa menolaknya," lanjut UEFA.

Baca juga: Hasil Laga Grup D Pastikan Finlandia Gagal ke 16 Besar Piala Eropa

Wali Kota Muenchen Dieter Reiter mengecam keputusan UEFA itu dan mengumumkan rencana mewarnai landmark lain di Muenchen dengan warna pelangi.

"Saya rasa sangat memalukan UEFA melarang kami mengirimkan pesan kosmoplitan, toleransi, saling menghormati, dan solidaritas kepada komunitas LGBT," ujar Reiter.

Dia mengaku berencana mengibarkan bendera pelangi di Balai Kota Muenchen dan menyalakan turbin raksasa yang berada di dekat Allianz Arena dengan lampu pelangi.

Sebelumnya, Reiter ingin agar Allianz Arena dinyalakan dengan warga pelangi sebelum laga antara Jerman dan Hongaria sebagai bentuk solidaritas bagi komunitas LGBT di negara itu.

Pemerintah sayap kanan Hongaria, pekan lalu, menyetujui Undang-Undang yang melarang promosi homoseksualitas pada anak-anak serta melarang segala program dan materi pendidikan yang menyebut soal homoseksualitas.

Pelatih Jerman Joachim Loew mengaku dirinya sebenarnya ingin melihat Allianz Arena berwana pelangi sebagai bentuk dukungan bagi diversitas di masyarakat.

Sementara itu, pelatih Hongaria asal Italia Marco Rossi mengatakan, meski masalah politik sangat jarang dibahas di skuatnya, "Kami selalu menunjukkan, lewat perilaku kami, bahwa kami menghargai semua orang." (AFP/OL-1)

Baca Juga

MI/Seno

Klub Mencoba Bangkit dari Pandemi

👤Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group 🕔Sabtu 31 Juli 2021, 05:30 WIB
DAMPAK pandemi covid-19 sungguh luar biasa, tidak terkecuali kepada klub-klub sepak...
Fabrice COFFRINI / AFP

UEFA Izinkan 13 Ribu Penonton Saksikan Piala Super Eropa di Stadion

👤Mediaindonesia 🕔Sabtu 31 Juli 2021, 04:15 WIB
UEFA mematok harga 40 euro (sekira RP685,5 ribu) untuk tiket kategori 3, 80 euro (sekira Rp1,3 juta) untuk kategori 2 dan 120 euro (sekira...
Filippo MONTEFORTE / AFP

Federasi Sepak Bola Italia Minta Dipensasi Agar Klub-klub Tidak Pailit

👤Mediaindonesia 🕔Sabtu 31 Juli 2021, 03:20 WIB
Saat ini, pemerintah Italia menerapkan aturan yang hanya mengizinkan stadion-stadion olahraga diisi penonton dengan kehadiran maksimum 50...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencari Abdi Negara di Tengah Pandemi

Jumlah pelamar di bawah perkiraan 5 juta orang dan menurun ketimbang perekrutan sebelumnya.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya