Sabtu 05 Juni 2021, 06:00 WIB

Tahunnya Kante dan Lewandowski

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group | Sepak Bola
Tahunnya Kante dan Lewandowski

MI/Seno
Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group

 

MUSIM kompetisi 2020/2021 berakhir sudah. Pesta kemenangan dirayakan oleh Chelsea. Kemenangan 1-0 atas Manchester City membawa the Blues untuk kedua kalinya mengangkat trofi Liga Champions.

Pemilik Chelsea Roman Abramovich pun tidak bisa menahan kegembiraan untuk ikut merayakan kemenangan bersama para pemainnya di Estadio di Dragao, Porto, Portugal. Pesta di Porto pekan lalu sekaligus merupakan pesta pengukuhan N’Golo Kante sebagai gelandang terbaik di dunia.

Setelah tiga tahun lalu ikut membawa Prancis memenangi Piala Dunia, pemain berdarah Mali itu menjadi kunci untuk membuyarkan mimpi Josep Guardiola mempersembahkan Liga Champions pertama bagi Manchester City.

Kante berhasil merusak permainan the Citizens. Sliding-nya, intersepnya, blokingnya benar-benar membuat permainan City tak berjalan. Bahkan, bintang City Kevin de Bruyne hanya bisa kesal dan memukul tanah ketika bola yang ada di kakinya masih bisa dicuri Kante dari belakang.

Secara keseluruhan Kante memenangi 11 perebutan bola malam itu. Ia mampu 10 kali merebut kembali bola yang lepas dari kakinya. Yang lebih menakjubkan lagi, Kante tidak sekali pun melakukan pelanggaran dalam pertandingan final itu.

Tidak usah heran ketika wasit Antonio Mateu Lahoz meniupkan peluit panjang, yang pertama dilakukan rekan senegaranya, Kurt Zouma, ialah mengejar Kante dan menggendongnya seperti bayi. Kante merupakan pemain berpostur paling pendek di laga final itu. Meski demikian, berkat penampilannya yang gemilang, Chelsea mampu meredam kehebatan the Citizens.

Mulai pekan depan, Kante pasti menjadi pilihan pelatih Prancis Didier Deschamps untuk berlaga di ajang Piala Eropa. Les Bleus berambisi untuk mengawinkan trofi Piala Dunia dan Piala Eropa seperti yang dirasakan Deschamps ketika masih menjadi kapten kesebelasan Prancis di Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000.

Kante yang mulai didengung-dengungkan sebagai pemain paling pantas menerima Ballon d’Or merupakan jaminan bagi pertahanan yang kukuh. Bukan hanya sebagai pilar dalam bertahan, Kante juga menjadi perusak ritme lawan karena selalu ada dalam setiap permainan.

Kondisi fisiknya yang luar biasa membuat Kante tak pernah lelah untuk menjelajahi setiap jengkal lapangan. Ia bisa menjadi pemain terakhir yang ada di belakang, tetapi bisa pula jadi yang terdepan mengancam gawang lawan.

Visi permainan yang luas membuat Kante cepat dalam membaca permainan. Ia pun sangat cepat untuk mengambil keputusan menempatkan posisi sehingga selalu ada dalam setiap permainan.

Bukan hanya pelatih yang tenang ketika Kante bisa bermain, melainkan juga 10 rekan di lapangan pun tidak perlu merasa khawatir. Kante pasti bisa menjadi jawaban dari persoalan yang dihadapi tim di lapangan. “Ia memberikan energi kepada tim. Yang lebih menakjubkan, semua keberhasilan yang dicapai tetap membuat ia rendah hati,” puji kapten Chelsea, Cesar Azpilicueta.

Satu lagi pemain yang pantas dikagumi di musim kali ini ialah penyerang Bayern Muenchen Robert Lewandowski. Apabila Kante menjadi pilar dalam bertahan, Lewandowski menjadi andalan dalam menjebol gawang lawan.

Bayern gagal mempertahankan gelar Liga Champions tahun ini. Salah satu penyebabnya ialah Lewandowski. Cedera yang ia alami saat membela Polandia di ajang penyisihan Piala Dunia 2022 membuat ia harus absen saat Bayern Muenchen bertemu Paris Saint Germain di perempat final.

Akibatnya Bayern harus tersingkir karena kurangnya gol yang dicetak di kandang lawan. Tanpa Lewandowski, juara Bundesliga itu hanya bisa bermain imbang 3-3 dan harus tersingkir karena ketika PSG main di Allianz Arena mereka menang 3-2, sementara ketika Bayern bertandang ke Parc des Princes hanya bisa menang 1-0.

Di ajang Bundesliga, ketika Lewandowski bermain, Bayern Muenchen tidak bisa tertahankan. Mereka mampu mencetak 99 gol untuk merebut gelar juara yang kesembilan kalinya berturut-turut. Lewandowski ikut mempersembahkan tujuh gelar dari sembilan gelar itu.

 

 

Melewati Mueller

Yang luar biasa, hampir setengah dari gol Bayern di musim kali ini dipersembahkan Lewandowski. Kapten kesebelasan Polandia itu membuat rekor baru di Bundesliga dengan mencetak 41 gol dalam satu musim.

Lewandowski memecahkan rekor bintang besar Jerman dan juga Bayern Muenchen Gerd Mueller. Rekor pemain yang dijuluki Der Bomber itu nyaris tidak pernah bisa disamai pemain lain, yakni mencetak 40 gol bagi Bayern Muenchen dalam satu musim.

Hampir setengah abad kemudian baru Lewandowski mampu menyamai dengan mencetak 40 gol. Pelatih Bayern Dieter-Hans Flick sangat berharap pada pertandingan terakhir melawan Augsburg, penyerang andalannya bisa mencetak rekor baru. Itu sekaligus merupakan hadiah bagi Hansi Flick yang selanjutnya akan menggantikan Joachim Loew sebagai pelatih nasional Jerman.

Semua pemain Bayern berupaya mendukung Lewandowski untuk bisa mencetak gol. Namun, 22 Mei itu seperti sulit bagi dirinya untuk bisa mencetak gol. Empat gol yang disarangkan ke gawang Augsburg tidak ada satu pun yang berasal dari Lewandowski. Bahkan di babak kedua, justru gawang Manuel Neuer yang harus dua kali kebobolan.

Waktu pun tidak bisa dihentikan dan terus berjalan. Jarum jam pun kemudian masuk ke menit ke-90. Lewandowski sempat berpikir harus menerima kenyataan hanya mampu menyamai rekor sang idola.

Kesempatan terakhir datang ketika Javi Martinez mencoba memberikan umpan silang ke arah Lewandowski. Namun, pemain belakang Augsburg menghalau umpan lambung itu. Bola sundulan kepala itu ternyata jatuh ke kaki Leroy Sane yang berada di luar kotak penalti persis tegak lurus ke gawang. Dengan sekali sentuhan Sane melepaskan tendangan keras menyusur tanah.

Kiper Augsburg asal Polandia Rafal Gikiewics mencoba menahan tendangan Sane, tetapi bolanya lepas dari tangkapannya. Dengan nalurinya yang tajam Lewandowski langsung menyambar bola muntah itu. Gikiewics masih mencoba bangkit dan menahan Lewandowski, tetapi penyerang Bayern Muenchen mampu menghindar dan tanpa ampun menjebol gawang Augsburg. Pecahlah rekor Gerd Mueller dan rekor baru Bundesliga berada di tangan Lewandowski dengan 41 gol dalam satu musim. “Sungguh menegangkan. Saya harus menunggu sampai saat terakhir sampai momen itu datang,” kata pemain yang layak dipanggil Lewangoalski itu lega.

 

 

Pesta Eropa

Setelah berakhirnya kompetisi antarklub, mulai Jumat (11/6) mendatang persaingan beralih ke antarnegara. Lewandowski pun akan membela Polandia untuk tampil dalam turnamen yang akan digelar di 11 kota Eropa.

Dengan final Liga Champions yang dua kali dalam waktu berdekatan mempertemukan dua klub Inggris, banyak yang memperkirakan St George’s Cross akan berjaya kali ini. Football coming home kembali bergema setelah gagal terjadi di ajang Piala Eropa 1996.

Liga Primer tidak bisa disangkal merupakan liga terbaik di Eropa saat ini. Namun, apakah otomatis itu akan membuat tim nasional Inggris akan menjadi yang terbaik masih tanda tanya besar. Pasalnya, dari 22 pemain yang tampil di final Liga Champions lalu, hanya tujuh pemain yang berasal dari Inggris.

Pelatih Gareth Southgate harus berpikir keras untuk dua hal. Pertama, bagaimana mengumpulkan pemain terbaik Inggris yang bertebaran di banyak klub. Kedua, bagaimana membangun kekompakan dalam waktu dua pekan yang ada.

Sejarah sepak bola Inggris boleh berusia lebih dari satu abad. Namun, baru sekali Stadion Wembley menjadi panggung tertinggi bagi tim nasional mereka, yakni di ajang Piala Dunia 1966. Ironis apabila tahun ini Stadion Wembley kembali hanya menjadi panggung negara lain, padahal klub-klub mereka begitu berjaya di ajang Liga Champions.

Baca Juga

Twitter Leicester

Setan Merah Tergelincir di Kandang Leicester

👤Gregorius Gelino 🕔Minggu 17 Oktober 2021, 00:11 WIB
The Foxes menang dengan skor 4-2 atas The Red Devils. Bagaimana nasib...
Twitter Liverpool

Hattrick Firmino Bawa Liverpool Gilas Watford

👤Ant 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 22:22 WIB
Roberto Firmino mencetak tiga gol, dan Sadio Mane serta Mohamed Salah masing-masing membukukan satu...
ANTARA/Heru Suyitno

Persita Bermain Imbang Lawan Persiraja 1-1

👤Mediaindonesia 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 20:38 WIB
Gol tim Persita dihasilkan melalui sundulan kepala Alex Dos Santos Gonsalves pada menit-menit terakhir menjelang selesainya...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mengenal Skandal Menghebohkan Pandora Papers

Rahasia kekayaan para elite kaya yang berasal dari 200 negara dan wilayah di dunia terungkap melalui dokumen Pandora Papers

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya