Sabtu 22 Mei 2021, 09:35 WIB

FIFA Pelajari Kemungkinan Gelar Piala Dunia Setiap 2 Tahun

Basuki Eka Purnama | Sepak Bola
FIFA Pelajari Kemungkinan Gelar Piala Dunia Setiap 2 Tahun

AFP/MICHAEL BUHOLZER
Logo FIFA terlihat di markas besar federasi sepak bola dunia itu di Zurich.

 

FIFA akan melakukan studi kelaikan wacana penyelenggaraan Piala Dunia dan Piala Dunia Putri tiap dua tahun sekali.

Wacana itu diajukan perwakilan federasi sepak bola Arab Saudi, SAFF, dalam kongres tahunan FIFA yang dilangsungkan Jumat (21/50 malam tadi.

"Kami percaya masa depan sepak bola menghadapi persimpangan penting. Ada banyak isu yang dihadapi sepak bola yang semakin parah karena pandemi ini," kata Presiden SAFF Yasser Al-Misehal, Sabtu (22/5) WIB.

Baca juga: Timnas Indonesia Masih Adaptasi Dengan Cuaca di UEA

"Ini saatnya meninjau bagaimana olahraga global ini terstruktur dan mempertimbangkan apa yang terbaik bagi masa depan olahraga kita ini. Termasuk dengan mempertimbangkan apakah format kompetisi empat tahunan saat ini bisa optimal dari segi kompetisi maupun aspek komersial," tambahnya.

Proposal studi kelaikan yang diajukan SAFF itu mendapat dukungan dari 166 federasi anggota FIFA, sedangkan 22 lainnya menolak.

Presiden FIFA Gianni Infantino menyebut proposal itu 'fasih dan terperinci' dan menyatakan studi kelaikan akan meliputi apakah turnamen dua tahunan bisa masuk dalam kalender pertandingan internasional secara menyeluruh.

"Tidak penting apa sikap saya sekarang, yang penting adalah apa hasil studi ini nantinya," kata Infantino.

"Kita harus bisa meninjau studi ini dengan pikiran terbuka. Kami tahu nilai Piala Dunia, percayalah, sebagaimana kami juga tahu apa dampak yang bisa ditimbulkan Piala Dunia," imbuhnya.

Kendati demikian, Infantino mempertanyakan apakah sistem yang berlaku saat ini terkait fase kualifikasi yang berlangsung setahun sebelum turnamen kontinental maupun Piala Dunia masih format terbaik.

"Apakah ini cara terbaik bagi sepak bola, karena kami mendengar banyak fan mengatakan mereka ingin melihat lebih banyak pertandingan yang
menentukan, kurangi yang tidak bermakna, poin-poin ini harus dipertimbangkan," katanya.

"Kami akan membicarakannya, menganalisanya, tetapi dalam semua diskusi akan tetap memprioritaskan aspek persaingan olahraga ketimbang
komersial," tutup Infantino.

Wacana Piala Dunia dua tahunan sama kontroversialnya di mata publik dengan inisiatif Liga Super Eropa serta format baru Liga Champions mulai
2024/25 karena sarat dengan muatan kepentingan komersial. (Ant/OL-1)

Baca Juga

ANTARA

Bekap Borneo FC, Persib Naik ke Posisi Dua

👤Widhoroso 🕔Selasa 18 Januari 2022, 20:45 WIB
PERSIB Bandung harus bersusah payah untuk memetik kemenangan tipis 1-0 atas Borneo FC di Stadion Dipta Gianyar, Selasa (18/1) malam WIB...
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

PSSI tidak Berniat Mendepak Shin Tae-yong

👤Mediaindonesia 🕔Selasa 18 Januari 2022, 20:20 WIB
Mengatakan bahwa sama sekali tidak ada niat dari pihaknya untuk mendepak Shin Tae-yong dari kursi pelatih tim nasional...
ANTARA/Nyoman Budhiana

PSS Sleman Bermain Imbang dengan Madura United

👤Widhoroso 🕔Selasa 18 Januari 2022, 20:10 WIB
PSS Sleman mengamankan satu poin ketika berjumpa Madura United pada laga lanjutan Liga 1 2021-2022 di Stadion Kapten I Wayan Dipta,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya