Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
EMRE Can mengalami situasi sulit bersama Juventus pada musim 2019--2020. Gelandang asal Jerman tersebut hanya diberi kesempatan membuat delapan penampilan di seluruh kompetisi.
Can akhirnya memutuskan hengkang dari Juventus pada bursa transfer Januari. Ia memilih bergabung dengan Borussia Dortmund saat itu.
Situasi sulit dialami bersama Juventus membuat Can kecewa. Ia pun menuding pelatih I Bianconeri Maurizio Sarri menjadi penyebab kegagalannya.
Baca juga: Stam Sarankan De Ligt Bertahan di Juventus
"Sarri tidak pernah memberi saya kesempatan. Jadi, saya harus mengalami momen-momen sulit di Juventus," ujar Can.
"Saya adalah bagian penting dari tim pada musim sebelumnya dengan memenangkan scudetto dan bermain oke di Liga Champions. Bagaimana pun Juventus tetap menjadi perjalanan indah buat karier saya," tambahnya.
Keputusan Can hengkang dari Juventus cukup mengejutkan. Mengingat, ia tampil impresif pada musim 2018--2019. Pada periode tersebut, gelandang 26 tahun itu sukses membuat 37 penampilan di seluruh kompetisi.
Can juga sukses membawa Juventus meraih dua gelar. Di antaranya adalah gelar Serie A dan Supercoppa Italia. (Football Italia/OL-1)
Pelatih Galatasaray, Okan Buruk, bongkar rahasia kemenangan telak atas Juventus di Liga Champions. Simak instruksi ruang ganti yang ubah ketertinggalan jadi pesta gol.
Bek Juventus Pierre Kalulu bicara blak-blakan usai kekalahan memilukan dari Galatasaray. Ia menuntut tim bangkit dan menanggapi permintaan maaf bintang Inter, Bastoni.
Galatasaray tampil perkasa saat melibas Juventus. Noa Lang cetak brace, sementara Sacha Boey dan Baris Alper Yilmaz puji taktik jitu pelatih Okan Buruk.
Teun Koopmeiners mencetak brace perdana di Liga Champions, namun Juventus justru dibantai 5-2 oleh Galatasaray.
Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, meradang setelah kekalahan telak 2-5 dari Galatasaray di Liga Champions.
Juventus menelan kekalahan pahit 2-5 dari Galatasaray di leg pertama play-off Liga Champions. Brace Koopmeiners tak cukup membendung performa buruk lini belakang Juve.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved