Selasa 19 Maret 2019, 19:36 WIB

Pengamat: Harusnya Iwan Budianto yang Gantikan Jokdri

Cahya Mulyana | Sepak Bola
Pengamat: Harusnya Iwan Budianto yang Gantikan Jokdri

MI/Sumaryanto

 

PENGANGKATAN Gusti Randa menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menggantikan Joko Driyono dinilai ilegal alias tidak sah, karena melanggar ketentuan dalam Statuta PSSI.

Seharusnya yang ditunjuk menggantikan Jokdri adalah Iwan Budianto, bukan Gusti Randa yang hanya angota Exco atau Komite Eksekutif biasa.

"Itu mau-maunya PSSI saja yang suka membuat sensasi dan kontroversi. Pengangkatan Gusti Randa menjadi Plt Ketua Umum PSSI ilegal karena tidak sesuai dengan Statuta PSSI," ujar Koordinator Save Our Soccer (SOS), Akmal Marhali, Selasa (19/3).

Joko Driyono atau akrab disapa Jokdri merupakan Plt Ketum PSSI yang menggantikan Edy Rahmayadi yang mengundurkan diri dalam Kongres PSSI di Bali pada 20 Januari 2019. okdri ditunjuk Edy karena ia Wakil Ketua Umum PSSI yang senior, dibandingkan dengan Wakil Ketua Umum PSSI lainnya, Iwan Budianto.

Namun, Jokdri kemudian menjadi tersangka pengrusakan barang bukti terkait perkara match fixing, sehingga ia menyerahkan kursinya kepada Gusti Randa.Gusti Randa diangkat berdasarkan surat keputusan (SK) yang ditandatangani Jokdri, panggilan akrab Joko Driyono, setelah digelar rapat Executive Committee (Exco), Selasa (19/3/2019).

Baca juga: Didapuk jadi Plt Ketua, Gusti Randa Berjanji Siapkan KLB PSSI

Menurut Akmal, seharusnya yang ditunjuk menggantikan Jokdri adalah Iwan Budianto, bukan Gusti Randa yang hanya angota Exco atau Komite Eksekutif biasa, sebagaimana 12 anggota Exco lainnya. Ia lalu merujuk ketentuan Pasal 39 ayat (6) Statuta PSSI yang berbunyi, Apabila Ketua Umum tidak ada atau berhalangan, maka Wakil Ketua Umum dengan usia tertua akan menggantikannya.

"Seharusnya Iwan Budianto, karena dia satu-satunya Wail Ketua Umum PSSI setelah Jokdri ditunjuk menjadi Plt Ketua Umum," jelas Akmal.

Ia juga merujuk ketentuan lain dalam Statuta PSSI, yakni Pasal 40 ayat (6) yang berbunyi, “Apabila Ketua Umum secara permanen atau sementara berhalangan dalam melaksanakan tugas resminya, Wakil Ketua Umum akan mewakilinya sampai dengan Kongres berikutnya. Kongres ini akan memilih Ketua Umum yang baru, jika diperlukan.”

Status Plt Ketua Umum yang disandang Gusti Randa, lanjut Amal, bertambah ilegal karena yang menandatangani SK pengangkatannya hanya Jokdri, bukan seluruh anggota Exco yang masih ada.

"Seharusnya seluruh anggota Exco yang masih ada tanda tangan semua, bukan hanya Jokdri," paparnya menambahkan.

Disebutkan dalam Pasal 34 ayat (1) Statuta PSSI, Exco PSSI berjumlah 15 orang, terdiri atas 1 Ketua Umum, 2 Wakil Ketua Umum, dan 12 Anggota. Saat ini sedikitnya dua anggota Exco sudah tidak aktif, yakni Johar Lin Eng yang ditahan polisi karena terlibat match fixing, dan Hidayat yang mengundurkan diri dan kemudian menjadi tersangka match fixing pula.

Status Jokdri sendiri, lanjut Akmal, bila ditilik dari aturan Federation of International Football Association (FIFA), pun ilegal sebagai Plt Ketua Umum PSSI. FIFA Diciplinary Code bagian 9 mengatur tanggung jawab klub dan asosiasi, yang melarang pengurus klub atau federasi terlibat kasus hukum.

Menurut Akmal, semestinya Jokdri tak perlu mengangkat Plt Ketua Umum PSSI baru, melainkan cukup konsentrasi menyelenggarakan Kongres Luar Biasa (KLB) saja yang sudah diputuskan Exco pada 19 Februari 2019. "Mestinya Jokdri konsentrasi saja pada penyelenggaraan KLB, dengan segera minta rekomendasi ke FIFA,” pungkasnya. (OL-4)

Baca Juga

Alberto PIZZOLI / AFP

Legenda Milan Berharap Giroud unjuk Gigi saat Tandang ke Markas Chelsea

👤Dhika kusuma winata 🕔Selasa 04 Oktober 2022, 14:18 WIB
Milan punya pemain berkualitas. Laga tersebut juga akan menjadi momentum unjuk gigi striker Milan Olivier Giroud yang reuni ke Stamford...
Antara

Dukung Pembentukan Tim Independen, PSI Minta Ketua Umum PSSI Mundur dan Kapolda Jatim Dinonaktifkan

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 04 Oktober 2022, 12:43 WIB
Menurut Giring, temuan tim independen bisa menjadi panduan dalam membenahi kompetisi sepak bola di Tanah...
MI/Dwi Apriani

Stadion Sepak Bola Diminta Sediakan Tribun Khusus Ibu dan Anak

👤Dwi Apriani 🕔Selasa 04 Oktober 2022, 12:00 WIB
SEKJEN Perbasi Nirmala Dewi, berharap stadion sepak bola menyediakan tribun khusus perempuan dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya