Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PENELITIAN teranyar yang diterbitkan baru-baru ini menunjukkan banyak lembah di Mars tercipta oleh gletser es, bukan sungai.
Studi di Nature Geoscience menimbulkan keraguan pada teori dominan bahwa ‘Planet Merah’ pernah memiliki iklim basah yang hangat dengan air melimpah. Para peneliti dari Kanada dan AS pun memeriksa lebih dari 10.000 lembah Mars dan membandingkannya dengan saluran di Bumi yang tercipta di bawah gletser.
Para peneliti menemukan kesamaan antara beberapa lembah Mars dan saluran subglasial Pulau Devon di kutub utara Kanada yang dijuluki ‘Mars di Bumi’. Hasil penelitian mereka menunjukkan beberapa lembah Mars bisa saja terbentuk sekitar 3,8 miliar tahun yang lalu oleh air yang mencair di bawah lapisan es. (Dailysabah/Hym/X-8)
Waktu di planet Mars berjalan sedikit lebih cepat dibandingkan Bumi akibat perbedaan gravitasi dan lintasan orbit. Apa dampaknya bagi manusia, teknologi, dan misi antariksa?
Mars memiliki gravitasi yang jauh lebih lemah dibandingkan Bumi, sekitar lima kali lebih kecil. Selain itu, Mars juga berada lebih jauh dari Matahari
Eksplorasi Mars terancam kontaminasi mikroorganisme Bumi. Ilmuwan menemukan bakteri dan organisme tangguh yang mampu bertahan di luar angkasa.
Mars tidak hanya berbeda dengan Bumi dari segi warna dan jaraknya saja, tetapi juga dari cara waktunya berjalan
Mars Reconnaissance Orbiter (MRO) milik NASA baru saja mencatat tonggak sejarah dengan menangkap 100.000 foto permukaan Mars melalui kamera canggih HiRISE.
Ilmuwan berhasil memetakan sistem drainase kuno berskala benua di Mars untuk pertama kalinya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved