Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA ilmuwan menemukan lautan cairan dan gletser di bawah kerak es Satelit Jupiter yang bernama Europa. Europa lama dianalisis sebagai habitat potensial bagi kehidupan di luar Bumi di Tata Surya bersama kandidat lain, seperti Mars dan bulan Saturnus, Enceladus.
Menurut tim, lautan Europa mungkin terbentuk setelah mineral yang kaya partikel cair menyemburkan air berkat pemanasan yang dipicu peluruhan unsur radioaktif di bagian dalam satelit.
“Kami pikir lautan Europa mungkin dapat dihuni lebih awal ketika terbentuk. Studi kami menunjukkan komposisi lautan hanya bersifat agak asam, mengandung karbon dioksida, dan garam sulfat,” kata pemimpin studi, Mohit Melwani Daswani, (Dailysabah/Hym/X-3)
Teleskop SPHEREx milik NASA mendeteksi molekul organik seperti air dan karbon dioksida pada komet antarbintang 3I/ATLAS, membuka peluang riset asal-usul kehidupan.
Sempat diprediksi akan menghiasi langit malam tahun 2020, Komet C/2019 Y4 ATLAS justru hancur berkeping-keping. Kini, astronom menemukan bukti baru sisa fragmennya.
TELESKOP Luar Angkasa Hubble milik NASA kembali menghadirkan temuan penting dalam dunia astronomi.
Wahana Voyager NASA mengungkap wilayah ekstrem di heliopause, batas Tata Surya dengan ruang antarbintang, dengan suhu mencapai 50.000 kelvin.
Perbedaan kecepatan ini menciptakan tegangan magnetik yang luar biasa. Plasma yang bergerak lebih cepat di ekuator "menarik" garis-garis medan magnet.
Fenomena ini berpotensi memicu keruntuhan gravotermal, yaitu kondisi ketika inti halo terus memadat akibat aliran energi ke luar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved